Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Par 114


__ADS_3

“Kau persis seperti Chloe.”


Deg!


Seketika itu Cathleen langsung mematung saat mendengar suara dari Gerald. Walaupun pria itu berucap lirih, tapi masih bisa didengar karena jarak mereka tidak berjauhan.


‘Kenapa hatiku terasa nyeri saat disamakan dengan mendiang kekasih Gerald?’ Cathleen tidak bisa mengeluarkan keluhan tersebut. Dia hanya mampu bergumam dalam hati.


Melamun, itulah yang saat ini dilakukan oleh wanita cantik tersebut. Kedua bola mata bulat menatap jemari kaki tanpa berkedip sedikitpun. Entah memikirkan apa, tapi dia merasa kesan pembukaan kencan pertama kurang berkenan di hati.


“Sayang, apa kau baik-baik saja?” Gerald sejak tadi mengajak bicara sang istri tapi tak ditanggapi, ternyata Cathleen tengah melamun. Sehingga dia menyentuh lengan wanita itu dan mengecup pipi agar orang yang sedang diajak bicara bisa kembali ke dunia nyata.


“Eh, ya?” Wajah muram Cathleen yang tadi sempat terlukis samar, kini berganti dengan sebuah senyuman yang dipaksakan. “Tadi kau tanya apa?”


“Kau sakit? Atau tak suka dengan tempat kencan kita?” tanya Gerald dengan suara berat tapi berintonasi lembut.


“Tidak, aku sehat dan tempat kencannya bagus.” Cathleen selalu memuji dan menghargai apa pun yang sudah dilakukan oleh Gerald. Tapi tak bisa dipungkiri kalau hati sedang tak baik-baik saja.

__ADS_1


Walaupun ini adalah pertama kali berkencan di lapangan sepak bola sebesar itu, bahkan ketika masih menjalin hubungan dengan Edbert pun tak pernah keluar berdua di tempat yang seperti ini. Biasanya selalu di restoran ataupun tempat wisata. Di situlah perbedaan kedua pria yang sama-sama berhubungan dengan Cathleen. Edbert bisa menerima keramaian, sedangkan Gerald lebih senang kesunyian. Dan satu hal lagi, Edbert tak pernah menyamakan dirinya dengan siapapun, secantik atau seburuk apa pun dirinya.


Cathleen segera menggelengkan kepala supaya menghilangkan nama Edbert yang mendadak melintas di pikirannya. ‘Tidak baik memikirkan pria lain disaat kau sudah memiliki suami,’ gumamnya dalam hati.


“Kenapa kau menggelengkan kepala? Apakah pusing?” Gerald sejak tadi terus mengamati gelagat sang istri yang nampak aneh. Ia mengelus kepala Cathleen dan disandarkan pada bahu. “Kita pulang saja jika kau sakit, jangan dipaksakan. Kencan bisa dilakukan lain hari.”


Cathleen tidak menolak saat kepala sudah bersandar di bahu Gerald, elusan tangan dari sang suami yang sangat lembut di kepala membuatnya tidak berdaya. Dia memang mudah hanyut dalam perasaan jika diberikan kelembutan. Sial, rasanya ingin mengutuk diri.


“Kau sudah mempersiapkan kencan untuk memperingati lima bulan kita menikah. Jadi, lanjutkan saja.” Meskipun dalam hati ada yang mengganjal, tapi bibir enggan untuk mengakhiri kencan tersebut. Dia ingin menghargai usaha sang suami.


Sepasang suami istri tersebut duduk berhadapan. Gerald membuka tiga tutup tempat penyimpanan makanan. “Ini aku yang memasak,” beri tahunya.


Cathleen menatap tak percaya pada sang suami. Gerald saja datang menjemput ke perusahaan lebih awal.


“Kapan kau menyiapkan ini?” tanya Cathleen seraya mengambilkan garpu dan disodrokan pada suami.


“Sebelum menjemputmu. Aku ke sini terlebih dahulu untuk meminta tolong pada penjaga lapangan agar membantu menyiapkan kencan kita,” jelas Gerald. Dia menyodorkan spaghetti buatannya ke depan mulut sang istri.

__ADS_1


Cathleen menganggukkan kepala seraya menerima suapan dari Gerald. Dia percaya saja dengan penjelasan sang suami, tapi memang yang diceritakan adalah kebenaran.


“Bagaimana rasa masakanku?” Gerald bertanya karena Cathleen tidak memberikan tanggapan apa pun.


“Lebih enak masakanmu daripada aku,” jawab Cathleen sangat jujur. Tapi memang ketimpangan hasil karya mereka sangatlah jauh. “Mau gantian ku suapi?” tawarnya kemudian.


“Boleh.” Baru pertama kali ini Gerald saling menyuapi dengan pasangan. Meskipun awalnya terasa aneh, tapi tetap saja dilakukan sampai hidangan habis.


“Ge, boleh aku bertanya sesuatu?” ucap Cathleen seraya meletakkan alat makan kotor di atas tikar.


...*****...


...Ah elah Cinggggg sadar napa sadar! Udah jelas tadi denger disamain kaya Closet, kok ya diem aja sih, malah menerima semua perlakuan manis Gerald! Emangnya kamu mau dijadiin tempat berak juga?...


...Dan buat elu Ge! Ke laut aje sono! Please, sifat manismu tuh gak keliatan sweet lagi, sepet! Ampas lu mah! GO TO HELL aja!!!!...


...Ku bonusin sebiji. Jangan lupa emosi HAHAHAHA. kaborrrr...

__ADS_1


__ADS_2