Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 254


__ADS_3

Setelah mengantarkan Cathleen dan kedua jagoan mungil aman di kamar, Edbert mengikuti Gerald menuju sebuah ruangan. Di dalam sana sudah ada satu orang yang duduk.


“Namanya Roxy, orang kepercayaan orang tua dan pamanku,” beri tahu Gerald. Mereka akan bekerja sama membasmi Gretta, jadi alangkah baiknya kalau saling menengal.


“Arth—” Edbert hendak menyebutkan nama panjangnya, tapi sudah dipotong oleh Gerald.


“Nama panggilanmu saja, jangan semuanya. Bisa pusing Roxy dan pasti tak akan ingat,” ucap Gerald seraya menarik kursi dan duduk di sana.


Edbert mencebikkan bibir, mereka berdua yang dahulu rival, justru sekarang berubah menjadi sekutu demi melindungi orang yang disayangi.


“Tak masalah, aku bisa mengingat namamu meskipun sulit,” sahut Roxy seraya menaikkan tangan memberi isyarat supaya duduk.


“Ku sarankan jangan, tapi kalau kau penasaran dengan namanya, silahkan saja,” ucap Gerald.


Edbert duduk di kursi berhadapan dengan Gerald. Mengulurkan tangan pada Roxy. “Arthur Brylee Caldwell Delano Edbert Fergie Grisham.”

__ADS_1


Roxy sampai menaikkan sebelah alis saat mendengar nama tersebut. Dia pikir hanya sulit dalam pelafalan saja, ternyata panjang sekali. Rasanya menyesal sudah meminta berkenalan dengan nama sepanjang rel kereta api. “Oke, jadi ku panggil kau?” tanyanya sembari membalas jabatan tangan.


“Edbert.”


“Oke, kau sudah tahu namaku, dan lebih baik kita mulai berdiskusi saja.” Roxy menarik tangannya untuk mengakhiri perkenalan tersebut.


Ketiga pria itu terlihat sangat fokus saat berbincang.


“Gretta adalah anggota mafia di Italia, dia bukan orang main-main. Sudah pernah berhasil menyelundupkan senjata ilegal di negara kita. Jadi, wanita itu memang sangat licik.” Roxy memberi tahu tentang informasi yang didapatkan.


Ucapan Edbert berhasil membuat Gerald menatap tak percaya. “Dari mana kau tahu?”


“Aku sudah satu langkah lebih awal daripada kau untuk mencari Gretta. Bahkan wajahnya yang sekarang pun aku tahu.”


“Oh, ya? Coba perlihatkan.”

__ADS_1


Edbert mengeluarkan ponsel, membuka pesan yang terakhir dikirimkan oleh agen rahasianya. “Mirip dengan mantan kekasihmu yang sudah tiada.”


Gerald sampai menggelengkan kepala saat melihat penampilan Gretta sekarang. Dia bisa saja terkecoh dan mengira kalau Chloe masih hidup. “Wanita itu benar-benar gila.”


“Lebih parah lagi, dia sudah menempatkan seseorang di mansion Pattinson. Jadi, harus berhati-hati dan jangan pernah meninggalkan Cathleen, Faydor, dan Galtero sendiri.”


“Ternyata kau tahu banyak tentang dia, kenapa tak memberi tahu aku?” protes Gerald seraya mendorong ponsel Edbert ke pemilik asli.


“Aku juga baru mendapat informasi itu hari ini. Jadi, rencana kita apa? Kalau aku ingin melenyapkan wanita itu dari dunia ini,” ucap Edbert sangat geram. Bahkan tangannya sampai mengepal.


“Memangnya kau saja yang mau seperti itu? Aku juga sama. Tapi, Cathleen tidak mengizinkanku untuk membunuh orang,” sahut Gerald.


“Kalau begitu, aku yang akan melakukannya. Sekarang pikirkan dulu bagaimana caranya memancing psikopat gila itu supaya keluar dari persembunyiannya.” Sudah lama Edbert memang merencanakan hal tersebut supaya wanita yang ia cintai bisa damai.


“Yang pasti bukan mendatangi kelompok mafia itu, sama saja kita mencari kematian karena bukan daerah kekuasaan.” Roxy mengeluarkan opini pribadinya. “Bukannya Cosa Nostra takut, tapi masuk ke kawasan mereka bukan ide yang bagus.”

__ADS_1


“Bagaimana kalau aku membuat acara pernikahan besar-besaran? Bukankah itu bisa memancing dia keluar dan menunjukkan batang hidungnya? Yang diinginkan adalah aku, pasti wanita itu tak akan tinggal diam jika tahu aku sebentar lagi resmi bersatu dengan Cathleen.” Gerald rasa memang perlu segera mengucap janji suci lagi supaya bisa membawa wanita dan anak-anaknya keluar dari mansion Pattinson yang sudah menunjukkan bahaya.


__ADS_2