Trap Mr. Coldhearted

Trap Mr. Coldhearted
Part 81


__ADS_3

Gerald santai saja keluar dengan kondisi tubuh yang tertutup handuk di area pinggul hingga atas lutut. Bahkan saat mengayunkan kaki pun pria itu nampak tak canggung mendekati istrinya yang sangat dia sadari sedang menatapnya tak berkedip.


“Ini pakaian gantiku?” tanya Gerald seraya mengambil tiga potong kain yang ada di atas ranjang.


Mendengar sang suami mengajak bicara, Cathleen pun segera berkedip setelah menikmati keindahan yang sangat menyegarkan mata. “Iya itu untukmu, apa kau suka dengan pilihanku?”


“Aku tidak terlalu pemilih dalam hal fashion.” Gerald mencampakkan baju yang tadi dia pegang ke atas ranjang. Tangan pria itu hendak melepaskan lilitan handuk.


“Wait.” Cathleen yang tengah duduk di ranjang pun memegang tangan Gerald yang berdiri di hadapannya tapi sedikit ke samping.


“Apa?” tanya Gerald. Dia tidak melepas paksa tangan Cathleen yang menyentuh salah satu bagian tubuhnya, justru membiarkan wanita itu memegang dirinya. Tapi mata menatap ke arah sang istri yang masih setia bertahan dengan segala sifat buruknya.


“Kau mau melepaskan handukmu di sini?” tebak Cathleen dengan mendongak ke atas supaya bisa melihat wajah suaminya.


“Iya.” Barulah Gerald menarik tangan Cathleen dengan kekuatan pelan hingga terlepas dari tangannya yang tadi dicekal oleh wanita itu.

__ADS_1


“Kau tidak mau berganti di kamar mandi saja? Di sini ada aku, apa kau tak malu jika ku lihat?” Cathleen memberikan ide karena selama pernikahan, tidak pernah melihat suaminya polos di depan matanya.


“Memangnya kenapa? Terserah aku mau berganti di mana. Kalau kau tak suka melihat tubuhku, kau saja yang keluar.” Tanpa malu, Gerald meloloskan handuk hingga membuatnya polos.


Cathleen sampai melongo menghadapi suaminya yang tetap santai berpolos ria di depan matanya. Tapi dia pun tidak keluar atau berkedip sedikit pun. Justru menunggu Gerald sampai selesai memakai dalaman, celana pendek, dan juga kaos.


Gerald justru menatap aneh pada Cathleen. Tidak suka, tapi dilihat juga. “Tutup mulutmu, dan jangan memandangku seperti itu! Ini bukan kali pertamamu melihat tubuhku tanpa memakai sehelai benang pun.” Dia mengeluarkan sebuah perintah seraya menaikkan dagu istrinya hingga mulut Cathleen tertutup kembali.


Benar juga apa yang dikatakan Gerald, ini adalah kali kedua Cathleen melihat tubuh suaminya. Hanya saja dalam kondisi berbeda. Yang pertama saat dirinya menjebak pria berhati dingin itu, dan ini kedua kalinya.


Gerald bukan pergi untuk keluar dari kamar, dia hanya mengembalikan handuk ke kamar mandi dan langsung kembali lagi. “Secara negara, kau istriku,” balasnya dengan sangat santai seraya menghempaskan tubuh ke atas ranjang untuk istirahat sebentar.


Bibir Cathleen mengulas senyum, hatinya menghangat karena untuk pertama kalinya Gerald mengakui statusnya sebagai istri. Dia pun sedikit memutar tubuh supaya bisa memandangi sang suami yang sudah memejamkan mata.


“Kau mau tidur dengan kondisi rambut basah?” tanya Cathleen.

__ADS_1


“Hm, aku malas meminjam hairdryer ke Geraldine.” Gerlad membalas tanpa membuka kelopak mata.


“Aku membawa pengering rambut, mau aku bantu keringkan?” tawar Cathleen. Bisa sedikit lebih dekat seperti ini saja sudah membuatnya senang.


“Terserah.”


Cathleen tentu saja langsung berdiri untuk mengambil hairdryer di dalam koper. “Tunggu sebentar, jangan tidur dulu. Aku keringkan rambutmu agar tak pusing.” Dia berbicara seraya mencari keberadaan benda yang pasti selalu dibawa ketika bepergian.


...*****...


...Au ah Ge, susah banget memahami manusia seperti kamu. Aku menyerah, lebih mudah memahami Ayang Dariush, tapi sayangnya dia udah bucin akut sama si rambut singa. Jadi, aku sama siapa dong?...


...*****...


...Baca yuk say karya temen aku, judulnya Suamiku Autis oleh author Defri yantiHermawan17...

__ADS_1



__ADS_2