Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 65


__ADS_3

"Mas nggak bercanda 'kan?" tanya Liora. Wanita itu merangkak naik ke ranjang dan duduk tepat di samping Cakra.


"Nggak Sayang, sakit banget beneran. Hari itu di tendang sama Brian." Cakra terus meringis padahal dadanya tidak sakit sama sekali.


Ini semua dia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Liora. Jika Cakra tidak memainkan drama, jangan berharap bisa bermanja-manja setelah membuat kesalahan.


"Aku ambilin minyak kayu putih ya." Liora buru-buru turun ranjang dan menuju kamar Liam untuk mengambil minyak kayu putih, kemudian kembali lagi.


Raut wajah Liora tentu saja khawatir, apa lagi mimik wajah Cakra sangat meyakinkan. Wanita cantik itu langsung membalurkan minyak kayu putih ke dada Cakra, kemudian mengusapnya pelan-pelan.


"Sakit banget Mas?"


"Udah lebih mendingan Sayang, makasih ya."


Liora hanya menganggukkan kepalanya.


"Udah periksa ke dokter? Dokternya bilang apa?"


"Cuma di suruh istirahat."


Liora langsung melengkungkan bibirnya ke bawah. "Udah tau di suruh istirahat sama dokter, masih aja nekat ke luar kota cuma ngehindarin aku. Lain kali kalau buat kesalahan jangan gini!"


"Iya Sayang. Peluk dulu." Cakra merantangkan tangannya dengan senyuman, membuat Liora langsung berbaring dan membalas pelukan Cakra.


"Kalau sakit bilang biar aku rawat!"


"Iya."


"Sebenarnya tadi aku ada rancana buat ngelepas rindu sama Mas. Tapi karena dada mas sakit, jadi ditunda dulu." Liora tersenyum lebar, tapi tidak dengan Cakra.


Sungguh, kalau saja laki-laki itu tahu bahwa Liora akan memberinya jatah, tidak mungkin dia pura-pura sakit. Ini senjata makan tuan untuknya.


"Mas udah sembuh dikit kok. Gerak dikit-dikit nggak papa. Lagian yang nindih kan aku, kamu tinggal tiduran dan ...."


Pletak


Liora menyentil bibir Cakra cukup keras. "Giliran jatah ngomongnya nggak papa. Tidur, masih ada hari esok."

__ADS_1


"Dua kali lipat?" Cakra menaikkan alisnya.


"Tiga kali lipat Sayang. Udah tidur papanya Liam, aku ngantuk."


***


Seperti biasa, sebelum berangkat kerja, Cakra melakukan rutinitas hariannya. Yaitu membawa Liam keliling kompleks dulu agar tidak menangis.


Cakra lebih memilih telat datang ke kantor daripada harus membuat putra satu-satunya menangis.


Kini laki-laki tampan alis tebal itu berada di ruang kerjanya. Cakra mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja demi mengusir rasa bosan. Waktu seakan berjalan lebih lambat hari ini entah karena apa.


Senyuman yang sempat hilang setelah sampai di kantor kini kembali lagi setelah mendapat pesan dari istri tercinta.


Istriku: Liam mau ketemu katanya, nggak papa kan aku berkunjung Mas? Ini lagi di perjalanan sama Eril.


Me: Nggak papa Sayang, aku tunggu.


Usai membalas pesan dari Liora, Cakra meletakkan ponselnya, kemudian beranjak. Hal itu membuat Rocky yang tengah berdiri sejak tadi heran sendiri.


Cakra tadi uring-uringan karena mendapati karyawan yang tidak becus bekerja, tetapi sekarang malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.


Rocky sampai menutup hidung ketika Cakra menyemprotkan pengharum ruangan di segala penjuru ruangan, terlebih di ruangan pribadi milik laki-laki itu.


Tidak lupa Cakra merapikan jas juga rambutnya.


"Sudah keren?" tanya Cakra pada Rocky.


"Sudah Tuan."


"Memang seperti itu." Cakra kembali duduk di kursi kebesarannya.


Laki-laki itu ingin terlihat sempurna dan keren di mata Liora, sebab baru kali ini wanita cantik itu berkunjung ke perusahaan.


"Rokcy, apa kau sudah pernah melihat bidadari?" tanya Cakra tiba-tiba.


"Belum Tuan."

__ADS_1


"Apa kau mau melihatnya?"


Dengan ragu Rocky menganggukkan kepala walau sedikit tidak mengerti.


"Berbaliklah!"


Rocky sontak berbalik, bertepatan Eril membuka pintu dan mempersilahlan Liora dan Liam masuk.


Hampir saja Rocky tertawa setelah sadar dengan kalimat Cakra tadi. Jadi ini yang Cakra maksud bidadari? Sungguh laki-laki itu sangat bucin.


"Gimana?" tanya Cakra pada Rocky seraya mengendong Liam.


"Cantik Tuan," puji Rocky.


"Kau mau di pecat?" Cakra melayangkan tatapan tajam pada Rocky. "Diam-diam kau memperhatikan istriku 'kan? Sampai kau berani memujinya di depan saya!"


"Mmmppppp ... Bbbwaaaahhaa" Sekuat tenaga Eril menahan tawa, akhirnya keluar juga setelah melihat wajah kaget Rocky.


.


.


.


.


.


Komentar dan like kalian semangat Author


Follow untuk dapatkan info seputar novel AuthoršŸ¤—


IG: Tantye005


Tiktok: Istri sahnya Eunwoo


Babang Eril kayaknya minta di tampol sama Rocky dan Cakra😓

__ADS_1



__ADS_2