
Liora menghampiri Cakra yang tengah berdiri di balkon kamar mereka. Laki-laki tampan tersebut tengah menikmati pemandangan laut dengan langit yang mulai memancarkan warna jingga karena matahari yang hampir terbenam.
"Mas manggil aku?" tanya Liora berdiri di samping suaminya.
Cakra langsung menoleh dengan senyuman di wajahnya. Menarik Liora agar berdiri dihadapannya lalu dia memeluk dari belakang.
"Kamu pasti lelah karena ibu-ibu Sayang. Makanya mas nyuruh kamu ke kamar," ucap Cakra menumpu dagunya di pundak sang istri.
"Sama sekali nggak lelah mas, senang malah. Meski ada rasa sakitnya dikit," jujur Liora.
"Sakit?"
Liora mengangukkan kepalanya. "Sakit karena tahu mereka baik sama aku karena sekarang aku istri Mas. Tapi nggak papa aku senang karena nggak ada yang bakal hina-hina aku dan anak kita lagi Mas."
Liora langsung membalik tubuhnya dan mengalungkan tangan di leher sang suami. "Makasih mas atas kejutan dan perayaan ulang tahunnya, aku senang banget."
Cup
Cakra mengecup bibir Liora. "Terimakasihnya nanti aja Sayang, dan tentu saja dengan benar. Sekarang kamu harus istirahat karena jam 7 nanti, MUA bakal rias lagi dan ganti gaun."
__ADS_1
"Gaun?" Kening Liora saling bertaut karena bingung.
Entah apa lagi yang akan suaminya lakukan sekarang. Kejutan siang tadi sudah membuat Liora sangat bahagia dan merasa paling beruntung. Dan sekarang ada lagi?
"Hm, kita akan mengadakan resepsi sekaligus foto keluarga untuk kita berlima, sama baby boy di perut Mama," ucap Cakra mengelus perut buncit istrinya.
"Boleh nangis nggak sih Mas? Terharu aku dimanja kayak gini." Mata Liora mulai berkaca-kaca, aungguh dia tidak akan menyangka akan mendapatkan kebahagian seperti ini.
"Nggak boleh ada air mata yang keluar nyonya Aleksander. Ayo cepat cuci muka, ganti baju dan istirahat dulu."
Liora mengangguk patuh, segera melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar.
Untung saja masih ada dalaman di dalam tubuhnya, meski itu terlihat sangat seksi.
Dia keluar hanya menggunakan handuk sebatas paha, menghampiri Sang suami yang tengah duduk di kursi sudut ruangan. Kursi kerja yang terdapat di dalam kamar di lengkapi dengan meja juga rak buku di belakangnya.
Cakra merangcang itu agar bisa bekerja sambil mengawasi istrinya nanti.
"Mas, baju aku mana? Aku lupa bawa baju tadi ...."
__ADS_1
Cakra sontak tertawa, menghampiri sang istri. Dia menjawil hidung wanita cantik tersebut.
"Lupa suami kamu siapa hm?"
"Sombong," cibir Liora. Meski begitu tetap saja mengikuti langkah Cakra. Mulut Liora terbuka sempurna melihat sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
Ayolah ini seperti saja dia sedang berada di Kota. Bahkan rumah yang mereka tempati sekarang jauh lebih indah dan nyaman.
Ternyata ada pintu setelah keluar dari kamar mandi. Pintu yang langsung menuju walk in closet di belakang dinding ranjang mereka.
Di dalamnya sudah di penuhi oleh lemari-lemari yang menempel pada dinding. Semuanya telah lengkap seperti dia sedang berada di mall saja.
"Sayang, baju tidurnya ada di sebalah kiri lemari ini. Apa perlu mas bantu ganti baju, hm?" tanya Cakra menggoda.
"Ah sepertinya mas bakal waras hari ini, soalnya banyak tamu. Takut desah*an kamu ...."
"Mas Cakra!"
"Canda Sayang, ayo ganti baju terus baring-baring. Mas ke bawah dulu."
__ADS_1