Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 157


__ADS_3

Gerald menggelengkan kepala. “Aku tidak ingin berjanji, tapi akan mengusahakan sebaik dan semampuku.”


“Apa pun itu, jangan buat Cathleen menangis lagi seperti dahulu.”


Gerald tidak mau bersumpah, berjanji, ataupun membuat kesepakatan apa pun lagi dengan siapa saja. Tanggung jawab yang harus dijalankan sangat berat. Lebih baik berusaha sebaik mungkin daripada mengumbar janji yang belum tentu bisa ditepati.


Interaksi antara Papa Danzel dan Gerald ternyata disaksikan oleh Mama Gwen dan Cathleen dari dalam. Kedua wanita itu mengintip dari balik jendela. Mereka senang saat dua pria yang biasa terlihat berseteru dan tak pernah akur, kini menunjukkan hubungan yang sedikit lebih akrab.


“Akhirnya Papamu bisa menerima Gerald juga, Cath. Sejak awal, Mama yakin kalau pria itu tidak terlalu buruk sebagai seorang suami,” ucap Nyonya Pattinson dengan mengulas wajah yang puas karena tidak ada hubungan buruk lagi antara suami dan menantunya.


Begitupun dengan Cathleen yang senang karena Papanya bisa menyambut baik Gerald. “Ternyata aku tak salah menargetkan orang,” gumamnya sangat lirih.


“Menargetkan? Maksudmu?” Mama Gwen samar-samar mendengar kalau putrinya mengatakan kata tersebut. Hanya saja tidak bisa langsung menangkap arti yang terkandung.


Cathleen menegakkan tubuh yang sejak tadi membungkuk di balik jendela. Dia kelepasan berbicara, padahal sudah dipelankan ketika melontarkan suara. “Ayo kita masak, Ma. Mereka pasti lapar.” Wanita itu justru berusaha mengalihkan pembicaraan dan perhatian sang Mama.

__ADS_1


Kehidupan Cathleen sekarang sudah baik tanpa mengingat bagaimana kejadian yang sudah berlalu. Biarlah ia ingin mengubur semuanya, termasuk rencana menjebak Gerald pun jangan sampai lebih banyak orang yang tahu. Cukup Alceena saja yang mengetahui semua, kembarannya itu bisa diandalkan untuk tutup mulut. Terbukti kalau sampai detik ini tidak ada yang tahu tentang peristiwa yang ia rekayasa.


Mama Gwen mengedikkan bahu saat Cathleen sudah berjalan ke dapur mendahului dirinya. “Mungkin telinga tuaku sudah mulai bermasalah, jadi salah dengar,” gumamnya menilai diri sendiri. Dia pun menyusul putri tercinta.


Cukup terkejut dengan perubahan Cathleen, Mama Gwen tak pernah melihat putrinya bisa memasak atau berkutat di dapur. Sebab, biasa menggunakan pelayan semua.


“Sepertinya menikah dengan Gerald membuatmu semakin mandiri,” puji Mama Gwen seraya mengambil pisau dan membantu Cathleen.


“Suamiku tidak suka ada orang lain di apartemen, mengerjakan semuanya sendiri. Jadi, aku merasa seperti dituntut harus bisa mandiri juga seperti dia,” jelas Cathleen. Dia berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan yang kurang.


Luar biasa juga pengaruh antara Gerald dan Cathleen. Cathleen bisa menjadi wanita yang semakin mandiri, melakukan segala sesuatu tanpa bantuan orang lain. Gerald juga bisa berubah sikap lebih baik dengan mengurangi sifat acuh, ketus, dingin, dan angkuh. Benar-benar seperti pasangan yang saling merubah ke arah positif, meskipun pada awalnya dilandasi oleh sebuah rekayasa peristiwa.


“Di mansion hanya ada kita berempat, Ma?” tanya Cathleen setelah selesai memasak dan berjalan mengambil piring.


“Iya.”

__ADS_1


“Madhiaz ke mana?”


“Sejak ditinggal menikah oleh kalian semua, dia jadi sering sibuk bekerja.”


Cathleen menganggukkan kepala seakan paham. Ia menyajikan empat pasta ke atas piring dan dibawa ke meja makan.


“Mama panggil Papa dan suamimu untuk makan,” ucap Mama Gwen.


“Jangan, biar aku saja.” Cathleen menyentuh pundak sang Mama dan didudukkan ke atas kursi. Dan ia berjalan cepat menuju luar.


“Ge, Pa, ayo ke dalam, kita makan bersama. Sudah ku siapkan,” ajak Cathleen seraya mengusap lengan sang suami.


Gerald segera berdiri, ia merangkul Cathleen saat berjalan menuju ke dalam. Dan Papa Danzel kini lega setelah menyaksikan sendiri kedekatan hubungan sepasang suami istri tersebut.


“Ku rasa memang sudah saatnya aku merestui mereka,” gumam Papa Danzel.

__ADS_1


...*****...


...Simpan restumu wahai Om Danzel, para psikopat sedang menyusun rencana HAHAHA *tawa jahat*...


__ADS_2