
Salah satu poin yang ada di dalam perjanjian adalah Gerald tidak akan berusaha mencari Anastasha Chloe Eleanor lagi setelah mendapatkan titik jelas apakah wanita yang hilang tiga tahun lalu itu sudah mati atau masih hidup. Tentu saja itu adalah akal-akalan keluarga Giorgio dan Dominique untuk menghentikan kegilaan Gerald yang terus memikirkan kekasih yang tak jelas keberadaannya. Mereka tidak mau sifat dingin Gerald terus abadi hingga membuat kesal setengah mati karena sering mengacuhkan keluarga dan orang-orang disekitar yang peduli dengan Gerald.
“Ayo, kita berangkat sekarang.” Tuan Giorgio segera berdiri diikuti oleh Daddy Davis.
“Hanya kita bertiga? Bukankah kesepakatannya semua keluarga Dominique, Giorgio, dan anak buah Cosa Nostra yang akan membantu mencari?” Gerald memprotes karena dia tidak melihat orang lain kecuali dirinya dan dua pria paruh baya itu.
“Kau telat datang, mereka sudah menyebar ke seluruh penjuru Finlandia, negara sekitar, dan berlayar di laut,” jelas Tuan Dominique seraya merapikan jaket kulit yang membalut tubuh kekarnya.
Gerald pun mengikuti Daddy dan pamannya, masuk ke dalam sebuah mobil rolls royce berwarna hitam.
“Kita cari dan bertanya pada teman terdekat Chloe, bisa jadi kekasihmu itu sengaja pergi darimu. Pasti mereka lebih tahu tentang hal itu,” ucap Daddy George.
“Tak mungkin kalau Chloe sengaja meninggalkanku. Kejadiannya di tengah laut,” tampik Gerald.
“Memangnya kau sudah mengecek CCTV kapal pesiar yang digunakan untuk pesta?” Tuan Dominique menyela pembicaraan sepasang ayah dan anak itu.
__ADS_1
“Sudah, tapi anehnya, CCTV di kapal itu mati semua,” jawab Gerald.
“Ya salah sendiri membuat pesta tidak meminjam kapal pesiarku, sudah tahu unclemu kaya dan memiliki segalanya, tapi tidak kau manfaatkan,” omel Daddy Davis.
“Bukan aku yang menyusun rencana pesta, tapi teman satu angkatanku termasuk sahabat Chloe. Tapi dia juga hilang bersama kekasihku.”
“Di mana rumah sahabat kekasihmu itu? Kita ke sana, bisa jadi orangnya sudah ditemukan,” tanya Daddy George.
Gerald memberitahukan alamat salah satu teman dekat kekasihnya. “Namanya Gretta, mereka sahabat sejak kecil dan kami sering jalan bertiga saat kuliah.”
“Oke, ke alamat yang disebutkan Gerald!” Daddy Davis memberikan perintah kepada supirnya.
Kendaraan roda empat itu pun melaju cepat sesuai keinginan sang pemilik. Dan tak terasa sudah berhenti di depan mansion salah satu keluarga pengusaha di Finlandia.
Gerald, Tuan Giorgio dan Dominique pun turun bersamaan. Langsung ada petugas keamanan yang mendekati.
__ADS_1
“Maaf, Tuan, Anda mencari siapa?” tanya petugas keamanan itu.
“Pemilik mansion ini, katakan ada Tuan Giorgio dan Dominique datang, pasti dia langsung tahu,” jawab Daddy George. Dua pria itu memang percaya diri sekali kalau dikenal banyak orang, tapi memang begitulah kenyataannya. Hubungan keduanya yang solid sejak muda sampai tua, membuat mereka dikenal seluruh pengusaha di Eropa.
“Baik, tunggu sebentar.” Petugas keamanan itu pun memanggil pelayan melalui telepon nirkabel.
Dan tak lama kemudian, pemilik mansion itu pun muncul juga menyambut si keluarga penguasa bisnis di Eropa.
“Gerald, Tuan Dominique, Tuan Giorgio? Mari masuk.” Pria yang usianya tak jauh beda itu pun menyambut ramah.
“Tidak perlu, kami tak lama,” tolak Gerald yang tak mau banyak basa-basi.
“Oke, kita mengobrol di kursi taman saja,” ajak pemilik mansion itu.
“Tidak, terima kasih. Aku ke sini hanya ingin bertanya, apakah Gretta sudah ditemukan?” Gerald langsung mengajukan pertanyaan. Gretta adalah sahabat baik Chloe dan sering bermain bersama saat dirinya kencan bersama sang kekasih.
__ADS_1
...*****...
...Oke fix, habis ini pasti Gege sama Kucing pisah dan kembali ke Edbert wkwkwk. Yok ketemu yok, Chloe ayo muncul ke permukaan sekarang, sudah cukup waktumu tertimbun di dalam tanah. Ekekek keluar dalam bentuk zombie seru juga, aduhhh kebanyakan ngehalu jadi begini...