Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 240


__ADS_3

Cathleen segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulan. Sepanjang perjalanan, wanita itu memeluk dua bayi di atas dada. Memastikan anak-anaknya tidak kedinginan. Mereka akan dicek kondisinya apakah sehat atau perlu mendapatkan perawatan khusus.


Sedangkan Gerald, dia mengikuti menggunakan mobil sendiri. Sesekali melihat ke arah jok yang ada di samping. Saksi bisu perjuangan wanitanya untuk melahirkan dua bayi mungil dan lucu untuknya.


“Banyak sekali darah di sini. Harus ku musiumkan karena menjadi mobil bersejarah atau ku cuci supaya bersih?” gumam Gerald. Saat ini ia sedang berada dalam situasi hati yang gembira. Tidak ada sisi dingin yang selalu dia gunakan untuk menutupi setiap rasa kecewa. Kini, secara perlahan mulai kembali pada Gerald yang dahulu, tidak terlalu kaku, tapi tetap terkesan cool karena memang wajahnya seperti itu.


Gerald segera menyingkirkan ide gila dan menjijikkan dari kepala. “Yang ada nanti Cathleen marah dan mengomel kalau mobilku kotor saat membawa pulang dia dan anak-anak.”


Oke, setelah memastikan kalau semua baik-baik saja, Gerald akan membawa mobil ke car wash. Untuk saat ini biarkan bau darah memenuhi satu-satunya kendaraan yang ia miliki.


Gerald segera turun ketika sampai di rumah sakit. Ia berlari mengejar brankar yang membawa Cathleen. Sedangkan kedua anaknya dibawa oleh perawat untuk dicek oleh dokter spesialis.


“Anda tidak boleh masuk, Tuan.” Seorang perawat menghadang Gerald yang hendak ikut ke dalam IGD.


“Tapi aku ingin memastikan istri serta anakku,” protes Gerald tidak terima.

__ADS_1


“Tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik.” Perawat itu segera menutup pintu.


Sedangkan Gerald mendengus kecewa karena tidak tuntas membantu Cathleen melahirkan. Daripada hanya duduk dan menanti, lebih baik ia menyelesaikan administrasi. Meminta kamar terbaik untuk orang-orang yang sangat ia sayangi.


Karena proses lahiran Cathleen terlalu darurat dan mendesak, Gerald sampai lupa belum memberi tahu siapapun. Bahkan Nyonya Pattinson pun belum ia kabari.


Saat ini Gerald sedang menanti Cathleen keluar dari IGD. Entah apa yang dilakukan oleh tenaga medis di sana. Sembari menunggu, ia mengirimkan pesan pada keluarganya dan mantan mertuanya yang sebentar lagi pasti akan menjadi calon mertua.


Beberapa saat berlalu, akhirnya pintu IGD pun terbuka. Gerald segera bertanya pada petugas medis yang tadi membawa Cathleen ke dalam. “Apa yang kalian lakukan di dalam?”


Gerald mengangguk paham. “Baiklah, terima kasih atas bantuannya. Aku sudah memesan kamar untuk dia.”


“Biarkan pasien tetap berada di dalam sembari kamar disiapkan.”


“Kalau begitu, bolehkah aku menemani dia?”

__ADS_1


“Silahkan. Tapi, mohon jangan berisik, langsung menuju tirai paling ujung.”


“Oke.” Gerald diizinkan masuk, segera mencari keberadaan wanitanya. Membuka tirai berwarna hijau pastel, bibirnya langsung mengulas senyum ketika melihat Cathleen sedang terbaring di brankar dengan kedua bola mata masih terbuka lebar karena belum diperbolehkan untuk tidur padahal sudah sangat lelah.


“Hi, wanita hebat,” panggil Gerald dengan mata yang berkaca-kaca, suara yang dikeluarkan sangat lirih. Ia belum sempat memuji ataupun berterima kasih atas perjuangan Cathleen.


Cathleen membalas dengan mengulas senyum. “Hi, dokter dadakan.”


Gerald ingin duduk di samping Cathleen, tapi tidak ada kursi. Jadilah ia berdiri sembari mengusap pipi mulus wanitanya. “Aku sampai tak tahu harus mengatakan apa padamu karena sudah sangat berjasa melahirkan keturunanku.”


“Kau tidak perlu mengatakan apa pun, sudah kewajibanku melahirkan. Justru aku yang harus mengatakan terima kasih karena kau bisa diajak kerjasama dalam kondisi darurat.” Cathleen menumpukkan tangan di atas kulit tangan Gerald, mengusap bulu-bulu halus pria itu.


“Aku tidak akan pernah melupakan peristiwa hari ini.” Gerald tiba-tiba sedikit membungkukkan badan dan meninggalkan kecupan di kening Cathleen. Kemudian mencondongkan bibir ke telinga wanitanya, lalu membisikkan sesuatu. “Percaya atau tidak, aku mencintaimu, kau sudah mengusai penuh hatiku yang awalnya beku.”


...*****...

__ADS_1


...Jangan mengumbar kemesraan wey, tiati nanti tiba-tiba Gretong nongol wkwkwk. Memangnya kalian kira bisa romantis-romantisan terus? Tidak bestie, si psikopat asli belum muncul...


__ADS_2