Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 242


__ADS_3

Gerald mendorong pelan box bayi menuju ruang rawat Cathleen. Untung saja di rumah sakit itu anak-anaknya mendapatkan fasilitas pakaian baru jadi tak akan polos seperti saat terlahir. Sebab, semua perlengkapan si kecil dibawakan oleh Nyonya Pattinson.


“Wah ... cucuku datang.” Orang tua Gerald dan Cathleen segera menghampiri si mungil saat sudah berada di dalam ruang rawat.


“Sudah cuci tangan? Kalian baru saja dari luar, jangan langsung menyentuh anak-anakku.” Gerald mencegah keempat orang tua itu yang hendak memegang kulit dua jagoannya.


“Ck! Sok higienis sekali jadi orang, padahal kau sendiri juga jarang mandi,” gerutu Daddy George.


Tapi tetap saja mereka masuk ke dalam kamar mandi secara bergantian untuk membersihkan tangan supaya memastikan tak membawa kuman dari luar.


“Gendongnya sebentar saja, biar Cathleen mencoba untuk memberikan ASI pada mereka,” peringat Gerald. Dia membiarkan keempat orang tua itu mengambil bayinya.


“Pelit sekali Daddy kalian,” seloroh Mama Gwen seraya mengulurkan tangan untuk digenggam oleh cucunya.


“Tenang, kalau dia tidak memberikan izin, nanti kakekmu ini akan membalas dengan tak mengizinkan Daddy kalian tinggal di mansionku.” Papa Danzel ikut menyahut diiringi sedikit melirik ke arah Gerald.


“Pengancam,” gerutu Gerald sangat pelan. Hanya Cathleen yang bisa mendengar itu karena ada di sampingnya.

__ADS_1


“Biarkan saja, selagi anak kita tak menangis,” tutur Cathleen seraya mengusap lengan Gerald. “Boleh bantu sedikit tegakkan ranjangnya? Aku lapar sekali ingin makan,” pintanya kemudian.


“Tentu saja.” Gerald segera memencet tombol yang menyatu dengan ranjang, dia menarik meja di mana sudah ada makanan di atasnya. “Aku suapi, ya?”


“Boleh.”


Tuan dan Nyonya Pattinson beserta Giorgio sengaja mengarahkan dua bayi berjenis kelamin laki-laki itu ke arah Gerald yang sedang menyuapi Cathleen.


“Lihat, Sayang, Mommy dan Daddy kalian romantis sekali,” ucap Mama Gwen. Dia tersenyum senang menyaksikan kedekatan anaknya bersama pria yang dicintai.


“Sayangnya, mereka sudah bercerai,” imbuh Mommy Gabby.


Anak-anak Gerald dan Cathleen langsung menangis keras saat itu juga.


“Apa mereka paham arti bercerai?” gumam Daddy George.


“Tentu saja tidak, mungkin cucu kita haus,” sahut Papa Danzel.

__ADS_1


Gerald segera meletakkan makanan Cathleen ke atas meja. “Sini, biarkan mereka minum.” Dia mengambil satu bayi untuk diberikan pada sang Mommy.


“Sepertinya punyaku belum keluar ASI,” ucap Cathleen sedikit menundukkan kepala sedih.


“Tidak masalah, minta Gerald saja supaya bantu disesaap siapa tahu segera keluar. Dahulu, aku juga melakukan itu pada istriku ketika anak pertama kami lahir,” cetus Daddy George memberikan ide.


“Kau mau melakukan itu?” Gerald meminta persetujuan, kalau dirinya sudah pasti akan langsung melakukan.


Cathleen tidak menjawab, tapi dia melihat ke arah orang tuanya untuk meminta persetujuan.


“Sudah, berikan saja mereka izin supaya bisa menikah lagi. Apa yang mau kau ujikan pada Gerald? Dia sudah membuktikan keseriusannya dan berhenti menjenguk wanita dari masa lalunya.” Mama Gwen berbisik di telinga sang suami.


Barulah Papa Danzel mengangguk memberikan izin. Tapi, ia belum memberi tahu pada istrinya kalau alasan utama bukanlah masa lalu Gerald, melainkan wanita yang menculik Chloe dan bisa saja menjadi ancaman bagi keselamatan Cathleen maupun kedua cucunya.


...*****...


...Kesenengan Gerald kalo begitu, beliin aja pompa wey, orang kaya masa gak mampu beli breast pump...

__ADS_1


__ADS_2