Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 202


__ADS_3

Gerald berdiri di dalam walk in closet. Dia bingung sendiri mau langsung berganti pakaian atau membersihkan diri terlebih dahulu. Ingin masuk ke dalam kamar mandi, tapi diurungkan.


“Nanti kalau aku mandi dan wangi, Cathleen tak iba pada kondisiku. Biarkan seperti gembel tak terurus saja.” Gerald memilih mengambil pakaian yang tergantung di hanger.


Pria itu hendak berganti kostum supaya lebih rapi, tapi dihempaskan pakaian tersebut ke meja aksesoris. “Mandi Gerald! Nanti Cathleen jijik melihat penampilanmu yang seperti orang gila. Bukannya jatuh cinta padamu, yang ada dia kabur karena takut.”


Gerald sudah seperti ABG yang uring-uringan sendiri. Padahal dahulu ia tidak peduli orang lain menilai buruk tentang dirinya, tapi sekarang justru sebaliknya. Ia memikirkan dan risau kalau Cathleen akan memandang dari segi penampilannya yang kacau.


Pada akhirnya, Gerald mandi juga. Bahkan sampai luluran untuk melunturkan daki yang menempel di kulit. Satu jam lamanya berada di dalam kamar mandi. Kini ia bercermin, melihat wajahnya dari sisi kanan maupun kiri. “Apakah aku perlu merapikan bulu-bulu di sekitar rahang juga?” gumamnya.


Setelah dipikir-pikir harus. “Ketampananku tertutup bulu domba jika tidak dipangkas.” Gerald meraih alat untuk mencukur, dia tidak menghabiskan bulu-bulu di sekitar rahang, hanya merapikan supaya tampilannya kembali seperti dahulu kala. “Nah, sudah tampan dan menawan, pasti mantan istriku akan terpikat lagi padaku,” tuturnya penuh percaya diri.


Gerald pun segera membalut tubuh dengan pakaian yang tadi sudah dipilih. Tidak lupa menyemprotkan parfum supaya wangi.

__ADS_1


Jemari Gerald memutarkan kunci mobil, dia selalu penuh energi ketika hendak menjadi penguntit mantan istri. Segera melajukan kendaraannya, tujuan pertama kali adalah memantau di depan mansion Pattinson.


“Baru pukul tujuh pagi, belum waktunya Cathleen berangkat ke kantor.” Gerald masih hapal kebiasaan wanitanya. Kedua bola mata tajam itu tidak teralihkan dari gerbang.


Benar saja, tiga puluh menit kemudian ada mobil Cathleen keluar. Gerald segera membuntuti di belakang. Tapi ternyata mantan istrinya berhenti di perusahaan keluarga Pattinson yang lain.


“Aku tunggu saja dia di sini, pasti Cathleen ada urusan pekerjaan.” Gerald memang sangat ingin bertemu, tapi tidak mau mengganggu kalau sedang ada urusan kerja.


Sampai lima jam lamanya, Gerald masih menatap ke arah mobil Cathleen yang terparkir di depan gedung perusahaan. Dia tidak mau kehilangan jejak sedikit pun. Bahkan perut yang keroncongan pun diabaikan demi bisa mencari celah untuk bertemu mantan istri tercinta.


“Nona, sepertinya mobil di belakang mengikuti Anda sejak keluar dari mansion dan sampai sekarang.” Supir Cathleen yang merasakan kejanggalan pun memberitahukan hal tersebut pada majikannya supaya lebih waspada.


Daripada mengambil risiko, Cathleen lebih baik memakai jasa supir lagi. Sekarang ia banyak pekerjaan yang memerlukan untuk bepergian juga, jadi supaya tidak lelah ketika perjalanan.

__ADS_1


Mendengar informasi dari supirnya, Cathleen pun menengok ke belakang. “Gerald?” gumamnya pelan. Ia yakin betul kalau mantan suaminya yang mengikuti karena sangat hapal dengan nomor kendaraan, model, dan warna.


“Anda kenal, Nona?”


“Ya, itu mobil mantan suamiku.”


“Apakah perlu saya menepi?”


“Tidak, mungkin hanya kebetulan saja satu arah.”


Baiklah, kendaraan milik Cathleen pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah restoran. Ini sudah waktunya makan siang, dan dia ingin mengisi perut sekaligus bertemu partner proyek barunya.


Gerald yang melihat ada celah untuk bertemu Cathleen pun langsung turun setelah memarkirkan kendaraan. Dia mengikuti sang mantan istri yang masuk ke sebuah restoran terkenal.

__ADS_1


...*****...


...Untung mandi si Gege, kalo gak bisa-bisa diteriakin orang-orang di dalem restoran. “Ada gembel ada gembel.” Wkwkwk seneng amat aku ngebuli si bocah Antartika...


__ADS_2