Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 68


__ADS_3

Melihat Cathleen yang nampak khawatir terhadap Gerald, Gerald versi wanita pun berinisiatif untuk membantu sang ipar mencari keberadaan pria yang pergi sejak lima jam lalu. Padahal, dia sudah memberi tahu kalau Gerald pasti baik-baik saja, namun Cathleen tetap belum menunjukkan ketenangan sebelum melihat secara langsung sosok pria yang mulai tumbuh di dalam hati.


Jadi, Geraldine pun mengajak Cathleen untuk ke ruang games yang ada di lantai empat. “Jika di sini tak ada Gerald, berarti dia pergi keluar,” tutur Geraldine seraya membuka pintu di hadapannya.


“Semoga dia tidak pergi,” harap Cathleen. Mata bulatnya langsung menelisik di seluruh penjuru ruangan yang berisi banyak mesin permainan dan komputer. Dia lega setelah melihat ada pria yang dicari sedang duduk di depan salah satu komputer di ujung dekat tembok.


Cathleen keluar lagi, tidak berniat untuk mendekati sang suami karena teringat dengan ucapan Gerald yang tak suka diganggu kalau sedang bermain game, hanya hal darurat saja yang boleh merusak moment asyik pria itu.


Geraldine menaikkan sebelah alis ketika Cathleen menutup pintu ruang games lagi. “Kenapa kau tak jadi masuk?”


Kepala Cathleen menggeleng pelan diiringi senyum yang menunjukkan kalau dia sudah lega. “Tidak, aku hanya ingin memastikan kalau Gerald baik-baik saja.” Dia segera menggenggam pergelangan tangan sang ipar, dan diajak untuk kembali ke arah tangga.

__ADS_1


“Kau yakin hanya ingin memastikan kondisi Gerald saja? Bukan karena takut dia marah jika diganggu saat bermain game?” Geraldine justru menggoda Cathleen. Ia tahu betul kalau kembarannya memang sangat sensitif jika diusik ketika asyik bersama permainan yang sudah seperti kekasih seumur hidup. Bahkan derajat Chloe saja masih berada di bawah semua game kecintaan Gerald.


“Hehe ....” Cathleen menunjukkan rentetan gigi, ternyata ketahuan juga alasan utamanya tak berani mendekati Gerald. “Kurang lebih seperti apa yang kau katakan.” Dia tidak menampik, justru membenarkan.


Kedua wanita itu pun sampai di lantai tiga lagi. Mereka harus berpisah karena kamarnya berbeda. Sebelum memasuki ruangan masing-masing untuk istirahat, Geraldine memberitahukan sesuatu.


“Cath, kalau kau tak membawa pakaian ganti, di dalam ada barang-barang milik Gerald. Pakai saja,” ucap Geraldine sebelum masuk ke dalam kamar.


“Apa boleh? Nanti Gerald marah kalau aku tak izin,” balas Cathleen. Wajahnya menunjukkan keraguan mengikuti ajaran sang ipar.


Kedua wanita itu pun berpisah, memasuki kamar masing-masing. Cathleen segera mandi karena badannya bau asap dari bakaran daging di taman belakang.

__ADS_1


Cathleen masih menutupi tubuh polos menggunakan bathrobe. Dia berdiri di depan sebuah almari besar berisi pakaian sang suami. Masih ragu antara memakai pakaiannya yang tadi atau meminjam milik Gerald.


Dan pilihannya jatuh pada memakai milik sang suami. “Aku hanya meminjam sebentar, jangan marah ya Ge.” Cathleen bergumam seorang diri seraya mengambil kaus hitam milik Gerald yang bisa menutupi bagian tubuh hingga ke paha.


Baru dua jam mereka istirahat, Tuan Dominique sudah mengajak semua orang untuk berkumpul di meja makan sangat besar. Itu adalah tempat yang khusus digunakan makan bersama saat berkumpul. Di sana, tetap kurang Gerald yang masih tak mau bergabung.


“Di mana Gerald? Dia kabur?” tanya Mommy Gabby saat mendapati personil kurang satu dan itu adalah putranya sendiri.


“Di ruang games,” jawab Geraldine dengan santai seraya mengunyah makanan di mulut.


“Ck! Setelah ini kita rapat, bocah itu harus diluruskan otaknya,” ujar Tuan Dominique pada anggota keluarganya yang paham dengan maksud kalimat ajakan tersebut.

__ADS_1


...*****...


...Om Davis, tolong lah jangan seperti itu. Ayo gabung sama sekte aku aja, si kucing mah biarin aja lontang lantung cari rumah sendiri. Salah dia sendiri udah dikasih rumah kaya penjara lengkap dengan sipirnya, eh malah milih main-main ke Antartika. Biarin dia terima konsekuensi jadi beku Om. Inget, kita itu bestie loh Om Davis, jadi jangan sampe kita musuhan gara-gara kamu bantuin kucing nyari induknya...


__ADS_2