Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 44


__ADS_3

Gerald pun melihat ke atas meja makan karena posisinya dekat. Ia mengamati hidangan di atas piring tersebut, lalu mata beralih ke sebuah kertas berisikan pesan. Tidak perlu mengambil note itu, penglihatannya masih bagus, dia bisa membaca dengan berdiri.


‘Aku berangkat kerja. Jika kau sudah bangun, jangan lupa makan. Ini sandwich buatan istrimu yang sangat manis dan imut, jadi jangan dibuang. Mungkin rasanya pas-pasan karena aku tak terlalu pandai urusan dapur, setidaknya lumayan untuk mengganjal perutmu agar tak sakit. Cathleen.’


Begitulah kira-kira tulisan yang ada di secarik kertas tersebut yang dibaca dalam hati. Gerald mengambil note itu, meremas pesan yang ditinggalkan oleh Cathleen. Ia tak berkomentar apa pun, cukup melempar bulatan tak beraturan itu ke dalam tempat sampah dan berhasil masuk.


Gerald membawa piring berisi satu sandwich itu ke dalam ruang game, meletakkan ke atas meja seraya menghidupkan komputer. Dia sudah berjanji akan menghargai Cathleen selama menjadi istrinya, maka Gerald tidak membuang walaupun makanan itu tidak terlihat lezat.


Sementara menunggu monitor menyala dan siap digunakan, Gerald mengambil ponsel yang tergeletak di atas karpet. Ia juga meletakkan benda tersebut di dekat komputer.


Sebelum memainkan game online, Gerald membuka suatu aplikasi yang entah apa itu. Hanya dia dan orang-orang tertentu saja yang memiliki. Pria itu seperti berkomunikasi dengan orang lain, tapi hanya sebentar. Entah apa yang didiskusikan oleh manusia dingin tersebut karena aplikasi itu segera ditutup setelah selesai membicarakan hal penting.


Gerald mulai mendownload permainan baru, tak lupa ia mengambil ponsel khusus game yang disimpan di dalam laci. Pria itu juga mengunduh di telepon genggam tersebut.


Gerald menyambungkan game baru yang ada di ponsel itu dengan komputer. Ia mulai bermain menggunakan telepon genggam dan aksinya bisa dilihat juga dalam monitor besar di hadapannya.

__ADS_1


Sampai detik ini, bibir Gerald belum juga mengeluarkan suara. Dia senang seperti itu, lebih banyak diam. Maka dari itu Gerald sangat sebal ketika ada Cathleen karena wanita tersebut selalu mengajaknya berbicara, dan berhasil membuatnya membalas setiap ucapan.


Tidak ada kamera yang merekam kegiatan Gerald. Dia bukan youtuber game. Anggap saja dia pengangguran yang pemalas, dan hobi bermain game online, tapi banyak uang karena keluarganya kaya raya. Tidak ada yang tahu apa pekerjaan Gerald, kecuali keluarga Giorgio, Dominique, dan beberapa orang kepercayaannya. Bisa dibilang cukup misterius.


Mungkin Gerald seorang agen gelap, penyelundup, atau bisa juga mafia seperti kakeknya yaitu Lordeus. Memang pria misterius seperti dia patut dicurigai dari mana sumber kekayaannya.


Di saat Gerald asyik memainkan game online terbaru, tiba-tiba ponselnya yang biasa digunakan untuk komunikasi dengan orang lain pun berdering. Ia melirik sekilas untuk membaca siapa peneleponnya.


Bibir Gerald berdecak. Ia malas mengangkat, karena yang menghubunginya adalah Cathleen. Pasti tak ada yang penting juga. Jadi, pria itu terus melanjutkan permainan.


Daripada dirusuhi terus menerus, dengan berat hati Gerald pun menggeser tombol bulat berwarna hijau dan mengeraskan speaker supaya tetap bisa melanjutkan game online.


“Apa?!” tanya Gerald dengan ketus.


“Maaf jika aku mengganggumu,” ucap Cathleen dengan lembut.

__ADS_1


“Memang kau sangat menggangguku! Cepat katakan, aku sedang sibuk.”


“Aku hanya ingin bertanya padamu, apa sandwich yang ada di atas meja sudah kau makan?”


Gerald langsung melirik ke arah makanan yang belum disentuh. Ketika sudah bermain game, dia langsung lupa dengan apa pun, termasuk tidak memikirkan mencari kekasihnya.


“Ini akan ku makan.” Tangan Gerald sebelah kanan pun mengambil sandwich, dia mulai memasukkan ke dalam mulut. Walaupun rasanya memang tidak terlalu enak, tapi masih bisa ditolelir oleh lidahnya.


“Yasudah, aku hanya ingin menanyakan hal itu saja. Selamat beraktivitas, nanti aku pulang sore,” beri tahu Cathleen. Dan dia langsung mengakhiri panggilan.


“Ck! Tidak penting sekali,” gumam Gerald seraya menghabiskan makanan buatan Cathleen.


Sementara itu, di sebuah kamar hotel mewah, Edbert sedang memandangi kegiatan Cathleen dari layar ponselnya. Wajah sangar itu terlihat suram dan penuh ambisi.


...*****...

__ADS_1


...Nahloh, Edbert masih gentayangan wkwkwk...


__ADS_2