Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 97


__ADS_3

“Biarkan aku memelukmu untuk sesaat,” ucap Gerald seraya mengeratkan tangannya.


“Jika itu bisa membuatmu lebih nyaman, maka lakukan,” balas Cathleen.


Sepasang suami istri itu tidak bersuara sepatah kata pun. Hanya saling memeluk dan menguatkan.


Tak ada jarak diantara keduanya membuat Gerald bisa dengan mudah mendengar detak jantung Cathleen yang tengah berdebar tidak normal. Tapi, ia berusaha biasa saja kala mengetahui istrinya seperti itu agar tidak menimbulkan kecanggungan.


Cathleen tentu saja gugup. Gerald memeluknya dengan kelembutan, apa lagi dirinya memiliki sedikit rasa pada sang suami. Tapi, ia ingin memberikan kekuatan pada Gerald disaat pria itu membutuhkan sandaran. Sehingga dia berusaha untuk mengabaikan adrenalin hati yang mulai terbawa perasaan.


Sedangkan Gerald, pria itu terus menghirup aroma tubuh Cathleen yang sama persis dengannya karena menggunakan sabun dan perawatan tubuh yang sama.


“Aku ingin mencoba memulai denganmu dari awal,” tutur Gerald seraya melepaskan pelukan disaat merasakan letupan jantung Cathleen semakin cepat.

__ADS_1


“Maksudmu?” Cathleen menaikkan sebelah alis. Selalu saja dia gagal memahami ucapan Gerald yang kurang jelas.


Gerald menarik tangan Cathleen hingga wanita itu duduk di sampingnya. Kedua mata mereka saling bertemu pandang dengan Gerald masih menyentuh permukaan kulit istrinya. “Aku akan mencoba menerima kau menjadi istri dan berusaha menumbuhkan rasa cinta untukmu.” Dia semakin memperjelas maksud ucapannya.


Sesuai poin perjanjian yang sudah disepakati dengan keluarganya, Gerald akan menerima istrinya yang sekarang dan mulai berusaha mencintai serta tak mengabaikan atau acuh dengan orang-orang yang peduli dengannya. Serta paling utama adalahGerald tak boleh sedih berkepanjangan seperti saat pertama kali kehilangan Chloe.


Cathleen sampai terdiam sejenak dengan wajah yang belum bisa mempercayai apa yang baru saja didengar. “Kau yakin?”


Kepala Gerald mengangguk. “Ya, tapi perlahan, aku tak bisa langsung menerima orang baru ke dalam hidupku. Apa kau bersedia menunggu sampai aku bisa mencintaimu?”


“Bantu aku untuk bisa menumbuhkan perasaan padamu,” pinta Gerald dengan sorot mata yang menunjukkan keseriusan.


Cathleen mengulas senyum lega dengan kepala yang mengangguk menyepakati. “Pelan-pelan saja, ketika kita sudah terbiasa, pasti perasaan itu akan muncul dengan sendirinya. Seperti aku yang tiba-tiba bisa menyukaimu.”

__ADS_1


Gerald menengadahkan tangan ke depan dada Cathleen. Ia ingin mengajak wanita itu untuk keluar. “Temani aku,” pintanya dengan suara yang sudah tak terdengar dingin ataupun ketus. Kini Gerald bisa menunjukkan sisi hangat walaupun hanya sedikit.


“Ke mana?” Walaupun belum tahu tujuannya, tapi Cathleen sudah menyatukan tangan dengan sang suami.


“Aku ingin melepas kepergian Chloe dengan damai,” jelas Gerald. Dengan menggandeng tangan sang istri, dia mengambil potongan kain yang ditemukan di dasar laut.


“Apa itu?” tanya Cathleen saat melihat sesuatu yang sepertinya tak pantas untuk disimpan karena sudah berlumut.


“Ini sisa gaun Chloe yang aku temukan. Aku ingin membuangnya.” Gerald menjawab seraya menarik tangan Cathleen supaya mengikuti langkah kakinya.


Dengan saling bergandengan tangan, Gerald dan Cathleen keluar kamar menuju sisi samping kapal pesiar itu.


Cathleen terus mengusap lengan Gerald supaya pria itu kuat menghadapi kenyataan yang ada. “Kau pasti bisa melepaskan Chloe, doakan saja dia agar tenang.”

__ADS_1


...*****...


...Awas ya kalian berdua kalo sampe tebar kebucinan kaya Dariush sama Ceena, ku kasih masalah tiada henti ntar. Dengerin nih, ini peringatan loh...


__ADS_2