Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 45


__ADS_3

Edbert masih berada di Finlandia. Setelah pernikahan Cathleen dan Gerald, ia tidak langsung pulang ke New York. Pria itu tentu saja tak akan merelakan kekasihnya dimiliki oleh pria lain. Edbert tentu akan memikirkan cara supaya bisa memisahkan pasangan pengantin itu, tapi tidak sekarang karena terlalu terburu-buru juga tak baik, bisa saja gagal kalau tidak merencanakan secara matang.


Mata Edbert terus memandangi layar ponsel berukuran enam koma tujuh inch, menunjukkan Cathleen yang saat ini berada di dalam ruang kerja. Saat menjalin asmara dengan wanita itu, Edbert secara diam-diam memasang kamera pengintai yang bisa merekam suara juga.


Tangan Edbert meremas ponsel di genggaman, rahangnya mengeras kala mendengar wanita yang sangat dia cintai itu memberikan perhatian pada pria lain. “Kau membuatku cemburu Cathleen!” ucapnya secara lirih tapi sengaja sangat ditekan.


Dahulu Edbert orang yang dingin, ia tertarik pada Cathleen saat pandangan pertama di suatu pesta. Saat itu hanya sekedar ingin mengenal saja karena wanita yang sampai saat ini masih dianggap sebagai kekasih itu terlihat lugu, membuatnya gemas. Tapi, ternyata semakin mengenal Cathleen, ia justru tumbuh rasa cinta dan ingin menguasai seluruh kehidupan wanita itu. Perhatian, kepedulian, dan kelembutan Cathleen mampu membuat Edbert nyaman sekaligus tidak ingin kehilangan wanita tersebut. Sehingga dari rasa takut itulah Edbert berubah menjadi seseorang yang pengekang dan terkadang mengancam dengan kasar.


Edbert mengunci layar ponsel tersebut, memasukkan ke dalam saku jaketnya. Ia mengayunkan kaki dengan hentakan kesal. Wajah tampannya sungguh mengerikan jika sedang marah.

__ADS_1


Edbert meninggalkan kamar hotel mewah tempatnya menginap, ia segera menaiki mobil pribadi yang sengaja dibeli sejak pertama kali berpacaran dengan Cathleen, karena dirasa membutuhkan untuk perjalanan ketika di Helsinki.


Dengan kecepatan cepat, Edbert melajukan kendaraan roda empat itu. Dia akan ke perusahaan Cathleen, menunjukkan pada wanita itu kalau tak akan menyerah.


Mobil keluaran negara Jerman itu berhenti tepat di depan gedung pencakar langit. Ia segera turun, tidak bertanya pada resepsionis terlebih dahulu, dan bahkan tidak mengisi daftar tamu.


Karyawan di perusahaan Cathleen juga tidak mencegah Edbert yang main menyelonong masuk ke lift. Sebab, tidak ada perintah dari atasan kalau ada larangan untuk pria itu datang ke sana. Merasa kehadiran Edbert sudah biasa dan semua karyawan di sana mengenal sosok tersebut sebagai kekasih CEO, maka membiarkan Edbert masuk sesuka hati.


Edbert melewati meja sekretaris Cathleen begitu saja. Ia bahkan disapa dengan sebuah senyuman ramah oleh Liliana.

__ADS_1


“Nona Cathleen ada di dalam, Tuan.” Justru Liliana, sekretaris Cathleen itu semakin memperjelas.


Hubungan Cathleen dengan Edbert yang tak baik itu tidak disebar luaskan. Cathleen tidak mau menjelekkan seseorang untuk khalayak umum. Ia juga seorang manusia yang memiliki banyak kekurangan, pastilah tidak mau juga jika kejelekannya diberitahukan pada orang lain. Dan pernikahan Cathleen dengan Gerald pun tertutup, tak ada yang tahu.


Jadilah Edbert dengan leluasa membuka pintu ruang kerja CEO. Wajah tampan, sangar, dan datarnya bisa melihat keterkejutan wanita yang saat ini menatap ke arahnya.


Tapi Edbert tetap mengulas senyum yang justru terlihat mengerikan bagi Cathleen. “Halo, Sayang,” sapanya seraya menutup pintu hingga rapat.


...*****...

__ADS_1


...Sukurin lu kucing, ketangkep sama sipir penjara lagi HAHAHAHA *tawa jahat*...


__ADS_2