Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 61


__ADS_3

“Sudah pasti,” jawab Gerald. Dia orang yang menjunjung tinggi sebuah janji, tidak ada alasan untuk mengingkari.


“Kenapa? Apa kau tidak berniat untuk memulai melupakan Chloe? Ini sudah tiga tahun sejak kejadian di pesta angkatan kita.”


“Selama masih ada harapan Chloe ditemukan hidup, aku tak akan pernah mencoba melukapan kekasihku, dan tidak membuka hati untuk siapapun. Termasuk kau, walaupun kita tinggal bersama,” jelas Gerald seraya menelungkupkan sendok.


Deg!


Tangan Cathleen otomatis memegang dada. Jantungnya berdebar seolah ingin memprotes. Mendengar penjelas suaminya, membuat ia merasakan sayatan yang begitu hebat. ‘Mungkin aku terlalu banyak berharap,’ gumamnya.


Kalau boleh jahat untuk sesaat, rasanya Cathleen ingin mendoakan kalau jasat Chloe bisa segera ditemukan, atau mungkin ada tanda-tanda dari laut yang menunjukkan kalau salah satu teman satu angkatannya yang menghilang itu sudah tiada.


Tapi, Cathleen tidak sejahat itu, ia justru mencoba mengulas senyum untuk menutupi perasaannya yang kandas sebelum berperang. Mungkin beginilah nasib seorang wanita yang mengejar pria setia. Sulit menemukan celah untuk masuk ke dalam kehidupan orang itu, sekalipun pasangn Gerald tidak terlihat di depan mata.


Harapan Cathleen harus ditampar oleh kenyataan kalau Gerald adalah pria dingin yang setia dan teguh untuk bertanggung jawab terhadap janji yang sudah dilontarkan.

__ADS_1


Tangan Cathleen pun menarik alat makan kotor di hadapan Gerald. “Biar aku yang mencuci.”


Silahkan saja, Gerald tidak akan menghalangi kalau istri di atas kertasnya tersebut hendak membersihkan bekas makannya. Toh itu adalah inisiatif Cathleen sendiri, bukan dirinya yang minta.


Sementara Cathleen mencuci satu piring kotor, sendok, dan gelas yang tadi berisi jus, Gerald tiba-tiba mendekati wanita itu dan berdiri di belakang Cathleen.


Cathleen sadar kalau suaminya berada dalam jarak dekat, sepertinya tepat berjarak lima centimeter dari punggung. Ia sampai menahan napas karena merasakan debaran jantung yang hebat. Pikirannya sudah membayangkan kalau akan dipeluk secara tiba-tiba dari belakang, seperti video romantis yang sering dia lihat di instagram. Dia sampai memperlama membilas piring, menunggu adegan yang ada di bayangannya.


Tapi ternyata, kenyataan memang tak seindah harapan. Gerald hanya mengambil gelas yang ada di lemari kabibet di atas kepala Cathleen.


“Kau mau minum wine?” tanya Cathleen.


“Ya, tapi aku tak akan mengajakmu,” jawab Gerald. Tentu saja dia tak mau minum bersama Cathleen. Bisa-bisa wanita itu menyusahkan kalau mabuk.


“Aku juga tak terlalu suka minum alkohol,” timpal Cathleen.

__ADS_1


Membuat Gerald yang sedang membuka penutup botol wine itu menaikkan sebelah alis. “Lantas, kenapa kau bisa berada di dalam club malam saat itu?”


Deg!


Bibir Cathleen rasanya ingin terbungkam saat itu juga. Seketika kepalanya bingung harus menjawab apa. Takut kalau kebohongannya akan terbongkar kalau jawabannya salah. “Aku ‘kan mengatakan tidak terlalu suka, bukan berarti tak bisa minum.” Ia mencoba beralasan semampunya.


“Oh.” Gerald tidak membahas hal itu lagi, karena wanita memang banyak yang seperti itu. Termasuk kekasihnya juga.


Setelah berhasil membuka tutup botol wine, Gerald mengayunkan kaki kembali ke kamarnya. Tapi, saat di ambang pintu, Cathleen memberikan sebuah informasi padanya.


...*****...


...Sadar diri dan sadar posisi itu perlu Cing, jangan terlalu kepedean deh mau dipeluk sama salju abadi yang kelamaan tinggal di Antartika. Imposible tau ga? Gak mungkin! Itu mustahil! Tungguin si Eed aja dateng, tuh mantanmu sedang mencari informasi lewat agen rahasia HAHAHA...


...Hubungan mereka emang hambar, warung pada tutup soalnya, jadi aku gabisa beli micin serenteng sama garem buat nyiram ke mereka HAHAHA....

__ADS_1


...Laki modelan kaya Gerald gitu emang susah dideketin, kalo tiba-tiba dia jatuh cinta malah jadinya aneh dan gak masuk akal, masuknya plot hole beb, butuh timing dan sebab akibat yang bisa membuat dia mulai membuka hati. Pasti ada dari kalian yang punya temen apa suami modelan kaya Gerald gitu, cuek, masa bodo, dingin, tapi tetep perhatian cuma gak banyak bicara, orang kaya gitu tuh berasa punya dunianya sendiri makanya terkesan gak peduli sama lingkungan sekitar. Jangan samain Gerald dengan anak-anaknya Davis, wahh sifatnya udah beda jauh, apa lagi dibandingin sama Ayang Dariush aku, dahlah gaada tandingan emang si bucin satu itu....


__ADS_2