Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 128


__ADS_3

Gerald tidak bisa mendengar jawaban dari Cathleen. Sejak tadi hanya suara Alceena saja yang terus melewati gendang telinganya. Jadi, pria itu mendadak mendekat, membekap mulut saudara iparnya agar tak bisa berbicara, dan ia merebut secara paksa ponsel yang sedang menempel di telinga Alceena. Gerald mendekatkan ponsel tersebut ke indera pendengaran dan fokus pada jawaban dari wanita yang sedang dia cari.


“Aku sedang di daerah Taipalsaari, di sini ada danau sepi yang membuat suasana hatiku cukup tenang. Tapi tolong jangan katakan pada siapa pun tentang keberadaanku. Aku sedang tak ingin diganggu, kau tak perlu khawatir, aku menginap bersama Edbert di penginapan walaupun tempatnya sangat sederhana.” Begitu kiranya jawaban yang didengar oleh Gerald.


Seketika itu Gerald mematikan panggilan. Dia melepaskan tangan yang membekap mulut Alceena dan mengembalikan ponsel milik sang ipar. “Kau jangan beri tahu istriku kalau aku sudah tahu keberadaannya. Aku akan ke sana malam ini juga!” titahnya kemudian.


“Heh! Jangan mengganggu Cathleen, biarkan dia menenangkan diri karena ulahmu!” omel Alceena. Dia mencengkeram seerat mungkin tangan Gerald agar pria itu tak pergi.


“Ini masalah rumah tanggaku, jangan ikut campur!” Gerald melepas paksa tangan sang ipar.


Dan toyoran pun langsung melayang di kepala Gerald dari seseorang yang baru saja datang. “Sudah dibantu istriku, bukannya berterima kasih.”


“Terima kasih, tapi tolong jangan katakan apa pun pada Cathleen. Aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri,” pinta Gerald. Dia segera berbalik badan untuk pergi lagi.

__ADS_1


Langkah kaki Gerald menuju pintu dilihat oleh Daddy Davis dan Daddy George yang sejak tadi sudah menunggu kedatangannya karena dihubungi untuk meminta bantuan.


“He! Kau mau ke mana? Tak jadi meminta bantuanku?” Daddy Davis bertanya sembari berteriak karena jarak dengan Gerald lumayan jauh.


“Tidak, aku sudah tahu keberadaan istriku,” jawab Gerald seraya berjalan mundur.


Gerald sedikit berlari menuju mobil. Karena hari sudah gelap, dia harus segera menjemput Cathleen yang tengah bersama pria lain. Apa lagi perjalanan menuju Taipalsaari butuh waktu empat jam lebih.


Jika Gerald sedang berada di jalan menjemput sang istri, lain hal dengan Cathleen. Wanita itu baru saja keluar kamar dan ingin pergi ke suatu tempat.


“Aku ingin mencari salon terdekat,” jawab Cathleen, berhenti sejenak untuk menatap Edbert.


“Apa tak bisa besok pagi? Ini sudah malam,” timpal Edbert seraya mengusap rambut yang masih basah menggunakan handuk.

__ADS_1


Cathleen menggelengkan kepala. “Aku ingin segera merubah penampilan.”


Melihat Cathleen sangat menginginkan hal tersebut, membuat Edbert pun tak membiarkan sang pujaan hati keluar malam sendirian. “Tunggu sebentar, aku ambil kunci mobil, keluar bersamaku agar lebih aman.”


Cathleen mengangguk sepakat. Dia berdiam diri dengan melamun menatap kepergian Edbert yang perlahan menunjukkan perubahan sikap dengannya. Tapi, Cathleen masih antara percaya dan tidak terhadap sifat lembut penuh perhatian sang mantan kekasih. Sebab, pria itu adalah seseorang yang manipulatif, takutnya kalau tiba-tiba Edbert berubah menjadi pengekang dan suka memukul orang lagi ketika emosi, walaupun bukan dirinya yang mendapatkan pukulan, tapi tetap saja dia tak suka kalau emosi dilampiaskan dalam bentuk kekerasan. Apa lagi yang dihajar adalah orang tak bersalah.


Tak berselang lama, Edbert kembali dengan membawa jaket tebal. “Pakai ini, perkiraan cuaca kalau malam ini akan turun salju pertama.” Dia memakaikan jaket miliknya.


“Lalu, kau hanya memakai itu?” tanya Cathleen seraya menunjuk pakaian Edbert.


“Sweater ini sudah cukup menghangatkanku, lagi pula sudah biasa juga dengan suhu dingin, jadi tak masalah. Kau yang sering sakit kalau berada di suhu dingin, jadi lebih baik jaket itu untukmu,” jelas Edbert seraya mengusap puncak kepala Cathleen diiringi senyum penuh keikhlasan.


...*****...

__ADS_1


...Aduhhh meleyot sama si Ee pake D. Jadi pusing deuhhh mau jadi pelakor si Gege apa Eed. Bisa gak kalo dua-duanya aja? Aku mau maruk nih...


__ADS_2