Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 186


__ADS_3

“Ge, sini, aku ingin bicara denganmu.” Cathleen berbicara dengan suaminya yang baru saja masuk. Nadanya masih sama seperti biasa, lembut. Hanya saja sudah tak ada panggilan sayang yang sering mereka gunakan sebelum Chloe ditemukan. Dia juga terlihat lebih tegar tanpa sebuah tangisan.


Gerald yang ingin ke ruang game pun diurungkan, justru mengayunkan kaki ke sofa dan duduk berhadapan dengan istrinya. “Apa yang ingin kau sampaikan?”


Cathleen mengulas senyum sejenak saat melihat wajah datar suaminya. Kini, hatinya sudah diperkokoh. Tapi, sebelum mengatakan soal rencananya utuk cerai, dia ingin memastikan terlebih dahulu, adakah jalan untuk kembali seperti sebelumnya atau tidak. “Apakah tak ada maaf atas kesalahanku?”


“Aku sudah memaafkanmu.”


Cathleen mengucapkan terima kasih dan melanjutkan berbicara tentang masalah rumah tangganya. “Aku tahu hubungan kita akhir-akhir ini kurang baik, kau yang mengabaikanku, lalu sibuk merawat wanita lain—” Belum selesai berucap, sudah dipotong oleh Gerald.


“Wanita itu Chloe, bukan orang lain. Kau tahu jelas siapa dia,” sanggah Gerald secara tegas.


Jujur, dada Cathleen rasanya berpacu cepat saat suaminya membela wanita lain. Tapi, dia sadar diri dengan posisinya yang sejak awal adalah orang ketiga dalam hubungan Gerald. “Ya, maaf, dia kekasihmu yang selalu kau tunggu.”

__ADS_1


Gerald tidak menyanggah lagi, membuat Cathleen merasa kalau yang diucapkan adalah benar. Ingin tersenyum getir, tapi wanita itu berusaha untuk menyingkirkan kekalutan. Dia ingin menunjukkan kalau tak lemah hati, meskipun pada kenyataan tidak.


“Sebagai seorang istri, bolehkah aku meminta padamu untuk mengurangi intensitas bertemu Chloe? Aku tidak melarang kau merawat kekasihmu, tapi aku berharap kau bisa membagi waktu dengan keluargamu yang lain.” Kedua tangan Cathleen berpegangan pada lutut, dia berusaha memindahkan ketakutan diri di sana.


Gerald menyorot kedua bola mata istrinya yang terlihat lebih tegas dari biasanya. “Dia sedang sakit, tak bisa melakukan apa pun.” Jawabannya tidak langsung pada inti pertanyaan.


Membuat Cathleen harus mengulangi lagi. “Intinya, kau mau membagi waktu antara merawat Chloe dan keluargamu termasuk aku, atau tidak?”


“Chloe lebih membutuhkan bantuanku saat ini, sedangkan keluargaku ataupun kau, masih sangat sehat dan tidak terlihat butuh aku.” Memang keturunan Giorgio, kalau berbicara selalu menyakitkan hati.


“Dua-duanya.”


Tetap saja kedua sudut bibir Cathleen masih bisa mengulas senyum, walaupun sebenarnya sangat ingin menangis detik itu juga. Hanya saja sekuat mungkin ditahan. “Tidak bisa, Ge. Kau hanya boleh memilih satu.”

__ADS_1


“Kau dan Chloe sama-sama penting.”


Cathleen menggigit bibir bawah, penting tapi tak diprioritaskan. Setelah mendengar semua jawaban dari suaminya, kini ia yakin kalau memang harus mengakhiri hubungan ini.


Tangan Cathleen mengambil dokumen yang disembunyikan di balik punggungnya. “Sejak awal, hubungan kita dimulai dari sebuah rekayasa yang aku buat dengan menjebakmu dan memfitnahmu di depan keluargamu. Maka, aku sadar diri kalau sesuatu yang diawali dengan tidak baik, maka akan berakhir tak indah.” Dia meletakkan map berisi dokumen yang dibuatkan oleh pengacaranya. “Aku butuh tanda tanganmu di sini, aku sudah memutuskan untuk menyerah agar kau bisa lebih bebas bersama kekasihmu.”


Gerald memicing menatap dokumen yang ada di atas meja, lalu beralih menyorot istrinya yang terus tersenyum tapi terlihat sangat terpaksa. “Apa itu?”


“Surat kesepakatan cerai. Aku akan mengurus semua gugatannya ke pengadilan. Aku tahu kau sangat sibuk merawat kekasihmu, jadi ku buat surat ini agar kau tak perlu datang saat persidangan, dan kita bisa berpisah tanpa perlu proses yang berbelit.”


...*****...


...Keturunan kaga punya hati ya tetep aja masih ngalir di darah lu ya Ge, emang kentel bener gen George nih ke anak-anaknya, tapi si George gak sengeselin Gege juga sih. Haduhhh, ku tunggu dudamu aja dah...

__ADS_1


...Cuss ke ig aku heynukha biar galau wkwkwk...


__ADS_2