
Edbert bahkan tidak memasang foto Cathleen hanya sebagai wallpaper komputernya saja. Semua barang elektronik miliknya, pasti ada wajah wanita yang sangat memenuhi hatinya.
Setiap sudut mansion Grisham pasti ada bingkai berisi cetakan wajah Cathleen. Bahkan dia juga memasang layar digital sangat besar di lobby perusahaan hanya untuk wajah kekasih hatinya itu. Sebab, Edbert ingin selalu ingat Cathleen.
Bisa dikatakan kalau Edbert sudah overdosis cinta pada Cathleen, sampai dia tak bisa merelakan wanita itu menjalani hidup kalau tidak bersama dirinya.
Ruangan Edbert ada yang mengetuk dari luar. Dan itu membuatnya berdecak karena mengganggu dirinya yang sedang mengobrol bersama foto sang kekasih. “Masuk!” serunya dengan suara menggelegar.
Pintu pun terlihat terayun ke dalam, menampakkan sosok pria yang tak lain adalah sekretaris Edbert. Ia membungkukkan kepala sebagai permintaan maaf sudah mengganggu. “Tuan, ada orang yang mencari Anda,” beritahunya.
“Siapa?” tanya Edbert tanpa mengalihkan pandangan dari wajah Cathleen.
“Agen rahasia yang kau minta.”
__ADS_1
“Perintahkan masuk.”
“Baik.” Sekretaris Edbert pun keluar sebentar dan tak lama kembali lagi dengan seorang pria berpakaian santai tapi serba hitam.
Edbert baru mengalihkan pandangan ketika melihat orang yang sangat ditunggu sejak beberapa bulan ini akhirnya bisa datang menemuinya. “Silahkan duduk.” Ia menunjuk arah sofa.
Edbert pun ikut berpindah ke sofa untuk melakukan perbincangan serius. Tapi, sebelum dimulai, ia melirik ke arah sekretarisnya. “Untuk apa kau masih di sini? Keluar!” titahnya dengan wajah yang tidak bersahabat.
“Baik, Tuan.” Sekretaris Edbert pun meninggalkan ruang CEO. Tahan banting sekali yang bisa bertahan bekerja dengan Edbert, padahal sering dimarahi semenjak Edbert ditinggal menikah dan menjadi sosok yang lebih mudah marah padahal hanya karena hal-hal kecil.
“Langsung saja pada intinya, apa yang ingin kau cari tahu?” Agen rahasia yang tidak pernah menyebutkan namanya itu mengajukan pertanyaan. Tidak senang basa-basi dan selalu menuju pada pokok permasalahan.
“Aku ingin kau mencari tahu tentang seseorang,” jawab Edbert. Ia duduk sangat angkuh dengan menyilangkan kaki dan kedua tangan yang diletakkan pada bagian sisi kanan kiri sofa. Sudah seperti bos besar saja pria itu, walaupun memang iya.
__ADS_1
“Siapa? Dan berikan padaku fotonya.”
“Wait.” Edbert berdiri dan berpindah ke depan meja kerja. Dia mencari foto Gerald di media sosial ataupun google. Sebab, ia tak menyimpan wajah pria yang menjadi rivalnya tersebut.
Untung saja Gerald adalah salah satu anggota keluarga dari pebisnis terkenal di Eropa, jadi sangat mudah untuk mencari wajah pria tersebut.
Edbert mencetak foto Gerald yang menunjukkan sebatas kepala saja. Ia langsung kembali duduk dan melemparkan selembar wajah rivalnya ke meja tepat di hadapan agen rahasia. “Itu orangnya, namanya Gerald Gabriel Giorgio.”
Pria yang bekerja sebagai agen rahasia itu melihat ke arah kertas yang diberikan padanya dengan cara tak sopan. Meskipun seperti itu, dia tidak sakit hati atau marah. Memang sudah risiko pekerjaannya adalah bekerja untuk orang dengan berbagai sifat dan sikap. Ia mengambil cetakan foto itu. “Apa saja yang ingin kau ketahui?”
“Apa saja, semua seluk beluknya, rahasia, masa lalu, pokoknya aku ingin tahu mengenai hidupnya mulai dari hal terkecil sampai besar,” jelas Edbert.
...*****...
__ADS_1
...Untung kamu gak kejang-kejang Ed karena overdosis cinta...