
Tuan Dominique yang melihat kelakuan keponakannya itu sampai menggelengkan kepala. “Anakmu, George. Ternyata lebih parah jika sifatmu dan Gabby saat muda digabung menjadi satu,” ucapnya pada Tuan Giorgio yang duduk di sampingnya. Pria berparas gagah walaupun sudah tua itu bisa mengerti, maklum, dan paham dengan perilaku Gerald.
“Anak itu memang yang paling sulit dikendalikan,” sahut Daddy George. Sebagai orang tua saja sampai kuwalahan menghadapi sikap putranya sendiri, apa lagi orang lain yang tidak intens bertemu dengan Gerald.
Jika Tuan Dominique dan Giorgio hanya bereaksi biasa saja terhadap kemarahan Gerald, lain hal dengan Tuan Pattinson yang mengkhawatirkan nasib putrinya.
Sebagai orang tua, Tuan Pattinson ingin anaknya diperlakukan baik. Tapi, saat melihat sikap salah satu menantunya yang nampak ketus dan tidak memiliki sopan santun sedikit pun, membuatnya sakit hati dan menyesal sudah membiarkan Cathleen menikah dengan Gerald.
Suasana di taman belakang yang tadinya hangat sebelum insiden kesalah pahaman tadi, kini menjadi layu karena Cathleen terus mengucapkan kalimat maaf yang tiada henti.
Tentu karena Cathleen merasa sangat bersalah sudah memantik pertikaian di sana. Kalau saja dia tak lupa melepas lakban sebelum masuk ke dalam mansion, pasti tak akan ada kejadian seperti ini. Cathleen merutuki dirinya yang ceroboh.
“Hei, hei, menantu George.” Suara Daddy Davis itu memanggil Cathleen dengan sebutan sesuka hatinya.
“Apa, Dad?” Tapi bukan Cathleen yang menjawab, justru Deavenny yang merespon. Dia merasa terpanggil.
__ADS_1
“Ck! Bukan kau, tapi istri Gerald.” Tuan Dominique menunjuk ke arah wanita dalam rangkulan Madhiaz.
“Cathleen namanya,” beri tahu Mama Gwen supaya putrinya tak dipanggil sembarangan lagi.
“Iya, aku tahu,” timpal Daddy Davis dan dia segera merubah nama panggilan. “Cathleen, coba kau berhenti menangis, dan jawab pertanyaanku dengan jujur!” titahnya terlontar dengan suara tegas.
Madhiaz yang mendekap Cathleen pun mengelus lengan kembarannya. “Cath, jangan merasa bersalah terus ketika semua orang yang ada di sini tidak menganggapmu seperti itu,” bisiknya seraya mengusap pipi Cathleen agar tak basah lagi.
Perlahan Cathleen menaikkan kepala hingga bersitatap dengan Tuan Dominique yang berwajah tegas. “Apa yang ingin uncle tanyakan?”
“Bagaimana Gerald memperlakukanmu selama kalian menikah?” Tuan Dominique mulai menginterogasi. Tentu saja ada maksud tertentu kenapa dirinya melakukan hal tersebut.
Maka dari itu, Daddy Davis ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana perasaan Cathleen pada salah satu keponakannya untuk menjalankan sebuah rencana.
“Dia baik, bertanggung jawab, selalu menepati janji, menjaga serta merawatku ketika sakit. Hanya saja, Gerald tidak senang jika aku banyak bicara dan sering bermain game,” jelas Cathleen tanpa berbohong. Dia mengungkapkan semua yang dirasakan.
__ADS_1
“Kau tidak berbohong?” Tuan dan Nyonya Pattinson, Madhiaz, serta Alceena langsung menanyakan hal yang sama. Mereka seolah meragukan kalau orang seperti Gerald cenderung memiliki banyak kebaikan dibandingkan keburukan.
Cathleen mengangguk tanpa keraguan. “Gerald tak seburuk yang kalian lihat.” Ulasan senyum tulus menambahkan kesan meyakinkan.
Tapi tetap saja hati Tuan Pattinson sebagai seorang papa tak tenang kalau hanya mendengar dari ucapan anaknya saja. Jelas sekali matanya menangkap sifat Gerald yang tak patut.
“Oke, ini adalah pertanyaan yang paling penting. Apa kau mencintainya walaupun sifat Gerald dingin seperti itu?”
Cathleen lagi-lagi menjawab dengan anggukan kepala saat mendapatkan pertanyaan dari penguasa bisnis di Eropa itu.
Daddy Davis tidak menanggapi lagi. Dia cukup menatap anak-anaknya serta salah satu keponakannya. Tak akan ada yang paham dengan sorot mata mereka. Hanya orang-orang yang satu frekuensi dengan Tuan Dominique saja yang bisa memahami arti komunikasi mata tersebut.
Mulai dari Danesh, Dariush, Delavar, Deavenny, dan Geraldine, keempat orang itu mengacungkan jempol pertanda paham. Jangan ditanya Felly, Amartha, Marvel, dan keluarga Pattinson, hanya bisa menatap aneh dengan cara komunikasi Tuan Dominique yang misterius.
Sedangkan Mommy Diora, Tuan dan Nyonya Giorgio tentu paham kalau Daddy Davis pasti akan melakukan sesuatu yang menyangkut Gerald. Hanya saja mereka tidak tahu rencana seperti apa yang akan dilakukan.
__ADS_1
...*****...
...Waduhh si raja licik sampe turun tangan, jangan sampe Gerald membuka hati buat si kucing. Aku tidak rela! Dan semoga rencananya gagal, padahal gatau apa yang direncanain, soalnya aku gak sefrekuensi dama Daddy Davis. Aku mah ngah ngoh kalo diajakin komunikasi pake tatapan mata, yang ada malah aku jadi jatuh cinta karena salting. Eaaaa...