Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 46


__ADS_3

Kedatangan Edbert membuat mata Cathleen membulat. Bahkan tangan yang sedang memegang mouse itu pun terlihat gemetar. Ia tak menyangka kalau pria yang sudah dianggap tak memiliki hubungan apa pun dengan dirinya itu masih berani dan nekat untuk menemuinya di perusahaan.


Cathleen pikir dengan menikah bersama pria yang sama-sama kekar dan berani, bisa membuat Edbert menyerah. Ternyata sama saja pria itu masih nekat menginjakkan kaki di hadapannya.


“E—Edbert?” Cathleen sampai terbata-bata saat memanggil nama pria yang cukup mengerikan itu.


“Ya, ini aku, Sayang.” Edbert semakin mengayunkan kaki mendekati sang kekasih.


“A—ada apa kau ke mari?” tanya Cathleen seraya menggelengkan kepala untuk memberikan isyarat supaya pria itu tidak mendekat.


Edbert menarik sebelah sudut bibir, memperlihatkan kalau dia tidak peduli dengan isyarat Cathleen. “Memangnya tak boleh kalau berkunjung ke perusahaan kekasihku?” Ia berhenti tepat di dekat Cathleen.


“Sekarang aku istri orang, Ed. Jangan sembarangan menemui yang bukan milikmu lagi,” peringat Cathleen dengan tubuh dan suara yang bergetar. Rasa takut menyelimuti dirinya saat ini.

__ADS_1


“Memangnya siapa yang mengatakan kau istri setan?” Edbert justru masih menanggapi dengan santai. Tangannya mengusap puncak kepala Cathleen saat mengucapkan kalimat tersebut.


“Ed, kau harus ingat, aku bukan kekasih dan milikmu lagi!” Cathleen mencoba memegang tangan Edbert yang ada di atas kepalanya. Pria itu tidak mengusap secara halus, tapi tangan Edbert terasa jelas sengaja ditekan saat menyentuh kepalanya.


“Sampai kapanpun, kau tetaplah milikku!” tegas Edbert dengan intonasi yang mengandung sebuah keyakinan.


Cathleen menggelengkan kepala. “Tidak, kau sakit, Ed. Pikiranmu sepertinya sudah terganggu.”


Alis Edbert yang terangkat sebelah itu membuat Cathleen menjadi berdebar. Sialan memang, perasaannya campur aduk saat ini, takut dan merasa bersalah menjadi satu. “Turun, Ed, kau berat.” Ia mencoba mendorong tubuh pria kekar itu agar menjauh.


“Sesuai keinginanmu.” Edbert memang turun dari pangkuan Cathleen, tapi pria itu menarik paksa tangan sang kekasih, membawa orang yang dia cintai menuju sofa.


Edbert menghempaskan diri terlebih dahulu di atas tempat duduk yang empuk dan nyaman itu. Dengan kasar, ia menarik Cathleen hingga terjatuh di pangkuannya. “Sekarang kau tak akan berat lagi, Sayang.”

__ADS_1


Tangan Edbert mencengkeram pinggul Cathleen supaya wanita yang terus memberontak itu tak bisa menjauhkan diri.


Cathleen sampai menitikan air mata, menghadapi dan menghindari Edbert ternyata tidak semudah yang dia pikirkan. “Tolong jangan seperti ini, Ed. Aku takut denganmu.” Ia sampai menunduk karena tak dibiarkan melepaskan diri dan harus berakhir pasrah duduk di pangkuan pria itu.


“Aku tidak menggigitmu, Sayang, tidak perlu takut.” Dengan tangan sebelah, Edbert mengusap pipi Cathleen untuk menghilangkan jejak basah di wajah cantik kesukaannya.


“Tolong bebaskan aku, Ed. Terimalah kenyataan bahwa kita tak akan mungkin bersama lagi. Aku sudah memiliki ikatan dengan suamiku,” pinta Cathleen dengan segenap ketulusan hati.


“Kau dan pria itu tidak berjanji atas nama Tuhan, kalian hanya terikat secara negara. Itu artinya, kalian bisa bercerai dengan mudah,” ucap Edbert.


...*****...


...Dahlah Cing kucing, balik ke penjara Edbert aja sono. Percuma kamu kabur, kalo sipirnya bisa nangkep dengan mudah...

__ADS_1


__ADS_2