
“Kau suaminya, seharusnya lebih tahu di mana keberadaan istrimu.” Sepertinya benar dugaan Papa Danzel, kalau hubungan rumah tangga anaknya sedang tak baik-baik saja.
“Jika aku tahu, maka tak akan bertanya padamu,” sanggah Gerald. Dia memang tak suka berpura-pura, bahkan kalau mertuanya menilai buruk hubungan rumah tangganya dengan Cathleen pun tak masalah juga. Toh memang sedang tak baik-baik saja.
Papa Danzel mengepalkan tangan, melihat wajah Gerald yang tak menunjukkan sedikit pun rasa bersalah. Padahal, memang pria berhati dingin itu jarang mengeluarkan ekspresi.
“Aku tak tahu di mana Cathleen, seharusnya dia sedang bekerja,” ucap Papa Danzel. Memang benar dirinya tak tahu lokasi tepat keberadaan sang putri, hanya saja ia mengetahui kalau Edbert sedang bersama dengan wanita yang saat ini tengah dicari oleh Gerald.
“Ck! Tak membantu,” gerutu Gerald dengan suara pelan.
“Apa kau sedang ada masalah dengan Cathleen?” tanya Papa Danzel.
“Jelas, kalau hubunganku baik-baik saja pasti tak akan bertanya keberadaannya saat ini,” jawab Gerald. Tak ada yang ditutupi sedikit pun, memang dia tipikal orang yang lebih baik jujur walaupun keadaannya menyakitkan.
“Apa yang kau lakukan pada putriku sampai membuatnya meninggalkanmu?” Papa Danzel masih terus menginterogasi, rasanya belum puas kalau tak mengetahui akar permasalahan salah satu putri tercintanya.
“Aku hanya merubah penampilannya.”
__ADS_1
Papa Danzel menaikkan sebelah alis, seakan tak percaya dengan jawaban sang menantu. “Hanya masalah penampilan? Tidak mungkin sampai dia meninggalkanmu kalau permasalahannya sepele.”
“Terserah apa yang kau pikirkan, kenyataannya memang seperti itu.” Gerald tak mau terlalu lama di sana, membuang waktu. “Aku pergi dulu,” pamitnya.
Gerald tak mau berdiam diri sebelum menemukan Cathleen. Masalah ini harus segera diluruskan supaya tidak berkepanjangan.
Jika di perusahaan dan mansion Pattinson tak mendapatkan informasi apa pun seputar Cathleen, maka Gerald akan berpindah tempat menuju seseorang yang sepertinya tahu keberadaan istrinya.
Sebelum menemui orang yang dimaksud, Gerald memastikan terlebih dahulu di mana keberadaan orang tersebut. Ia menelepon salah satu sepupu yang memiliki ikatan dengan keluarga Pattinson.
“Di mana istrimu?” Belum sempat saling sapa, Gerald langsung mengajukan pertanyaan saja pada Dariush.
“Sudahlah jangan banyak bertanya, katakan saja di mana Alceena.”
“Mansion Dominique.”
“Oke.”
__ADS_1
Gerald langsung mematikan panggilan tersebut. Menginjak pedal gas hingga mobil melaju sangat kencang.
Tak tahu kenapa Gerald sangat ingin cepat menyelesaikan masalah ini. Seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam hati ketika Cathleen meninggalkannya tadi pagi.
Kaki Gerald segera terayun, masuk ke dalam mansion sang paman. Ia langsung bertanya pada pelayan yang berpapasan. “Di mana Alceena?” Matanya nyalang seperti orang tak sabaran.
“Sepertinya masih di kamar bersama Tuan Dariush.”
Gerald meninggalkan pelayan begitu saja, berjalan cepat menuju kamar Dariush yang ada di lantai dua. Menaiki anak tangga dengan hentakan kaki mantap dan terburu-buru.
Tangan Gerald langsung membuka pintu begitu saja. Matanya segera menyorot ke sembarang arah kala Dariush memelototi dirinya. “Maaf, aku tak tahu kalau kau sedang menyusui.”
“Keluar kau! Sembarangan masuk! Lain kali ketuk pintu terlebih dahulu!” Dariush langsung mengomel karena sepupunya sempat melihat bagian tubuh dari istri tercintanya.
Gerald hanya berbalik badan, enggan menunda tujuannya. “Aku hanya ingin bertanya pada Ceena, apa kau tahu di mana keberadaan Cathleen?”
“Tidak, memangnya kenapa? Kalian bertengkar?” Alceena menjawab seraya menutup lagi bagian dada dan berhenti memberikan nutrisi pada anaknya.
__ADS_1
“Ya, tolong bantu aku mencari Cathleen. Aku tak ingin bertengkar terlalu lama dengannya,” pinta Gerald. Tumben sekali dia meminta pertolongan pada orang lain.