
Cakra menyusul Liora ke kamar setelah memastikan putranya benar-benar tidur dan tidak rewel. Dia langsung mengunci pintu untuk segera melancarkan aksinya malam ini, yaitu membuat dedek untuk Liam.
"Liora?" panggil Cakra dengan sedikit pekikan. Laki-laki itu langsung melepas kemeja yang melekat pada tubuhnya.
Hari yang melelahkan baru saja dia rasakan bersama sang istri, dan malam ini akan semakin melelahkan untuk Liora dan menyenangkan untuknya.
Tidak mendapat sahutan apapun, Cakra segera mendekat ke kamar mandi. Di dalam sana terdengar gemircik air, membuat sudut bibir Cakra membentuk setengah lingkaran.
"Otw buka puasa," gumam Cakra melempar kemaja begitu saja, dia membuka pintu kamar mandi perlahan-lahan.
Pintu yang sengaja tidak di beri kunci sejak Villa di bangun. Sebab Villa tersebut di khususkan untuk liburan.
Cakra menelan salivanya kasar melihat pemandangan sangat indah. Tubuh polos Liora yang di tutupi busa-busa tipis membuat tubuhnya meremang seketika.
Dia berjalan mengendap-endap, sepertinya Liora terlalu serius sampai tidak menyadari keberaan Cakra.
"Kamu godain aku, hm?" bisik Cakra langsung memeluk Liora dari belakang.
Hal tersebut tentu saja membuat Liora terkejut. Wanita itu menelan salivanya susah payah, terlebih saat melihat tangan Cakra melingkar di perutnya hingga menghadirkan gelenyar aneh.
Rasa dingin yang sempat Liora rasakan, berubah hangat sebab pelukan sang suami.
"Ma-mas Cakra," gugup Liora tidak ingin berbalik, atau laki-laki itu akan melihat semuanya.
"Kenapa, Sayang?"
Liora mengeleng.
"Kamu sengajakan mancing aku, biar dapat jatah? Ayo ngaku!"
"Ng-ngak, pi-pintunya nggak bisa di kunci, makanya ak-aku. Mas lepasin, aku dingin," lirih Liora.
__ADS_1
Namun, Cakra seakan menulikan pendengarannya. Laki-laki itu mendaratkan bibir tebalnya di pundak Liora, bergerak sampai leher hingga menghadirkan geli yang membuat tubuh Liora bergetar hebat.
"Sayang?" panggil Cakra dengan suara serak seperti menahan sesuatu, dia menatap sayu pundak indah Liora.
Hanya sekali tarikan, kini tubuh Liora langsung menghadap Cakra. Tatapan keduanya bertemu. Liora dengan tatapan bingung, sementara Cakra sangat sayu.
"Boleh ya?"
"Tapi ... hmppp."
Kalimat Liora tenggelam dalam ******an yang di ciptakan Cakra. Wanita itu sedikit berjinjit untuk menyamai tinggi Cakra.
Cengkraman tangan Cakra meninggalkan bekas kemerahan di pinggang sang istri.
"Mas," lirih Liora dengan nafas tesengal-sengal. Dia baru saja lolos dari ciuman mematikan lelaki tampan di hadapannya.
"Udah kepalang Sayang." Cakra mengendong tubuh polos Liora menuju bathtub, kemudian mengisinya air dan menuangkan sabun sebanyak-banyaknya.
***
Sudah jam 7 pagi, tetapi Cakra engang meninggalkan tempat tidur. Laki-laki itu sibuk memandangi wajah cantik Liora yang tengah terlelap.
"Cantik banget istri Cakra," gumam Cakra menyingkap anak rambut wanita itu agar tidak menghalngi pandangannya.
"Perempuan kuat, apa lagi di atas ranjang." Cakra mengulum senyum, mengingat apa yang terjadi semalaman bersama sang istri.
Tidak cukup hanya di kamar mandi, keduanya kembali mengulangi di ranjang setelah istirahat.
Cakra meringis saat cubikan mendarat di dadanya.
"Sakit Sayang," rintih Cakra.
__ADS_1
"Makanya jangan asal ngomong, aku kuat karena di paksa," cemberut Liora. Sebenarnya wanita itu sudah bangun sejak tadi, tetapi urung beranjak sebab tulang-tulangnya terasa remuk.
"Jangan terlalu pelan mas," ledek Cakra menirukan suara Liora semalam.
Sontak wajah Liora memerah di buatnya, wanita itu segera bersembunyi di balik selimut.
"Gemes banget mamanya Liam." Cakra memeluk Liora yang terbungkus selimut.
Suara tawa mengema di ruangan itu karena candaan-candaan keduanya, hingga deringan ponsel menganggu momen romantis mereka.
Dengan wajah di tekuk, Cakra menjawab panggilan dari Eril.
"Ada penyusup Tuan. Tuan Muda Liam ...."
Tut
.
.
.
.
.
Kometar kalian semangat Author, jadi sering-seringlah berkomentar🤗🤗🤗
Follow untuk dapatkan info seputar novel Author🤗
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo