Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 234


__ADS_3

Gerald menepuk jidatnya sendiri saat mendengar jawaban Cathleen yang begitu polos. Pantas saja ingin mengolesi minyak di ruang keluarga yang bisa dilewati oleh pelayan ataupun penghuni mansion Pattinson.


“Sini, ku beri tahu di mana yang perlu kau obati.” Gerald berdiri, menggandeng Cathleen dan membawa wanita itu naik ke lantai dua.


Gerald sudah pernah masuk ke dalam kamar Cathleen. Sehingga tahu di mana lokasi wanitanya biasa tidur. Ia memawa wanita itu ke dalam sana.


“Buka matamu lebar-lebar, kau akan lihat tubuhku yang digigit semut.” Gerald memberikan perintah seraya menutup pintu serapat mungkin.


Pria itu melepaskan genggaman dan hendak meloloskan pakaian yang menutupi dari area pinggul ke bawah.


Tapi, Cathleen sudah merasakan sesuatu yang tak enak sebelum Gerald berhasil menunjukkan predator di balik celana. “Tunggu.”


Gerald sudah berhasil sedikit menurunkan sampai ke paha, tapi berhenti karena dicegah oleh Cathleen. “Kenapa?”


“Apa bagian tubuhmu yang gatal adalah itu?” Cathleen menunjuk sesuatu yang sedikit menonjol di balik dalaman berupa celana pendek.

__ADS_1


“Memang itu, makanya aku merasa aneh kenapa kau mau mengobati di ruang keluarga.” Gerald melanjutkan menanggalkan kain panjang hingga menyisakan yang ada di dalam saja.


Cathleen memberikan botol minyak bertuliskan eucalyptus oil kepada Gerald. Meletakkan benda tersebut di tangan mantan suaminya. “Kalau itu, kau olesi sendiri.”


“Kenapa? Bukankah tadi kau sangat bersemangat ingin mengobati gatalku?”


“Aku takut pikiran menjadi liar jika melihat milikmu.” Kejujuran yang dilontarkan oleh Cathleen justru membuat Gerald gemas.


Pria itu mengayunkan kaki mendekati Cathleen, merengkuh pinggul wanitanya hingga jarak yang tersisa sangat tipis. “Memangnya apa yang kau pikirkan?”


“Bukan apa-apa, lupakan saja.” Cathleen berusaha melepaskan rengkuhan Gerald supaya tidak berakhir di atas ranjang.


Gerald tertawa gemas melihat mantan istrinya yang salah tingkah. Kasian juga wanita itu sudah merona di bagian pipi. “Iya, ku olesi sendiri, jangan tegang seperti itu,” ucapnya seraya mengacak-acak rambut Cathleen dengan gemas dan penuh kasih sayang.


Gerald mencoba menjaga hasratnya supaya tidak liar. Walaupun pada kenyataannya ia merindukan aroma tubuh ketika saling menyatu. Tapi, dia tak akan memaksa Cathleen. Lagi pula, sadar diri juga kalau wanita itu pasti masih belum sembuh total dari rasa patah hati yang ditimbulkan akibat kelakuannya.

__ADS_1


Cathleen bisa bernapas lega saat Gerald mulai masuk ke dalam kamar mandi.


...........


Malam harinya, Gerald langsung menginap di mansion Pattinson. Dia diberikan kamar yang ada di lantai satu karena lantai dua terlalu dekat dengan Cathleen. Masih belum membawa barang karena belum sempat bulang ke apartemen.


Gerald berusaha untuk mengikuti aturan dari Papa Danzel yang tak boleh tidur berdua dengan Cathleen. Tapi, dia tidak bisa karena sejak tadi tak bisa tidur.


Membuka kedua kelopak mata, Gerald mendengkus kesal. “Ini namanya penyiksaan. Jarakku dengan Cathleen begitu dekat, tapi dipisahkan karena aturan Tuan Pattinson,” gerutunya.


Tidak tahan, Gerald pun menyibakkan selimut dan turun dari ranjang. Melihat jam digital di atas nakas, ternyata sudah dini hari, pasti semua penghuni mansion sudah tidur juga.


Gerald bertekad akan menyelinap ke kamar Cathleen. Membuka pelan pintu supaya tak menimbulkan gaduh. Ia menengok ke kanan dan kiri menilai situasi.


...*****...

__ADS_1


...Pakde Pattinson, itu calon mantumu mau melanggar aturan tu, nakal dia pakde, dijewer aja telinganya jangan anunya soalnya kasian abis digigit semut itunya...


__ADS_2