Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 137 - Hukuman untuk Cakra


__ADS_3

Setelah berhasil mengusir dua kesayangannya keluar dari kamar, Liora mulai membereskan kamar luas tersebut seorang diri tanpa meminta bantuan pada pelayan. Bukan karena ingin mandiri, tetapi bentuk marah yang dia perlihatkan pada Cakra. Liora yakin dengan dia membereskan semuanya sendiri padahal baru saja melahirkan, akan membuat Cakra merasa bersalah padanya, dan itu lah yang sangat Liora tunggu-tunggu sebagai hukuman untuk sang suami.


Wanita cantik itu terus mondar mandir mengambil bantal, merapikan ranjang juga meja rias yang terlihat seperti kapal pecah. Ada beberapa alat make up dan skincare Liora yang pecah. Seperti, serum, eyeshadow, juga blush on dan bedak padat. Yang aman hanya benda-benda yang tidak terlapis oleh kaca yang cukup tipis.


Dia mengusap keringat di keningnya setelah berhasil menyelesaikan semua. Wanita itu duduk di sisi ranjang sambil membawa botol minum di tangan. Liora telah meneguk isi dari botol itu hingga setenggah.


Sementara di tempat lain, yakni kamar sebelah. Cakra dan Liam duduk layaknya patung di pinggir ranjang. Tangan kekar Cakra mengenggam tangan putranya. Keduanya seakan-akan saling menguatkan dan bersiap mendapatkan amukan dari wanita yang mereka cintai.


Cakra menoleh ke samping untuk menatap Liam, bertepatan dengan itu pula Liam menoleh.


"Mama malah?" tanya Liam dengan raut wajah datarnya.


Cakra mengelengkan kepalanya sebagai jawaban, lantaran dia juga tidak tahu akan semarah apa istrinya nanti. "Papa tidak tahu, Nak. Intinya kita tidak boleh banyak tingkah malam ini," jawab Cakra layaknya bicara pada seorang teman. "Tunggu di sini! Papa ngintip dulu," ujar Cakra dan dijawab anggukan oleh Liam.


Cakra segera keluar dari kamar putranya, kebetulan dia berpapasan dengan salah satu pelayan yang baru saja keluar dari kamar utama. Cakra meencegah pelayan itu berlalu.

__ADS_1


"Kau, berhenti!" perintah Cakra dengan wajah datarnya.


Pelayan yang dipanggil segera berheti melangkah, dia membalik tubuhnya untuk menghadap sang majikan yang wajahnya akan selalu datar jika bicara dengan pelayan, berbeda jika bicara dengan Nyonya Alexander. Di mana senyuman pria itu akan terpahat indah disertai binar bahagia.


"Kau membantu istri saya membersihkan kamar?" tanya Cakra.


"Tidak, tuan. Nyonya Liora membersihkannya sendiri. Nyonya tidak mau dibantu oleh siapapun," jawab sang pelayan cepat.


"Lalu sekarang istri saya sedang apa?" tanya Cakra lagi.


"Tadi saya liat, nyonya sedang duduk di sofa saat mengantarkan kotak p3k."


Langkah Cakra memelan melihat Liora menunduk seperti memperhatikan sesuatu di bagian perut.


"Sayang?" panggil Cakra dengan nada manja.

__ADS_1


Liora yang mendengarnya segera mendongak. Tidak lupa meletakkan kotak P3k di atas meja, seakan memperlihatkan pada Cakra bahwa dia sedang tidak baik-baik saja usai membereskan kamar.


"Jahitan kamu kebuka?" tanya Cakra duduk di samping sang istri, tetapi Liora enggang untuk menjawab. "Sayang, jawab, Mas sudah bilang jangan bekerja terlalu berat, tapi malah membereskan kamar sendirian." Nada bicara Cakra kini terdengar cukup tegas.


Tetapi tidak membuat drama Liora berakhir. Wanita itu benar-benar ingin memberi suaminya pelajaran. Dia lelah mengurus si kembar, malah ditambah dengan kelakuan Liam dan Cakra, bagaimana tidak emosi?


"Aku tidak akan membereskan semuanya kalau suami dan putraku tidak membuatnya beratakan," jawab Liora. "Tidak mungkin bukan aku menyuruh pelayan? Padahal baru dibersihkan setelah si kembar mandi sore!" tanya Liora terkesan menyindir.


"Maaf," lirih Cakra. Pria itu meraih tangan Liora kemudian mengecupnya. "Mama Sayang, mas janji ini yang terakhir mas berantakin kamar. Tadi mas cuma hibur Liam yang terus cari Eril. Sayang, maafin ya?" pinta Cakra dengan wajah memelasnya.


"Nggak!"


"Liora sayang cintaku!" rengek Caka. Pria bringsut, memeluk lengan Liora seperti anak kucing.


"Tidur di kamar Liam!"

__ADS_1


"Nggak mau." Cakra mengelengkan kepalanya.


"Ya sudah, tidur di teras rumah," ucap Liora kemudian beranjak.


__ADS_2