Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 127


__ADS_3

Gerald melanjutkan pencariannya ke seluruh penjuru Kota Helsinki. Siapa tahu tak sengaja melihat sosok Cathleen. Dia sudah terbiasa keliling hanya untuk mencari seseorang tanpa ketidakpastian. Jadi, Gerald tak merasa lelah juga walaupun sampai malam belum menemukan keberadaan sang istri.


“Coba aku cek ke perusahaannya, siapa tahu sudah kembali ke sana,” ucap Gerald seorang diri.


Kendaraan mini cooper itu melaju sekencang mungkin. Gerald segera turun untuk bertanya pada security.


“Apa Cathleen belum kembali juga?” tanya Gerald tanpa basa-basi terlebih dahulu.


“Belum, Tuan. Mobilnya masih terparkir di sana, dan kunci juga saya bawa,” jawab security tersebut seraya menunjuk kendaraan roda empat yang sejak pagi terparkir di depan pintu masuk lobby.


Gerald berkacak pinggang seraya menghela napas berat. “Ke mana perginya wanita itu. Ada masalah kenapa harus dia hindari, bukan diselesaikan langsung denganku,” gerutunya mengandung kebingungan tingkat tinggi.


Gerald kembali menatap security yang masih tegap. “Kau tahu istriku pergi dengan siapa?” Kali ini dia sudah tak menyembunyikan status pernikahan, selalu menyebutkan kalau Cathleen adalah istrinya.


“Bersama Tuan Edbert, tapi saya tidak tahu ke mana Nona Cathleen pergi karena tidak menitipkan pesan apa pun, hanya memberikan kunci mobil saja,” jelas security tersebut.


Wajah Gerald langsung berubah masam ketika tahu kalau sang istri pergi dengan pria lain. Walaupun sudah menjadi mantan kekasih, tapi perasaannya seperti tak enak.


“Kalau Cathleen sudah pulang, tolong katakan padanya untuk pulang. Suaminya sudah menunggu di apartemen,” pinta Gerald. Dia mengeluarkan dompet dari saku, mengambil sebuah kartu nama dan diberikan pada security. “Itu ada nomor yang bisa kau hubungi.”


Tak lupa sejumlah uang lima ratus euro juga diberikan pada petugas keamanan perusahaan tersebut. “Sebagai jasa atas bantuanmu. Tolong kau antarkan mobil istriku ke tempat tinggalku.” Pasti Cathleen mau tak mau harus kembali ke apartemennya kalau mobil berada di sana.

__ADS_1


Security itu memang sudah tahu kalau atasannya telah menikah dengan pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Sehingga dia pun menurut saat dimintai bantuan. “Baik, Tuan.”


Gerald memberikan alamat apartemennya. “Nanti kau titipkan kuncinya ke resepsionis.” Ia memberikan perintah terlebih dahulu karena tidak langsung pulang ke tempat tinggalnya, melainkan ingin menemui paman dan Daddynya yang selalu bisa diandalkan untuk membantu memecahkan masalah.


Gerald meninggalkan perusahaan Cathleen saat hari sudah malam. Dia sudah bertanya di mana keberadaan Daddy dan pamannya, ternyata ada di mansion Dominique. Mau tak mau, ia pun kembali lagi ke tempat yang sudah dia pijak tadi siang.


Ketika sampai di hunian megah milik keluarga Dominique, Gerald tak langsung mesuk menemui orang tua dan pamannya yang sedang berbincang. Namun, ia berhenti untuk menguping seseorang yang tengah menelepon. Ia tak bersembunyi, cukup berdiri di balik punggung Alceena tanpa mengeluarkan suara.


“Cath, apa kau baik-baik saja?” tanya Alceena. Cathleen menghubunginya setelah menghidupkan ponsel dan melihat ada notifikasi panggilan dari dirinya.


“Lumayan, ada apa kau meneleponku sampai berkali-kali?” Cathleen menjawab dengan suara lesu, dan bisa ditangkap jelas oleh Alceena.


“Apa kau sedang kabur dari Gerald?”


“Gerald sudah menceritakan semua padaku, wajar kalau kau sakit hati dirubah penampilan seperti mendiang kekasihnya.” Alceena tidak pernah menyudutkan Cathleen, begitulah caranya mendekati sang kembaran agar mau memberitahukan keberadaan saat ini.


“Hm, itulah sebabnya aku ingin menenangkan diri, menjadi bayangan Chloe terlalu sakit,” keluh Cathleen.


“Kau pergi sendirian?”


“Tidak, ada Edbert yang menemaniku.”

__ADS_1


“Memangnya sekarang kau berada di mana?”


...*****...


...Dih, manusia kaya Gerald kok dibantuin. Biarin aja kali kelabakan nyariin...


...Sorry kalo banyak typo, soalnya ngetiknya buru-buru dan gak aku cek lagi hehehe. Kejar target nih biar hari ini bisa up 3 bab untuk mengobati kerinduan kalian....


...*****...


...Yuk guys baca karya temenmu judulnya Cinta Dikala Senja oleh author Dhea Novita...



Blurb:


Saat Reyhan menerima jabatan yang sudah ia kejar. Ternyata mama sudah menyiapkan calon istri untuknya. Lalu bagaimana Rere yang sudah 2 tahun ini bersamanya?


Pernikahan itu pun sangat hambar. Tak ada kehangatan didalamnya. Bahkan jiwa Reyhan rasanya ingin membludak saat Aisyah sudah berani memarahi Rere. Apa salah jika Rere selalu bersamanya? Rere kekasihnya! pertengkaran setiap harinya tak mereka hindari. Hingga keduanya putus asa dan tak kuat dengan pernikahan mereka, mamah malah mengirim sebuah tiket bulan madu.


Saat senja menjadi siluet bagi Aisyah, Reyhan terdiam, desiran halus dihatinya terasa. Keringat dingin dan deru nafasnya tak beraturan menjadi bukti kepanikannya. Ia teringat mimpinya sendiri, Aisyah meninggalkannya, hatinya menjadi hampa dan begitu sakit. Ia tak ingin merasakan itu lagi, ia pun bangkit dan berjalan dengan tergesa kearah balkon. Aisyah tengah menatap senja dengan damai, wajah cantik itu seakan menyentuh hatinya.

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku, Aisyah." Reyhan memeluk erat tubuh perempuan itu dari belakang, bersyukur hanya mimpi buruk yang tadi ia alami.


__ADS_2