
Padahal menjalin hubungan bersama Edbert baru satu tahun, tapi pria itu sudah tahu kalau Cathleen tak tahan dengan suhu dingin. Mereka bahkan hanya satu kali melewati winter, ternyata kepedulian pria yatim piatu itu sangatlah tinggi hingga bisa mengetahui kebiasaan Cathleen.
Ingin luluh pada Edbert karena pria itu kini mulai berubah, tapi Cathleen masih belum terlalu yakin seratus persen. Apa lagi dirinya juga sudah menikah walaupun sang suami belum pernah menyatakan cinta, dan cenderung melukai hatinya.
Cathleen pun tak menolak saat diberikan jaket tebal. Dia masuk ke dalam mobil bersama Edbert dan keluar untuk mencari salon di daerah Taipalsaari.
Sudah berputar ke berbagai tempat, tapi mereka tak menemukan salon yang buka di malam hari.
“Sepertinya sudah tutup semua,” ujar Edbert. Dia melihat jam di layar mobil. “Pantas saja, ternyata sudah jam sebelas malam.”
Cathleen menghela napas berat. Malas sekali menunda merubah penampilan rambutnya yang panjang, pirang, dan bergelombang. “Boleh antarkan aku ke supermarket atau mini market yang buka dua puluh empat jam?”
“Tentu saja, sepertinya di sepanjang jalan ini ada.” Edbert kian melajukan kendaraan tersebut. “Memangnya kau mau membeli apa?”
“Cat rambut dan gunting.”
“Kenapa tak menunggu besok saja? Mungkin pagi hari sudah ada salon yang buka,” tawar Edbert, langsung dijawab gelengan kepala oleh Cathleen.
__ADS_1
“Tidak mau, aku merasa tak menjadi diri sendiri kalau dibiarkan terus seperti ini,” tolak Cathleen. Wajahnya terus menatap lurus ke jalan depan.
“Memangnya kau bisa memotong dan mewarnai rambutmu sendiri?” tanya Edbert. Dia selalu melirik ke arah Cathleen sangat mengajak berbicara wanita itu.
Kepala Cathleen menggeleng. “Tapi akan ku paksa harus bisa.”
“Nanti ku bantu,” tutur Edbert seraya menghentikan mobil di depan mini market.
Kedua orang itu pun turun bersamaan. Edbert hanya mengekori di belakang Cathleen yang tengah memilih cat rambut.
“Ambil saja yang kau suka, tak perlu bingung. Hitam atau cokelat bagus juga, tapi terserah pilihanmu mau yang mana,” cetus Edbert memberikan saran. Sudah lima menit Cathleen hanya memilih warna tapi tak kunjung menaruh di keranjang belanja.
“Mungkin ini bagus, cokelat tua tapi kalau gelap terlihat hitam.” Cathleen mengambil satu box cat rambut dan memperlihatkan pada mantan kekasihnya.
“Boleh, itu juga cocok untukmu.” Edbert mengambil barang tersebut dan meletakkan pada keranjang belanja yang sejak tadi dibawa. “Ada yang ingin kau beli lagi?”
Cathleen menggelengkan kepala. “Sudah, hanya cat rambut dan gunting saja.”
__ADS_1
“Oke, kita beli camilan dan beberapa bahan makanan untuk persediaan selama di sini, oke?” ajak Edbert tanpa paksaan, dia cenderung meminta izin pada Cathleen.
“Boleh.”
Selama lima belas menit, Edbert dan Cathleen pun mengelilingi mini market tersebut untuk membeli persediaan makanan di penginapan.
Setelah selesai, mereka kembali lagi ke penginapan. Cathleen hendak mengambil belanjaan dan membawa masuk ke dalam, tapi sudah dihadang oleh Edbert.
“Biarkan aku yang membawa. Ini banyak dan berat, kau langsung masuk saja,” titah Edbert.
“Tak masalah, aku bantu bawakan satu.” Tapi Cathleen tetap mengeyel.
Sehingga membuat Edbert langsung menyambar semua papperbag berisi belanjaan mereka. Mungkin Gerald tak pernah memperlakukan Cathleen dengan manis sampai membuat wanita itu terlihat sungkan ketika dimanjakan olehnya. “Jika suamimu tak bisa menjadikanmu ratu, maka aku yang akan memuliakanmu sebagaimana rasa cinta ini tumbuh untukmu,” tuturnya seraya mengulas senyum dan menggerakkan kaki di bawah mobil supaya bagasi bisa tertutup lagi.
...*****...
...Orang sebucin Edbert kamu sia-siain Cath? Rugi kamu!...
__ADS_1
...Sorry bestie, bukannya aku gamau crazy up, bisa aku tuh update banyak, tapi NovelToon sedang tak bersahabat untuk semua penulisnya. Bukan cuma aku aja yang kena, tapi semua penulis NT shayyy, aku update sama gak update tuh views sama bae gak ada perubahan. Berasa sia-sia mengeluarkan segala pikiran buat crazy up. Jadi, aku mau nyantai update. Kalo mau protes, gih sama NovelToon aja, dia sih yang bikin perhitungan views sekarang jadi gajelas. Jadi curhat kan aku...