Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 246


__ADS_3

Cathleen dan Gerald membaca surat dari Chloe secara bersamaan. Keduanya tidak mengucapkan menggunakan suara, namun di dalam hati masing-masing.


‘Gerald, maaf karena aku sudah merusak rumah tanggamu dengan Cathleen. Aku tidak bermaksud seperti itu, semua ku lakukan karena tak ingin kembali pada Gretta yang berakhir mendapatkan siksasaan, sahabat yang sudah ku anggap saudara tapi ternyata mencelakaiku dan anak kita. Ya, saat itu aku sedang mengandung satu bulan, darah dagingmu. Tapi, sayang sekali, racun yang ku hirup membuat keguguran. Maaf karena tak bisa menjaga buah cinta kita. Aku tak tahu akan bertahan berapa lama, tapi ketika kau mendapatkan surat ini dari orang tuaku, tandanya Tuhan menjemputku untuk bertemu anak kita. Jangan merasa bersalah, cukup kau jaga pasanganmu saat ini dengan baik, itu sudah membuatku lega dan senang, apa lagi aku mendengar kau akan memiliki anak. Jauhkan Cathleen dan keturunanmu dari Gretta, dia sangat berbahaya, bisa menjadi manusia kejam demi mendapatkan yang diinginkan. Yaitu kau! Jangan marah karena aku tidak memberi tahu kalau hamil. Awalnya aku ingin memberikan kejutan di hari ulang tahunmu. Tapi, Gretta justru sudah menculikku terlebih dahulu. Terima kasih telah memberikan kenangan indah selama aku hidup, maaf tidak bisa mendamipingimu sampai tua. Ku bawa cinta ini sampai akhir hayatku, meskipun kau sudah berpaling pada yang lain.’


Gerald sampai berkaca-kaca ketika selesai membaca surat, tenggorokan rasanya tercekik karena baru mengetahui kalau hubungannya dengan Chloe sampai membuat wanita itu hamil. “Maaf.” Dia tak kuasa menahan air mata yang hendak luruh.

__ADS_1


“Menangislah.” Cathleen menyentuh kepala Gerald, memposisikan pria itu sampai kening menyentuh pundaknya. Dia sejak tadi sudah berderai dan pipi basah, seolah ikut merasakan kesedihan yang dialami Chloe ketika kehilangan seorang calon anak.


Gerald memeluk wanitanya dari belakang, dia menangis tanpa suara. Air yang membasahi pundak Cathleen sebagai saksi kalau pria itu sedang bersedih.


Cathleen tak tahu bagaimana cara menghibur orang yang sedang berduka, cukup memberikan bahu sebagai sandaran. Tak lupa menepuk pelan kepala Gerald.

__ADS_1


Dengan posisinya yang sedikit memutar ke belakang, Cathleen mengangguk. “Ya, kau menangis selama tiga puluh menit.” Mengulurkan tangan ke wajah sang pria, dia menghapus jejak basah Gerald. Tidak lupa memberikan senyum termanis.


Gerald berdiri untuk merubah posisi menjadi berjongkok di depan Cathleen. “Cath, ternyata aku pernah menjadi calon Daddy yang gagal menjaga anaknya. Tapi, aku akan berusaha untuk menjagamu dan anak-anak dari bahaya apa pun. Aku tak ingin kehilanganmu, Faydor, dan Galtero. Untuk menjaga kalian, aku harus melenyapkan Gretta, izinkan aku membunuhnya.” Dia menggenggam tangan sang wanita dengan tatapan begitu memohon supaya diperbolehkan melakukan suatu kejahatan.


Tapi, Cathleen menggelengkan kepala, balik menggenggam tangan Gerald dan mengusap lembut telapak pria itu. “Tangan ini diciptakan bukan untuk menghilangkan nyawa orang lain, tapi untuk mencari uang, menajaga, merawat, serta membesarkan Faydor dan Galtero. Pasti ada cara lain untuk melindungi kami, tidak perlu membunuh. Pikirkan bagaimana perasaan anak-anak ketika besar nanti kalau tahu Daddynya pernah menjadi seorang penjahat? Pasti mereka akan terluka, begitu juga dengan aku. Jadi, jangan kotori dirimu dengan hal seperti itu. Kita pikirkan cara lain supaya terhindar dari bahaya.” Dia mengakhiri perbincangan tersebut dengan menarik ke atas tangan sang pria dan meninggalkan kecupan.

__ADS_1


...*****...


...Mau terharu, tapi kok si Kucing yang ngomong. Gajadi deh, aku tarik lagi air mata dan ingusku...


__ADS_2