Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 124


__ADS_3

“Katakan saja,” ucap Cathleen memberikan izin pada Edbert yang ingin bertanya sesuatu dengannya. Pandangan tetap lurus ke depan, mencari ketenangan dari air danau.


“Kenapa kau bisa sampai takut denganku? Sedangkan aku tak kasar atau emosional denganmu, aku tak pernah memukulmu jika sedang marah,” tanya Edbert.


“Kau memang tak memukulku. Tapi saat marah, kau selalu mencengkeram tanganku seerat mungkin, mengelus kepala dengan penuh tekanan, memelukku sampai sesak, dan membentak,” jelas Cathleen. Dia jadi mengulangi lagi apa saja yang tak disukai, padahal dahulu pernah diberi tahu. “Kau juga menghajar orang lain di depanku sampai mereka babak belur atau ada juga yang tak sadarkan diri, hanya karena kau sedang emosi. Sedangkan aku tak suka kekerasan,” imbuhnya.


“Aku tak bisa meluapkan emosi dengan memukulmu, Cath. Itulah sebabnya aku menghajar orang lain di depanmu agar kau jera dan tak membangkang dariku lagi,” timpal Edbert.


“Apa pun alasannya, aku tak suka kekerasan. Itulah sebabnya rasaku padamu menjadi memudar.”


Pandangan Edbert tak ke arah langit lagi, dia berpindah menyorot punggung wanita yang sangat dicintai itu. Ada hati yang nyeri saat mendengar kalau cinta dalam diri Cathleen memudar, rasanya dia tak rela kalau tidak ada setitik nama di hati wanita pujaannya. “Perlahan pasti aku akan berubah, Cath, tenang saja,” gumamnya sangat lirih.


Tidak ada percakapan lagi diantara keduanya, Cathleen melamun menatap air, sedangkan Edbert terus melihat punggung sang mantan kekasih.

__ADS_1


“Aku lupa belum memberikan kabar pada sekretaris kalau tak masuk hari ini.” Tiba-tiba Cathleen berdiri dan otomatis tangan dicekal oleh Edbert.


“Jangan katakan di mana keberadaanmu sekarang, nanti kau tidak menjadi tenang jika ada orang yang tahu tentang lokasimu.” Edbert memberikan larangan tapi dengan cara lebih halus dan menakut-nakuti, walaupun Cathleen tidak terlalu sadar akan hal tersebut.


“Aku hanya ingin mengatakan kalau tak masuk saja.” Cathleen melepaskan tangan Edbert yang melingkar di pergelangan tangannya.


Edbert pun membiarkan Cathleen kembali ke mobil untuk mengambil ponsel.


...........


Gerald juga tak berdiam diri di apartemen saja, dia mulai menyusul setelah sadar kalau membuat kesalahan. Namun, dia tidak menemukan Cathleen di perusahaan, sudah bertanya pada sekretaris istrinya pun tak tahu keberadaan Cathleen.


Tangan Gerald mengacak-acak rambut karena bingung sendiri harus mencari Cathleen ke mana. “Apa nasibku memang selalu ditinggalkan oleh wanita?” gumamnya sangat lirih seraya mata terus fokus ke jalan.

__ADS_1


Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Gerald, dia seorang diri di dalam mobil.


“Sudahlah, aku akan ke mansion Pattinson untuk memastikan Cathleen berada di sana atau tidak.”


Gerald memutar mobil ke arah yang berbeda. Gas kian diinjak supaya melaju lebih kencang. Hingga tak berasa telah sampai di tempat tujuan.


Kaki Gerald langsung turun untuk segera menemui sang mertua. Kedatangannya disambut dengan wajah yang tak bersahabat oleh Papa Danzel.


“Ada apa kau ke mari?” sinis Papa Danzel, dia sudah mendengar dari Edbert kalau Cathleen sedang bersedih, lalu menyimpulkan sendiri kalau menantunya tak mampu membuat anaknya bahagia.


“Apakah istriku pulang ke sini?” tanya Gerald. Dia masih berdiri di hadapan mertuanya karena tak ingin duduk berlama-lama di sana.


...*****...

__ADS_1


...Makanya Ge, move on dong, jangan CLBK (Cinta Lama Belom Kelar) terus, sakit tau menjadi bayangan, udah deh sekalian Cathleen jadiin layangan putus biar makin-makin ngeselin. Kalo mau bikin emosi jangan setengah-setengah, yang totalitas dong...


...Sorry guys, aku tu masih holiday jadi jarang update. Aduhhh berada oleng aku abis berlayar 21 jam. Aku tu baru kelar trip awal bulan Agustus. Jadi frekuensi update gak kaya dulu. Butuh holiday biar enggak pusying kepala shayyy...


__ADS_2