Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 132


__ADS_3

Gerald mendorong tubuh Edbert hingga punggung pria itu membentur pintu. Tangan kekarnya hendak meraih handle, tapi sudah dicegah oleh Edbert.


Mantan kekasih Cathleen itu balas mengeluarkan seluruh tenaga. Dia mendorong dada sang rival hingga terhuyung ke belakang. “Kau yang membuat Cathleen bersedih, jangan sok menjadi pahlawan disaat dia butuh sandaran!”


“Apa yang aku lakukan bukanlah urusanmu!” seru Gerald. Dia masih berusaha supaya bisa masuk ke dalam. Tapi tenaga Edbert mulai bertambah dan sulit ditumbangkan karena keduanya imbang.


“Kau terlalu banyak bicara!” Edbert melakukan kecurangan. Dia tanpa aba-aba menendang alat vital Gerald.


“Shitt!” umpat Gerald seraya memegang bagian tubuh di area pangkal paha. Jelas saja dia merasa sakit dan lemas seketika itu juga.


Saat Gerald lengah, Edbert segera masuk ke dalam. Sebelum menutup pintu, dia meninggalkan pesan pada sang rival. “Jika kau memang ingin membawa Cathleen kembali, maka tunggu saja sampai dia bangun. Tanyakan kesediaannya apakah mau pulang bersamamu atau tidak! Jangan mengganggu istirahatnya, atau ku bawa pergi lebih jauh lagi kalau kau tak bisa membiarkan wanitaku hidup tenang!”


Tidak perlu menunggu jawaban dari Gerald, Edbert menutup dan mengunci pintu agar tak bisa ditembus oleh sang rival. “Sial! Gagal mendekati Cathleen lebih lama kalau ceritanya seperti ini.” Ia menggerutu karena nasib baik seolah tak berpihak padanya.

__ADS_1


Edbert merasa terancam dengan kedatangan Gerald. Dia berniat untuk tak melanjutkan istirahat karena tak mau kalau Cathleen tiba-tiba dibawa pergi secara diam-diam.


Tangan Edbert membuka gorden supaya bisa melihat area luar dari jendela kaca. Meskipun ia duduk di depan tungku api yang masih menyisakan bara yang mengeluarkan hawa panas, namun tetap bisa melihat Gerald.


Gerald tidak menyerah untuk membawa sang istri pulang. Tapi dia tak memaksa masuk ke dalam, memilih untuk menunggu di dalam mobil dengan menghidupkan penghangat karena cuaca sangat dingin.


“Kenapa aku tak senang kalau Cathleen masih berhubungan dengan mantannya?” gumam Gerald. Dia juga mengawasi Edbert yang nampak jelas dari jendela kaca sedang menatap ke arahnya.


“Ck! Baru sebentar sudah tak kuat, seperti itu mau melindungi istriku.” Gerald mengejek walaupun tidak didengar oleh orang yang bersangkutan.


Meskipun terlihat ada celah untuk masuk ke dalam, tapi Gerald tidak melakukan hal tersebut. Ia tetap menunggu sampai Cathleen bangun dan keluar dari penginapan itu.


Mulut Gerald tiba-tiba menguap. Dia juga mengantuk, apa lagi bosan tak ada yang bisa dilakukan di sana. Ponsel pun mati karena daya baterai habis dan ia tak membawa charger, sehingga tidak bisa menunggu sembari bermain game. Akhirnya, Gerald juga sama saja tertidur di dalam mobil.

__ADS_1


Waktu terus bergulir, dua pria yang sempat bertikai masih terlelap. Tapi, wanita yang menjadi sumber pertengkaran mulai mengerjapkan mata.


Cathleen melihat jam yang ada di kamar tempatnya tidur. “Pasti Edbert yang menyelimuti aku,” gumamnya saat sadar kalau semalam ia tidur tak menggunakan selimut.


Cathleen berangsur turun dari ranjang. Dia keluar dari kamar dan hendak memastikan kondisi Edbert karena semalam udara terasa sangat dingin.


Hati Cathleen merasa tak enak saat melihat mantan kekasihnya tidur dalam posisi duduk meringkuk di sofa. “Kau masih sama seperti dahulu, tidak pernah lancang melakukan sesuatu padaku meskipun banyak kesempatan bisa kau ambil. Tapi sayangnya, kenapa kau harus menjadi orang yang pengekang dan emosional? Andai saja saat itu kau mau berubah setelah ku beri tiga kali kesempatan, pasti aku tak akan meninggalkanmu,” gumamnya.


...*****...


...Oalah Cinggggg Kucingggg kamu itu terlalu banyak pengen, menuntut, dan mau seseorang yang sempurna. Namanya manusia ya ada baik buruknya kaleee, jangan berasa kamu paling sempurna!!!! Edbert pengekang dan emosional kamu tinggalin, Gerald belom bisa move on pun kamu tinggalin. Masih untung tu dua manusia gak ninggalin kamu. Sadar oi sadar Cing!...


...Tidak ada pasangan yang sempurna, cukup kau siap menerima segala kekurangan yang ada!...

__ADS_1


__ADS_2