Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 166


__ADS_3

Bukan Edbert yang menjaga Chloe, tapi agen rahasia. Edbert hanya memantau dari jauh, menanti setiap laporan yang diberikan oleh orang bayarannya.


“Ya, aku yang menyelamatkanmu,” jawab agen rahasia yang berjaga di rumah sakit dua puluh empat jam.


“Terima kasih, aku tak tahu harus membayar jasamu dengan cara apa,” ucap Chloe dengan mata yang berkaca-kaca. Akhirnya ia bisa menghirup udara segar.


“Tidak perlu kau bayar dengan apa pun, karena aku sudah dibayar oleh orang yang memberiku perintah untuk menyelamatkanmu,” jelas agen rahasia.


Membuat Chloe yang masih terbaring di atas ranjang pasien menaikkan sebelah alis. “Jadi, kau memiliki majikan?”


“Ya.”


“Apakah itu Gerald?” tebak Chloe.


“Bukan.”


Seketika itu wajah Chloe menjadi sedih. Ternyata kekasihnya tidak menyelamatkan dirinya. “Lalu, siapa yang memberimu perintah untuk menyelamatkan aku? Kenapa dia melakukan itu?”

__ADS_1


“Kau terlalu banyak bertanya! Lebih baik kau istirahat, nanti juga akan tahu jawabannya.” Agen rahasia itu berhenti menanggapi Chloe. Dia tidak suka banyak diinterogasi. Memilih untuk segera memberikan laporan pada Edbert saja dengan menelepon pria itu di luar ruangan.


“Apa?!” tanya Edbert dengan suara ketus.


“Wanita itu sudah bisa bicara, Tuan.”


“Baguslah, berarti dia tidak bisu.”


“Apa yang ingin Anda lakukan lagi?”


“Ya membawa dia ke Helsinki untuk bertemu Gerald! Memangnya tujuan apa lagi aku menyelamatkannya kalau bukan untuk memisahkan si keparat itu dengan wanitaku?!” sentak Edbert.


“Ck! Sebentar, setelah bekerja aku ke rumah sakit.”


Panggilan pun terputus, Edbert tidak tertarik sedikit pun melirik Chloe, wanita kurus yang sepertinya hidup sudah diambang kematian. Tetap Cathleen adalah segalanya, dia mendapatkan kehangatan keluarga Pattinson yang membuat dirinya sangat ingin bersatu dengan Cathleen. Sebab, ia yatim piatu, dan baru merasakan bagaimana memiliki sanak saudara ketika bersama keluarga Pattinson yang menyambutnya sangat hangat.


Sore hari pun tiba, Edbert segera menyudahi pekerjaan. Dia keluar ruangan dan langsung memberikan perintah pada sekretarisnya. “Bene, ikut denganku!” Ia melemparkan kunci mobil pada pria yang sangat setia dengannya.

__ADS_1


Bene gelagapan menangkap kunci tersebut. Tapi untung saja berhasil. “Baik, Tuan.”


Dengan disupiri oleh Bene, Edbert memberikan perintah untuk membawanya ke rumah sakit tempat Chloe dirawat. Kedatangannya ke sana hanya ingin memastikan kalau wanita itu bisa melancarkan segala rencananya dengan mulus.


Edbert berjalan dengan Bene yang mengekor di belakang. “Di mana ruangan dokter yang menangani wanita itu?” tanyanya tanpa berbalik badan sedikit pun, ia terus melangkah ke depan.


“Ada di sebelah kanan, Tuan. Anda ingin ke sana?”


“Ya, aku ingin memastikan wanita itu bisa membuat hati Gerald goyah.”


Bene berpindah menjadi memimpin di depan, dan Edbert yang mengikuti sekretaris itu. Sesampainya di depan ruang dokter, ia mengetuk pintu. Untung kedatangan mereka saat jam praktik, sehingga orang yang dicari belum pulang.


Langsung diberikan izin masuk ke dalam, Edbert duduk berhadapan dengan seorang pria yang ia tunjuk untuk merawat Chloe.


“Bagimana perkembangan kesehatan wanita itu?” tanya Edbert tanpa basa basi.


“Nona Chloe sudah terpapar racun sejak tiga setengah tahun silam. Banyak saraf yang sudah rusak sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen. Saya tidak bisa menyembuhkan pasien secara total. Bahkan sistem pernapasannya pun sudah terganggu, racun itu bekerja dengan membunuh secara perlahan. Bisa bertahan sampai detik ini pun termasuk luar biasa kuat. Hanya saja, saya tidak tahu sampai kapan Nona Chloe masih bisa bernapas.”

__ADS_1


...*****...


...Kasian amat nasib lu Closet wkwkwk astagaaa senang sekali aku menyiksa mereka...


__ADS_2