Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 195


__ADS_3

Geraldine tersenyum mengejek kembarannya. “Seperti itu caramu meminta tolong pada orang? Siapa yang mau membantumu jika kau saja terlihat angkuh?” Dia menaikkan tangan ke atas meja, menumpukan siku di sana dengan lengan ke arah atas untuk menyangga kepala. “Kau butuh data dari Roxy?”


“Ya, aku ingin dia mencarikan nama pengacara Cathleen yang mengurus perceraiannya dengan aku.”


Ungkapan Gerald itu justru mengundang gelak tawa. Geraldine bukannya kasian, justru dia menertawakan hingga air mata menerobos keluar karena terlalu geli pernyataan yang baru saja didengar. “Nikmati sajalah penderitaanmu, itu semua akibat dari apa yang sudah kau lakukan pada istri dan keluargamu. Bukankah Chloe adalah segalanya untukmu? Maka, minta saja bantuan padanya.”


Wajah Geraldine nampak jelas sedang mengejek Gerald. Dia kembali memusatkan pandangan pada Roxy dan mengabaikan keberadaan kembarannya.


Geraldine dan Roxy berbincang berdua seolah-olah di sana tidak ada orang lain. Bahkan sampai membuat Gerald kesal bukan main karena tidak dianggap ada, padahal jelas sekali tubuhnya besar sedang duduk.


Brak!


Tangan Gerald mendarat dengan keras di atas meja supaya tidak diabaikan. Tapi, Geraldine hanya melirik saja tak menghiraukan pria itu.

__ADS_1


“Cathleen juga penting buatku, maka dari itu aku ingin menggagalkan perceraiannya,” ucap Gerald dengan penuh keyakinan.


“Datang saja ke sidangnya jika kau ingin menggagalkan, untuk apa susah payah mencari pengacaranya,” jelas Roxy.


“Masalahnya, aku sudah menandatangani surat kesepakatan cerai. Cathleen mengatakan kalau aku tidak perlu datang ke proses persidangan. Tandanya, dia tidak akan memberikan surat gugatan kepadaku.”


Geraldine menoyor kepala kembarannya hingga kepala pria itu terhuyung ke belakang. “Bodoh! Jika tidak mau bercerai, kenapa kau tanda tangani itu?”


“Aku kesal malam itu, sudah berusaha membujuk supaya Cathleen tak meminta berpisah denganku, tapi dia tidak mau berubah pikiran.”


Gerald tak tahu bagaimana caranya memohon, dia menggeser kursi ke belakang dan berpindah untuk bersimpuh di samping kembarannya. Kepalanya menunduk, baru pertama kali ini ia seperti itu. “Tolong bantu aku.”


“Berdiri, aku tidak mau kau bersimpuh.” Geraldine masih belum mau luluh.

__ADS_1


Gerald mengeluarkan decakan, sudah menurunkan harga dirinya pun masih belum mendapatkan bantuan. “Lalu, aku harus bagaimana supaya kau mau membantuku?” Dia kembali duduk di hadapan kembarannya.


“Coba kau menangis, keluarkan air mata kesedihanmu supaya aku tahu kalau kau benar-benar tak ingin berpisah dari Cathleen.” Geraldine menaikkan sebelah alis. Dia menantang pria yang masih saja bisa menunjukkan wajah dingin ketika ada masalah.


Tangan Gerald mengepal kuat, menangis adalah hal yang sangat sulit dilakukan. “Fine, akan ku lakukan.”


Geraldine dan Roxy memeperhatikan wajah pria yang sedang mencoba memohon pertolongan itu. Masih belum nampak ada bulir bening yang menerjang keluar dari mata. Bahkan sampai sepuluh menit berlalu pun masih tidak ada tanda-tanda kesedihan.


Mulut Geraldine menguap, mulai bosan menanti. “Sulit, ya? Jelas, karena kau tidak sedih dengan perpisahanmu dan Cathleen.” Ia mengambil tas dan segera berdiri. “Ayo, Roxy, kita pergi. Jangan sia-siakan waktu untuk menanti.”


Roxy mengikuti Geraldine, keduanya perlahan menjauh tapi sengaja langkah dipelankan. Masih memberikan kesempatan pada Gerald untuk membuktikan kalau pria itu sungguh bersedih karena hendak diceraikan.


...*****...

__ADS_1


...Sini Ge, ku bantu colok matanya, siapa tau terus bisa nangis...


__ADS_2