
Setelah makan malam, Tuan Dominique mengajak semua anggota keluarganya untuk berdiskusi. Dia ingin melakukan sebuah rencana untuk membuat Gerald bisa lebih menghargai orang yang ada di sekitar, bukan yang sudah menghilang dan tak kunjung ditemukan. Tentu saja penguasa bisnis di Eropa itu mulai jengah dengan kelakuan keponakan yang tidak bisa menerima kenyataan sesungguhnya.
“Cath, kau tak mau ikut dengan kami?” tanya Alceena saat melihat kembarannya justru tetap berada di ruang makan.
Cathleen mengulas senyum diiringi gelengan kepala. “Tidak, suamiku belum makan. Aku ingin membawakan makanan ke tempatnya,” jawabnya seraya meletakkan hidangan yang ada ke atas piring.
“Cath, kau itu sudah diperlakukan kurang baik oleh Gerald, tapi tetap saja mau mengurus pria itu. Hatimu terbuat dari apa sampai kau kuat bertahan hidup dengan orang seacuh dia?” Alceena sampai tak habis pikir dengan kesabaran kembarannya yang belum habis sampai sekarang.
Padahal menghadapi Edbert yang jelas mencintai Cathleen, wanita itu sampai angkat tangan karena tidak kuat. Sekarang justru hidup bersama dengan orang yang tidak mencintai Cathleen, justru wanita itu berjuang mati-matian demi mendapatkan hati Gerald. Sungguh spesies yang aneh.
__ADS_1
“Diluar saja dia terlihat acuh. Tapi, saat aku sakit, dia merawatku sampai sembuh. Memang ku akui kalau Gerald tak seromantis suamimu. Setidaknya, dia tidak kasar seperti Edbert,” jelas Cathleen. Dia memuji kebaikan Gerald, tidak membenarkan keburukan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
Alceena menghela napas. Sepertinya Cathleen memang sudah jatuh cinta pada sepupu iparnya. Ia memberikan tepukan di pundak saudari kembarnya sebanyak tiga kali. “Yasudah, aku menyusul yang lainnya. Kalau Gerald macam-macam denganmu, aku akan pasang badan paling depan untuk menghajarnya.”
Celotehan Alceena tentu saja membuat Cathleen terkikik. “Kau itu sudah punya anak dan suami, tapi masih saja tetap bar-bar. Yang anggun sedikit.” Telunjuknya menoel dagu istri dari seorang pria yang dahulu pernah dia sukai. “Pantas saja kau turun tahta dari predikat seorang primadona, ternyata sekarang kau sudah tak seanggun dahulu,” kelakarnya.
Cathleen berusaha untuk merubah topik pembicaraan supaya tidak berfokus pada menjelekkan suaminya. Mau bagaimanapun sifat Gerald dan hubungan mereka yang tak baik, tapi Cathleen berusaha membuat suaminya tidak dibenci oleh banyak orang, apa lagi keluarganya.
Kalau anggota keluarga Dominique, Giorgio, dan Pattinson sedang melakukan rapat penyusunan misi untuk membuat Gerald sedikit merubah sifat acuh, serta bisa mulai menerima pernikahan yang sudah terjadi. Cathleen justru membawa nampan berisi hidangan pembuka, utama, dan penutup, tak lupa minuman.
__ADS_1
Cathleen naik ke lantai empat di mana Gerald berada, menggunakan lift untuk mempermudah dirinya agar tak lelah. Ia masuk begitu saja ke dalam ruang games. Di sana sang suami masih asyik berada di depan komputer besar.
“Dia sampai lupa waktu kalau sudah bermain game,” gumam Cathleen.
Wanita yang berstatus sebagai istri dari Gerald Gabriel Giorgio itu mendekati sang suami. Dia tidak berani mengeluarkan suara. Cukup meletakkan nampan di meja samping Gerald, lalu menarik kursi untuk ikut melihat bagaimana pria itu memainkan game online yang setiap hari pasti ganti terus yang dimainkan.
...*****...
...Masih aje lu Cing ngarep si Gege bisa cair. Itu salju abadi oiii!!! Udahlah, berhenti aja perhatiin si Gerald, percuma kamu berusaha, yang ada capek doang, berhasil mah kaga. Abis ini palingan kamu diomeli karena ganggu dia lagi main game...
__ADS_1
...Ayolah taruhan, si Cath diomelin apa enggak sama Gerald?...