
“Weekend ini diajak oleh keluarga Dominique untuk berkumpul di mansion mereka,” beri tahu Cathleen. Tujuan awalnya menunggu Gerald sampai bangun ‘kan untuk memberi informasi itu, tapi karena terlalu terbawa suasana bisa mengobrol dengan suaminya, membuat Cathleen lupa untuk menyampaikan hal inti tersebut.
“Datang saja jika kau mau,” balas Gerald yang sudah siap untuk menutup pintu.
“Bersamamu, mereka ingin aku datang denganmu juga. Kau mau?” tanya Cathleen.
“Ya.” Setelah menyetujui walaupun hanya menggunakan satu kata singkat, Gerald langsung menutup dan mengunci pintu. Meskipun ia menolak, pasti akan ada anggota keluarganya yang menyeret paksa karena pada dasarnya keturunan kakek Lordeus mayoritas pemaksa, walaupun harus dilakukan dengan cara yang licik.
...........
Weekend pun datang juga. Hari ini adalah jadwal keluarga Dominique mengumpulkan seluruh keluarga besarnya. Di halaman belakang mansion yang luas, megah, dan mewah itu sudah disiapkan berbagai alat dan bahan untuk barbeque.
Semakin bertambah tua, Tuan dan Nyonya Dominique senang berkumpul bersama keluarga. Apa lagi sekarang sudah memiliki menantu, anak cucu, dan keluarga besan. Sehingga yang diundang datang ke mansion Dominique bukan seputar anak-anaknya saja.
Tuan Dominique mengajak keluarga Giorgio yang tak lain adalah sahabat, besan, sekaligus iparnya. Keluarga Pattinson yang merupakan besannya juga diajak. Bahkan keluarga dari menantunya yang bernama Felly juga diundang, tapi tidak bisa hadir karena keterbatasan waktu serta jarak yang jauh, sebab orang tua dari menantunya itu tinggal di Indonesia. Hanya orang tua Amartha, istri Delavar saja yang tidak diajak karena terlalu rusuh dan kampungan.
__ADS_1
Baik keluarga Dominique, Giorgio, maupun Pattinson sudah berkumpul di taman belakang mansion Tuan penguasa bisnis di Eropa. Suasana di sana sangat ramai dan terlihat harmonis.
Tapi, anggota tiga keluarga itu masih ada yang kurang karena Gerald dan Cathleen belum datang. Sepasang pengantin baru itu masih berada di dalam apartemen.
Cathleen sudah rapi dengan dress hitam yang membuat aura kecantikannya semakin bertambah. Sejak tadi ia mengetuk pintu kamar suaminya. “Ge? Bangun, sudah jam setengah sebelas. Sejak tadi Geraldine menelepon karena semua orang sudah berkumpul dan hanya kita berdua yang belum datang.” Wanita itu sampai berteriak supaya suara bisa terdengar hingga ke dalam.
“Ge?” Karena tidak mendapatkan jawaban, Cathleen mengulangi lagi sampai yang kesekian kali. Ia menaikkan ritme ketukan supaya lebih keras.
Dan usahanya membuahkan hasil, Gerald akhirnya membukakan pintu. Pria berparas tampan itu masih seperti orang baru bangun tidur. “Kau itu mengganggu tidurku terus,” omelnya.
“Hm, sebentar.” Gerald masuk lagi ke dalam. Tapi tak lama keluar tanpa berganti pakaian, hanya wajah seperti basah terkena air saja. Pria itu masih memakai boxer dan kaus polos hitam.
“Kau tak mandi atau berganti pakaian yang lebih rapi?” tanya Cathleen seraya berinisiatif membawakan tas kecil yang ada di tangan Gerald.
“Mandi hanya untuk orang-orang yang merasa dirinya kotor,” kilah Gerald seraya menarik tangan supaya barang bawaannya tidak dibawakan oleh istri di atas kertasnya.
__ADS_1
Cathleen dan Gerald pun berjalan beriringan menuju lift untuk ke basement. Karena penasaran, Cathleen pun mengendus bau badan sang suami yang jarang sekali terlihat mandi. Tapi tetap saja wangi.
“Satu botol parfume kau habiskan untuk berapa lama?” tanya Cathleen.
Gerald mengedikkan bahu. “Satu atau dua minggu, mungkin.”
“Apa kau tidak gatal kalau tak mandi? Atau terkena penyakit kulit mungkin?”
Pertanyaan itu langsung mendapatkan pelototan dari Gerald. Dan Cathleen menggerakkan jari di depan bibir yang terkatup sebagai isyarat kalau dia akan diam. Wanita itu mulai sedikit paham dengan arti tatapan sang suami setelah tinggal bersama selama tiga bulan lebih.
...*****...
...Ya Allah gustiiiii cakep-cakep jarang mandi. Untung tampan, mapan, dan menawan. Coba kaga, mana mau cewe deket-deket sama lu Ge. Dahlah, melipir ke ayang Dadar gulung aja aku mah biar dicintai sepenuh hati seperti Ceena...
...Ingat, tsunami itu ombaknya tenang dan air tiba-tiba menyusut, tapi mendadak gelombang datang tinggi wkwkwk kalo udah konflik tar gak ada celah buat kalian napas. Jadi hirup dulu udara yang banyak disaat masih tenang, siapin diri buat cari jalur evakuasi. Ini mah peringatan aja ya, aku kan lagi jadi BMKG di sini hahahaha...
__ADS_1