
“Cath, kita keluar saja, ya? Selagi perusahaanmu masih sepi, nanti kau banyak ditanya orang jika ada karyawanmu yang masuk ke sini dan melihat kondisimu yang sedang kacau,” bujuk Edbert seraya mengusap lembut puncak kepala Cathleen. Meskipun pelukannya tak dibalas, tapi ia tak masalah. Kalau dahulu selalu memaksa untuk dibalas, kali ini ia tidak.
Cathleen mengangguk, ia tak mau dilihat banyak orang, apa lagi ketika sudah bekerja pastinya ada saja karyawan yang datang untuk memberikan laporan.
Edbert melepaskan jaketnya, menutupi kepala Cathleen hingga ke wajah wanita itu. “Aku tutupi, ya? Siapa tahu sudah ada yang datang,” izinnya.
Cathleen hanya menjawab dengan anggukan tanpa suara.
Edbert menuntun Cathleen dengan merangkul wanita pujaannya. Dia sebagai penunjuk jalan karena Cathleen terus menunduk dan sudah ada beberapa karyawan yang mulai masuk.
“Pakai mobilku saja, ya?” Ini aneh, Edbert biasanya pemaksa, tapi sekarang selalu izin terlebih dahulu. Dan tentu saja dijawab anggukan kepala oleh Cathleen karena wanita itu memang ingin sekali menyegarkan pikiran.
Edbert memasukkan Cathleen ke dalam mobil, lalu ia memutari kendaraan roda empat itu untuk masuk ke bagian kursi kemudi. Tidak menunggu waktu lama, dia langsung menginjak gas.
“Kau mau ke mana? Pulang ke mansion? Aku akan antarkan,” tawar Edbert. Suara pria itu mengalun sangat lembut.
Gelengan kepala sebagai jawaban. Cathleen masih enggan mengeluarkan suara karena tenggorokan terasa tercekat.
Edbert yang melihat jawaban berupa isyarat itu menghela napas pelan. “Lalu, kau mau ke mana?”
__ADS_1
Kali ini Cathleen menjawab dengan kedikan bahu karena ia sendiri pun tak tahu.
“Bagaimana kalau ke danau? Mungkin kau bisa lebih tenang saat melihat air,” tawar Edbert. Ia berusaha keras untuk menghibur dan menenangkan Cathleen.
“Boleh.” Akhirnya Cathleen mengeluarkan suara juga walaupun singkat.
Edbert melajukan kendaraan menuju sebuah danau yang ada di Taipalsaari, daerah itu harus menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam tiga puluh menit.
“Tidur saja kalau kau lelah, aku akan menjagamu, percaya saja padaku,” bujuk Edbert seraya mengusap puncak kepala Cathleen penuh kelembutan. Wajah sangarnya juga kini mulai mengulas senyum.
Cathleen memang mengantuk setelah menghabiskan stock air mata. Akhirnya dia memejamkan mata, sampai tak terasa kalau mobil sudah sampai di tempat tujuan.
Lumayan lama juga Edbert menunggu Cathleen sampai bangun sendiri. Untung saja sebelum sampai di danau, dia sudah membeli makanan dan minuman.
Sembari menunggu, Edbert bermain ponsel untuk mengontrol pekerjaan yang sedang dihandle oleh Bene, sekretarisnya.
“Engh ....” Lenguhan dari suara seorang wanita yang terdengar lembut pun membuat Edbert segera mematikan layar ponsel.
“Kau sudah bangun?” Sebenarnya pertanyaan yang tidak perlu dijawab, sudah jelas jawabannya karena Cathleen telah membuka mata lebar.
__ADS_1
Tapi, namanya juga Cathleen, orang bertanya basa-basi saja masih dia tanggapi. “Hm ... apakah aku lama sekali tidurnya?”
Edbert melihat jam tangan di pergelangan. “Kurang lebih lima jam kau tidur.”
Cathleen mengucek mata yang terasa masih lengket dan berat. Sepertinya mulai sembab. “Sudah lama sampai di sini?” tanyanya seraya melepas seatbelt.
“Satu jam lalu.” Edbert mengambilkan air mineral yang disimpan di kursi belakang. Ia membukakan tutupnya terlebih dahulu, lalu menyodorkan pada Cathleen. “Minum dulu, agar tenggorokanmu tidak kering.”
“Kenapa kau tak membangunkan aku?”
“Siapa tahu dengan tidur bisa membuat suasana hatimu lebih baik. Jadi, aku tak mengganggumu.” Edbert semakin menaikkan botol karena sejak tadi tak segera diterima oleh Cathleen. “Ini tidak ada racun atau obat-obatan lain, tak perlu takut.”
Cathleen sebenarnya merasa aneh dengan perlakuan Edbert. Pria itu berubah, tidak pemaksa, bahkan sekarang lebih lembut dan perhatian. Dia menerima botol air mineral tersebut dan meneguk secara perlahan hingga tenggorokan yang kering terasa lebih enakan.
“Sekarang kau banyak perubahan, Ed. Apakah infeksi lambungmu membuat kau tidak emosional lagi?” tanya Cathleen seraya memberikan botol ke Edbert.
...*****...
...Ayo Cath, tentukan pilihanmu, mau Gege yang CLBK (Cinta Lama Belom Kelar), atau sama Ee pake D bukan K yang mau mulai berubah? Jangan maruk, aku juga mau atu! Mentang-mentang cakepan kamu daripada aku, terus aku gak disisain...
__ADS_1