Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 163


__ADS_3

Gerald langsung memeluk Cathleen saat wanitanya tak kunjung berhenti menangis, justru semakin deras saja mengeluarkan air mata. Dia membawa kepala itu ke dalam dekapan hangat seorang suami yang mencintai istrinya. Mengusap puncak kepala hingga ke punggung dengan sepenuh hati.


“Sudah, jangan menangis, Sayang. Aku memaafkanmu, tidak sepenuhnya kesalahanmu karena kau tidak tahu apa pun tentangku,” ucap Gerald mencoba menenangkan.


“Tapi komputernya sangat penting untuk pekerjaanmu.” Cathleen mencengkeram pakaian Gerald, membanjiri dada sang pria.


Gerald sudah menduga, pasti istrinya tahu dari keluarganya karena hanya mereka yang mengetahui semua tentang dirinya. “It’s ok, komputernya sudah ketemu meskipun harus ku bayar sangat mahal di toko tempatmu menukar itu.”


“Data-datanya? Aku akan merasa bersalah kalau semua itu sampai hilang.”


“Aman, tenang saja, aku sedang mengecek semuanya.”


Akhirnya Cathleen berhenti menangis juga setelah lega mendengar kalau tak ada masalah yang diakibatkan dari apa yang sudah dilakukan. Ia mendongak hingga bersitatap dengan Gerald. “Apa kau akan marah dan mendiamkan aku karena sudah mengganti komputermu?”

__ADS_1


Tangan kiri Gerald masih bersemayam pada pinggul Cathleen, sedangkan sebelah kanan terangkat untuk menyingkirkan rambut yang menempel di wajah. “Tidak,” jawabnya seraya mengusap jejak basah yang ada di depan matanya.


“Aku akan mengganti kerugianmu,” ucap Cathleen.


“Tidak perlu, jangan menganggapku seperti seorang pengangguran. Sekarang kau sudah tahu pekerjaanku.” Gerald menolak, dia menuntun sang istri untuk berdiri agar tak bersimpuh di lantai terus.


Gerald membawa Cathleen ke dalam kamar, meninggalkan komputer tetap hidup. Mendudukkan wanitanya ke atas ranjang, ia ikut berhadapan dengan sang istri. “Semua ini tak akan terjadi kalau sejak awal aku menceritakan padamu, agar kau tak menganggapku pengangguran.”


“Aku yang tak pernah bertanya denganmu, salahku.”


Seketika Cathleen langsung teringat pada uang yang setiap bulan masuk ke dalam rekeningnya dengan nominal sangat banyak. Karena Edbert sudah pasti tidak mengirim itu, berarti ada kemungkinan suaminya setelah tahu kalau Gerald memiliki perusahaan game online terbesar.


“Apakah kau pengirim uang misterius yang selalu memberiku setiap bulan sejak pertama aku menjadi istrimu?” tanya Cathleen.

__ADS_1


Gerald mengangguk membenarkan. “Ya.”


Menangis, Cathleen lagi-lagi mengeluarkan air mata dengan memukuli dada Gerald. “Kenapa kau tak katakan padaku, membuatku seperti wanita bodoh yang tak tahu apa pun tentang suaminya sendiri.”


Gerald menangkap tangan sang istri agar berhenti memukul dada bidangnya. “Maaf.” Hanya itu yang bisa dia ucapkan, tanpa ada penjelasan lebih. Dia menarik Cathleen hingga tertidur di ranjang. Memeluk wanitanya agar kembali tenang.


Sementara itu, di New York, Edbert menjadi uring-uringan setiap hari. Dia selalu merindukan Cathleen, tapi sudah tak bisa memantau wanita pujaan hatinya dari kamera pengintai. Sehingga menghabiskan waktu luang dengan menonton rekaman yang sudah terjadi.


“Wait.” Edbert tiba-tiba menjeda video yang sedang dilihat saat mendengar sesuatu. Ia mengulangi lagi bagian ketika Cathleen tengah berbicara dengan Alceena.


“Jadi, kau merencanakan untuk menjebak pria itu?” Edbert menyeringai seolah mendapatkan ide bagus untuk memisahkan Gerald dan Cathleen.


Edbert menghempaskan punggung ke sandaran kursi. Terus melihat ke arah monitor dengan hati yang gembira. “Bagaimana reaksi si keparat itu kalau tahu dia dijebak oleh Cathleen?” Ia mendadak tertawa terbahak-bahak karena membayangkan wajah Gerald.

__ADS_1


...*****...


...Bahahahaha ikutan ketawa kaya si Eed ah. Mau bahagia ada aja masalahnya lu Cing, kasian amat idupmu...


__ADS_2