
Tepat lima belas menit setelah Gerald pergi, justru Edbert yang datang ke mansion Pattinson. Pria itu membawa dua papperbag di tangan kanan dan kiri. Menghampiri Cathleen yang tengah mendorong stroller di dalam bangunan utama.
“Gerald di mana?” tanya Edbert seraya mengulurkan bawaannya pada Cathleen. “Untuk Faydor dan Galtero.”
“Pergi, tak tahu ke mana, karena dia hanya mengatakan ada urusan penting,” jawab Cathleen seraya menerima barang yang diberikan oleh mantan kekasihnya. Mereka masih berhubungan baik sampai sekarang. Dia sudah menganggap Edbert seperti kakaknya sendiri.
“Baju lagi?” tanya Cathleen setelah mengintip isi papperbag.
“Iya, aku tak tahu harus membawakan apa untuk dua keponakanku yang jagoan ini.” Edbert merendahkan tubuh mengajak Faydor dan Galtero untuk hi five. Tentu saja dua bocah itu belum bisa, maka dari itu tangannya sendiri yang menggerakkan tangan mungil tersebut.
“Aku sampai tak pernah membelikan pakaian untuk anakku sendiri karena kau selalu memberikan mereka setelan. Tapi, terima kasih bingkisannya.”
“Termasuk yang sedang dipakai mereka pun dari aku. Supaya kalian selalu ingat dengan Uncle Ed.” Tangan Edbert sengaja memegang jemari mungil itu sampai membuat Faydor dan Galtero tersenyum.
__ADS_1
Selain dengan Gerald, dua anak Cathleen juga luluh kalau bersama Edbert. Mungkin tahu siapa yang sering menjaga selama di kandungan. Tapi, anehnya, para jagoan cilik itu tak ada yang takhluk dengan Cathleen. Padahal wanita itu yang mengandung dan melahirkan.
“Boleh ku titip mereka sebentar? Aku ingin ke toilet tapi tak ada yang menjaganya,” pinta Cathleen. Ia sudah menahan ingin membuang urine yang mendesak keluar.
“Tentu saja, Faydor dan Galtero pasti akan aman dengan Uncle Ed.” Edbert berdiri tegak dan mengambil alih pegangan stroller, memindahkan arah menghadap ke punggung Cathleen yang perlahan menjauh.
“Bye, bye, Mommy, yang lama perginya, Faydor dan Galtero ingin bermain bersama Uncle Ed.” Suara Edbert dibuat seperti anak kecil, ia menggerakkan tangan dua bocah mungil itu seperti sedang melambaikan tangan.
Edbert sangat senang atas kelahiran anak Cathleen. Dia sudah menganggap bocah mungil itu seperti anak sendiri. Juga sangat menyayangi Faydor dan Galtero. Ia bahkan berusaha menjaga ketat setiap malam. Memasang kamera pengawas disekitar mansion. Siapa tahu ada Gretta yang tiba-tiba muncul.
Jika Gerald selalu memberikan omelan maupun larangan untuk sang anak. Berbeda dengan Edbert yang pasti mengatakan supaya terus tenang dan tak perlu takut hidup di dunia. Pria itu rela bertaruh apa pun, padahal tak ada darahnya yang mengalir di tubuh Faydor maupun Galtero. Rasa cintanya pada Cathleen terlalu besar, sampai ia menyayangi bagian dari wanita itu juga.
“Maaf, Mommy lama sekali,” ucap Cathleen saat kakinya berjalan mendekati dua anaknya yang sedang ditidurkan di atas sofa dan tengah asyik mengobrol dengan Edbert.
__ADS_1
“Tak apa, Mommy, ada Uncle Ed yang menjaga kita.” Edbert yang menjawab seolah ia mewakili dua bocah itu.
Cathleen tersenyum melihat kedekatan mereka. Kebaikan Edbert tak tahu lagi akan dibalas dengan apa. Dia hanya bisa menerima pria itu sebagai keluarganya, dan memperlakukan layaknya kakak.
Bahkan Edbert juga menawarkan diri untuk mengelola perusahaan properti Cathleen saat tak diizinkan Gerald keluar karena takut terancam adanya Gretta. Sebab, saudara yang lain tak terlalu mendalami dengan bisnis yang Cathleen geluti. Kebetulan Edbert bergerak dibidang yang sama.
Keseruan Edbert bersama Faydor dan Galtero harus terjeda karena ponselnya berdering. Dia tak mau beranjak pergi dari sana, sehingga mengangkat telepon seraya telunjuk di tangan kiri masih dipegang oleh Faydor.
Edbert tak mengeluarkan sapaan karena yang menghubungi adalah nomor yang tak ia simpan. Menunggu si penelepon mengeluarkan suara saja.
“Kau bahagia bersama Cathleen dan dua anaknya?”
...*****...
__ADS_1
...Miris kali nasibmu Ed, si Kucing hanya bisa kau pandang tanpa dikandang...
...Sampe juga di 250 tapi gak tamat-tamat wkwkwk, tenang, aku mau nyaingin episodenya Tukang Bubur Naik Haji hahahaha...