Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 74


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Gerald langsung mengikuti sang paman ke ruang kerja. Dia pikir hanya berdua saja, ternyata seluruh saudara sepupu, kembarannya, dan orang tuanya juga ikut.


Gerald menaikkan sebelah alis saat duduk dihimpit oleh anggota keluarga Giorgio dan Dominique yang memenuhi ruang kerja Daddy Davis. “Kenapa kalian semua juga ikut?”


“Memangnya kenapa? Kami ‘kan juga ingin tahu,” sahut Geraldine seraya menjulurkan lidah.


Padahal, itu adalah salah satu bagian rencana yang semalam mereka susun. Kali ini dua keluarga itu hendak membuat kesepakatan dengan Gerald.


Gerald berdecak karena hampir semua saudaranya memiliki kadar keingintahuan yang tinggi. Dia tidak memperdulikan mereka, cukup menatap pada sang paman dan Daddynya yang nampak seperti serius sekali hendak melakukan perbincangan ini.


“Sebenarnya ada masalah apa?” tanya Gerald langsung pada intinya.


Daddy Davis menyenggol lengan sahabat sekaligus adik iparnya yang tak lain adalah Daddy George. Dia mempersilahkan untuk berbicara terlebih dahulu karena Gerald adalah anak Tuan Giorgio, bukan anaknya. Ia hanya membantu saja melancarkan dan memikirkan rencana.


“Kami semua akan membantumu mencari Chloe dalam keadaan hidup atau mati,” ucap Tuan Giorgio sesuai rencana yang sudah mereka rancang.

__ADS_1


Gerald menatap anggota keluarganya seolah tidak percaya. Sebab, sudah dua setengah tahun terakhir, mereka tak ada yang mau membantu lagi dan meminta dirinya untuk mengikhlaskan serta mulai membuka lembaran baru. “Kalian yakin?”


“Seratus persen yakin.” Seluruh keturunan Dominique dan Giorgio pun menjawab bersamaan seperti sedang paduan suara tapi tidak merdu.


“Oke, ku pegang ucapan kalian,” balas Gerald dengan sorot mata serius untuk mendalami keyakinan semua orang yang ada di sana. Ingin mencari celah apakah ada maksud terselubung atau tidak.


“Tapi, ada syaratnya,” imbuh Tuan Dominique kemudian.


Benar seperti dugaan Gerald, pasti keluarganya akan meminta sesuatu. “Apa?”


“Geraldine, tolong berkasnya.” Mommy Gabby meminta salah satu anaknya untuk mengambilkan dokumen perjanjian yang sudah disiapkan sejak semalam.


“Ini.” Geraldine meletakkan perjanjian tersebut ke depan kembarannya.


Gerald pun mengambil kertas itu, membaca setiap butir yang tertera. Lalu ia kembali meluruskan pandangan. “Kalian yakin hanya ini yang diminta?”

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga Dominique dan Giorgio tapi tanpa para menantu mereka pun menganggukkan kepala.


“Permintaan kami hanya itu. Jika kau setuju, maka tanda tangani dokumen itu, mulai besok akan ku kerahkan semua anak buah Cosa Nostra untuk menelusuri di setiap penujuru Finlandia, negara sekitar, dan lautan di mana Chloe terakhir kali terlihat,” jelas Tuan Dominique.


Dengan enteng seperti tak ada beban, Gerald pun langsung membubuhkan tanda tangannya di selembar kertas yang sudah ada tanda tangan dari seluruh anggota keluarganya yang lain. Dia tidak keberatan dengan permintaan yang ada di surat perjanjian itu karena tak ada yang memberatkan satu pun.


“Kalian harus menepati janji, mulai besok mambantuku mencari Chloe!” tegas Gerald seraya menyodorkan dokumen yang sudah resmi menjadi pengikat dirinya.


Semua orang mengulas senyum seraya menaikkan jempol ke atas.


...........


Setelah weekend dihabiskan di mansion Dominique, mereka pun kembali ke tempat tinggal masing-masing. Termasuk Gerald dan Cathleen yang mulai tidur terpisah lagi.


Sesuai perjanjian, hari ini akan dimulai pencarian Chloe sampai menemukan titik terang. Gerald yang biasanya bangun siang atau sore pun sudah bersiap dari pagi hari.

__ADS_1


...*****...


...Semoga ketemu dalam kondisi hidup ya si Chloe, biar si kucing gigit jari deh gak berhasil membuat si salju abadi leleh. HAHAHA, emang takdir si kucing sama sipir penjara sih kayanya...


__ADS_2