Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 95


__ADS_3

Pertama kali pintu kamar terbuka, Gerald tidak melihat siapapun di dalam sana. Tapi ia tetap masuk ke dalam karena ingin membersihkan tubuh yang terkena air laut dan membuatnya tak nyaman.


Pria itu tak duduk terlebih dahulu, namun langsung menuju ke arah kamar mandi. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena dirasa sangat sunyi dan tak ada orang di dalam, Gerald pun membuka pintu dengan santai.


Gerald pikir tak ada orang di dalam karena tidak mendengar suara gemercik air dan juga pintu yang tak dikunci dari dalam. Tapi nyatanya, ada Cathleen yang baru saja selesai mandi.


“Gerald?” Cathleen belum memakai sehelai benang pun. Ia baru mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh.


Cathleen sampai terkejut dengan kedatangan suaminya yang secara tiba-tiba. Buru-buru ia menutupi tubuh polos tersebut menggunakan handuk. “Kenapa cepat sekali kembali ke sini?”


Mata Gerald sejak tadi tak berkedip, dia melihat bagaimana bentuk tubuh Cathleen mulai dari atas sampai bawah. Tapi Gerald tak berkomentar apa pun tentang penampilan istrinya yang tadi polos. Bahkan sampai detik ini pun pria itu masih santai saja masuk ke dalam kamar mandi hingga berada di dalam ruangan yang tak terlalu besar itu bersama sang istri.


“Sudah selesai.” Gerald menjawab pertanyaan Cathleen seraya melepaskan pakaiannya satu persatu.

__ADS_1


Kalau Gerald nampak santai, lain hal dengan Cathleen yang merasakan gemuruh di dada. Baru pertama kali ini dia berada dalam ruangan kecil bersama lawan jenis dan kondisi sedang tak berbusana.


Tentu saja Cathleen takut kalau diterkam oleh Gerald. “Kau mau mandi?” tanyanya seraya perlahan berjalan menuju pintu.


“Hm.” Gerald langsung menghidupkan shower hingga gemercik air membasahi tubuhnya.


“Kalau begitu aku keluar dulu.” Cathleen segera meninggalkan suaminya sendirian di dalam.


Gerald menatap aneh saat istrinya menghilang dari pandangan. “Untuk apa dia canggung seperti itu? Sedangkan sudah pernah tidur denganku walaupun aku dalam kondisi tak sadar dan tak ingat kejadian detailnya sampai sekarang.” Tetap saja dia menilai Cathleen aneh.


Kepala Gerald segera bergeleng untuk menghilangkan pikirannya yang ikut aneh seperti sifat Cathleen. “Jelas saja tak bereaksi karena aku belum mencintainya.”


Daripada Gerald memikirkan hal yang tidak perlu terlintas dalam benaknya, ia pun segera mandi secepat kilat agar tubuh segera bersih dan nyaman lagi.

__ADS_1


Karena Gerald masuk ke dalam tak membawa pakaian ganti, lagi-lagi dia keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan dari pinggang hingga lutut.


Gerald langsung disambut oleh Cathleen yang selalu mengulas senyum manis padanya.


“Pakaianmu.” Cathleen mengangkat kaos, celana pendek, dan dalaman.


Seperti biasa, Gerald selalu memakai apa pun yang disiapkan oleh Cathleen, dan dia juga santai sekali berganti di depan istrinya. Justru Cathleen yang nampak malu hingga mengalihkan pandangan.


“Sudah selesai,” ucap Gerald setelah tubuhnya tak polos lagi.


Barulah Cathleen berani melihat ke arah suaminya. “Mana handukmu? Aku bawa ke bagian laundry untuk dicuci,” pintanya seraya menengadahkan tangan.


Gerald memberikan apa yang diminta oleh istrinya. Dia memang bisa melakukan sendiri dan tak pernah menuntut banyak pada wanita yang sudah hidup berdua dengannya selama empat bulan, tapi kalau Cathleen berinisiatif pun dirinya tak pernah melarang. “Latakkan saja ke keranjang itu, nanti akan ada pelayan yang mengambil,” beritahunya seraya menunjuk letak yang dimaksud.

__ADS_1


...*****...


...Halahhhhh dasar Kucing, sok-sokan malu, padahal aslinya mau kan?! Takut birahi ya? Ngaku aja deh! Kucing betina kan demen amat birahi sampe kerjaannya kawin hamil lahirin kawin hamil lahirin mulu kaya kucing di kampus aku dulu. Beuhhh melebihi ayam kampus, baru sebulan lahirin eh bulan depannya udah keliatan bunting lagi dan bapaknya kaga tau siapa, mana anaknya kaga pernah dia urus main tinggal aja buat cari bapak-bapak kucing yang baru...


__ADS_2