Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 185 - Tespek


__ADS_3

Rasa haus yang semakin menggila dan aneh bagi Rocky membuat pria itu sulit beraktivitas dan malas makan. Bagaimana tidak, perut Rocky kembung karena air, sehingga makanan enggang turun untuk menyapa perut tersebut.


Pria itu kini bersandar pada kursi kebesarannya di ruang kerja. Dia seakan ingin gila menghadapi tenggorokannya sendiri.


"Ah sial, ada apa denganku?" tanya Rocky yang mulai pusing menghadapi dirinya sendiri. Dia ingin mengajukan cuti, tetapi tuannya baru tiba di kota sebentar malam, terlebih Rocky harus mengurus manajer yang dipecat oleh Zayn.


"Anda memanggil saya, Tuan?" tanya Ob yang baru saja masuk ke ruangan Rocky.


"Benar saya memanggil kamu. Tolong buang dus ini dan ganti dengan yang baru!" perintah Rocky sambil menunjuk dus botol air meneral yang isi botol kosong. Semua air itu telah masuk ke tubuh Rocky, sehingga dia sering berkunjung ke kamar mandi dan menghambat semua pekerjaan yang ada.


...


Jika Rocky sedang kewalahan menghadapi tenggorokannya yang terus merasa haus, maka berbeda dengan Alea yang tampak ceria. Wanita itu baru saja keluar dari kantor tempatnya bekerja lantaran jam kerja telah selesai. Dia berjalan sambil bersenandung, bukan pulang ke kontrakan, tetapi menuju apotek yang berada di seberang jalan.


Hari ini Alea memutuskan untuk memastikan apakah dia benar-benar hamil atau tidak, agar kedepannya dia bisa mengambil keputusan sebelum terlambat. Wanita itu melirik samping kiri dan kanan sebelum akhirnya menyeberang jalan. Dia mengambil napas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan sebelum akhirnya memasuki apotek yang tampak sepi.


"Selamat datang kak," sapa penjaga apotek pada Alea.


Tetapi yang di sapa pura-pura sibuk mencari ponselnya sambil berjalan mendekati penjaga tersebut. Dia berakting seolah-olah sedang menerima telepon dari seseorang.

__ADS_1


"Halo, tadi kamu minta dibeli in apa di apotek? Ini saya sudah di apotek."


"Oh tespek yang buat tes kehamilan itu ya? Siap-siap gampang mah itu, saya tidak mungkin malu kalau cuma membelikan kamu benda itu," ucap Alea sengaja mengeraskan suaranya.


Wanita itu segera menyimpan ponselnya dan menatap penjaga yang langsung menyerahkan tespek sambil tersenyum.


"Suara mbak terlalu besar saat menelepon tadi, jadi saya dengar," ucap gadis yang menjaga di sana.


"Ah ya, terima kasih sudah sigap. Maaf juga ya! Teman saya agak budek jadinya suara harus kencang." Alea langsung menerima tespek tersebut. "Berapa?" tanyanya.


"Dua puluh lima ribu kak."


Alea langsung menyerahkan uang pecahan dua puluh dan sepuluh ribu pada gadis di hadapannya. "Ambil saja kembaliannya," ucap Alea kemudian buru-buru pergi dari apotek tersebut sebelum ada yang mengenalinya.


Wanita itu memejamkan matanya sambil menunggu hasil di tespek tersebut keluar. Dia mengambil napas dalam-dalam dan mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya melihat benda persegi panjang itu. Perlahan-lahan Alea membuka matanya untuk mengintip. Matanya membola, bahkan sampai memanas setelah melihat hasil yang keluar dari tespek tersebut.


"Tidak mungkin!" teriak Alea sekencang mungkin.


...

__ADS_1


"Besok anda bisa datang ke perusahaan kami dan mendaftarkan diri pada HRD, kebetulan perusahaan kami sedang mencari manajer untuk ditempatkan di bagian pemasaran," ucap Rocky pada manajer yang telah ditendang oleh Zayn keluar dari perusahaan Z Group.


Andai saja mantan manajer tersebut tidak berpotensi, Rocky tidak akan menawarkan pekerjaan padanya. Tetapi setelah menyelidiki lebih dalam lagi, ternyata Zayn telah membuang sebuah berlian demi memungut batu kerikil yang belum kokoh.


"Terima kasih untuk tawaran pekerjaannya, Tuan. Saya akan datang besok," ucap mantan manajer Zayn dengan penuh senyuman.


Rocky hanya mengangguk sebagai jawaban, pria itu beranjak dari duduknya dan segera meninggalkan Cafe tersebut bertepatan sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Mengetahui panggilan itu dari orang suruhannya yang berada di bandung, dia langsung menjawab tanpa membuang banyak waktu.


"Ada apa?" tanya Rocky. Pria itu masuk ke mobilnya dan duduk dengan tenang sambil memperhatikan orang yang sedang berlalu lalang di parkiran.


"Tuan, saya baru saja melihat nona Alea ke apotek membeli sesuatu," ucap seseorang di seberang telepon.


"Kau tahu apa yang dia beli?" tanya Rocky lagi.


"Tespek, Tuan."


Deg, jantung Rocky seakan berhenti berdetak mendengar nama benda yang baru saja Alea beli. Ini sama sekali tidak ada dalam bayangannya sebelumnya.


"Apa kau tahu hasilnya bagaimana?"

__ADS_1


"Tidak, Tuan."


"Dasar bodoh! Tetap pantau dia sampai kau bisa memastikan sesuatu!" perintah Rocky dengan suara tegasnya.


__ADS_2