Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 236


__ADS_3

Sudah satu bulan ini Gerald tinggal di mansion Pattinson. Selama itu juga dia tidak terlihat mengunjungi Chloe di rumah sakit. Pria itu memang tipe yang selalu menepati janji dan ucapan.


Setiap hari Gerald dan Cathleen nampak mesra. Padahal hanya sekedar mengusap perut yang semakin buncit. Tapi, mereka melakukan itu di ruang keluarga saat semua orang tidak di mansion.


Hanya saja, nasib sial memang sudah melekat di dalam diri Edbert. Dia selalu menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya sakit meskipun tak berdarah.


Edbert memang sudah merelakan Cathleen untuk dimiliki Gerald seutuhnya. Tapi, tidak bisa dipungkiri kalau ia tetap bisa merasakan cemburu.


Kaki Edbert langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya yang ada di mansion Pattinson. Menghela napas berat supaya jantung yang terasa berdebar akibat hawa panas cemburu bisa lebih redam. “Sepertinya aku harus mulai tinggal terpisah,” gumamnya dengan tekad yang sudah sangat yakin.


Tidak ada alasan lagi bagi Edbert tetap tinggal di sana. Daripada menyiksa diri dengan pemandangan yang kurang enak di mata, lebih baik menghindari saja.


Edbert mulai mengambil koper, mengemasi pakaian dan barang-barangnya. Hari ini juga akan mengangkat kaki dari mansion Pattinson. Tapi, dia harus menunggu pemilik rumah pulang dari jalan-jalan. Sebab, ia datang dengan cara baik, begitu juga ketika pergi pun harus berpamitan. Lagi pula, keluarga ini sudah dianggap seperti orang terdekatnya.


Sampai malam hari tiba, keluarga Pattinson yang tinggal di mansion itu pun duduk bersama di ruang makan. Ada anak laki-laki yang paling tua juga, Madhiaz. Setelah sekian lama tidak terlihat karena sedang menyelesaikan pekerjaan di luar negeri, akhirnya nampak juga batang hidungnya.

__ADS_1


“Maaf, boleh aku menyita waktu kalian sebentar?” Edbert mengeluarkan suara berupa izin, setelah menyelesaikan makan malam.


“Boleh,” jawab Papa Danzel, Mama Gwen, Cathleen, Gerald, dan Madhiaz.


“Sebelumnya, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Tuan dan Nyonya Pattinson yang sudah menerimaku di mansion ini, memperlakukan aku layaknya anak sendiri, dan membuatku merasakan bagaimana memiliki keluarga utuh.” Edbert menjeda ucapannya karena mendapatkan tanggapan dari pemilik hunian megah itu.


“Aku senang memperlakukanmu seperti itu.”


Edbert kembali melanjutkan berbicara. “Tapi, sebaik apa pun kalian menerimaku di sini, aku tetaplah bukan siapa-siapa di keluarga ini. Jadi, aku bertujuan ingin pamit kepada kalian semua.”


“Aku ingin tinggal sendiri selama di Helsinki, tetap ku selesaikan kerjasama kita. Tenang saja.”


“Pasti karena Cathleen dan Gerald selalu bermesraan di depan Edbert, jadi dia memilih untuk pergi,” tebak Madhiaz secara asal. Hanya menilai dari apa yang diamati saja.


“Bukan seperti itu, tapi aku merasa tidak diperlukan lagi di sini. Cathleen sudah ada Gerald yang menjaga. Jadi, tak ada alasan untuk tetap tinggal,” jelas Edbert supaya mantan kekasihnya tidak merasa bersalah atas kepindahannya.

__ADS_1


“Jika memang itu yang nyaman untukmu, maka lakukan. Tapi, jangan pernah putus tali persaudaraan kepada kita. Bagaimanapun kau sudah ku anggap sebagai anak sendiri,” ucap Papa Danzel.


Edbert hanya menjawab dengan anggukan. Dia segera kembali ke kamar untuk mengambil koper.


Sebelum mengangkat kaki dari mansion Pattinson, Edbert mendapatkan pelukan oleh semua orang yang ada di sana. Bahkan ia diantarkan bersama-sama sampai keluar dari pintu.


Edbert melambaikan tangan setelah memasukkan koper ke dalam bagasi. Melayangkan sebuah senyuman dan akhirnya masuk ke mobil yang sudah ada Bene di sana.


“Kita pergi sekarang, Tuan?” tanya Bene.


“Ya.”


Mobil yang dikendarai oleh Bene pun melaju keluar dari area mansion Pattinson. Setelah tak bisa melihat keluarga besar itu, Edbert kembali duduk tegak menghadap ke depan.


“Bagaimana hasil agen rahasia itu? Apakah sudah menemukan keberadaan Gretta yang mendadak menghilang?” tanya Edbert.

__ADS_1


__ADS_2