Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Pqrt 156 ~ Alea pergi


__ADS_3

Suara tangisan balita yang mengema di dalam apartemen tersebut, membuat pemilik Apartemen perlahan-lahan membuka kelopak matanya. Pria itu memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing karena mabuk semalam, belum lagi suara tangisan Arumi subuh-subuh buta sudah terdengar. Rocky mendengus, segera bangun dari tidurnya dan terkejut mendapati tubuhnya tidak mengenakan apapun.


"Apa yang terjadi?" gumam Rocky. Pria itu berjalan memungut pakaiannya yang berserakan kemudian membawanya ke kamar sambil mengingat-ingat apa yang terjadi. Pria itu mandi dan berpakaian rapi sebelum akhirnya menemui Arumi yang menangis. Dia sangat santai, lantaran mengira Arumi akan ditangani oleh nani barunya.


Namun, kening Rocky mengerut ketika berhasil membuka pintu kamar dan tidak menemukan gadis itu di dalam kamar, yang dia lihat hanya Arumi yang menangis di ranjang. "Apa yang saya lakukan semalam?" gumam Rocky.


Sampai saat ini pria itu belum mengingat dengan pasti apa yang dia lakukan semalam. Tidak ingin terlalu terbebani, akhirnya dia mengendong Arumi yang sedang menangis. Pempers balita itu telah penuh mungkin juga lapar karena tidak diasuh oleh siapapun. Dengan sabar Rocky mengganti semua yang ada di tubuh Arumi, kemudian membawanya ke dapur untuk makan sesuatu meski matahari belum terlihat.


Sambil menyuapi Arumi yang mulai tenang, Rocky memaksa otaknya untuk mengingat apa yang terjadi kenapa Alea tiba-tiba menghilang padahal sebelumnya sangat ingin bekerja di sana. Rocky menjatuhkan sendok makan Arumi ketika berhasil mengingat semuanya. Dia memukul-mukul kepalanya dan menyumpah serapahi dirinya yang telah bersikap layaknya hewan yang tidak punya otak.


"Sial, saya telah menodai anak gadis seseorang," gumam Rocky.


Pria itu langsung menghubungi seseorang yang mungkin bisa membantunya dalam hal ini, setidaknya mengurangi pekerjaan yang sejak kemarin sudah menumpuk dan belum selesai-selesai.

__ADS_1


***


Jika Rocky terpaksa bangun karena tangisan balita mengemaskan, maka berbeda dengan Eril yang bangun suka rela karena dua makhluk kesayangannya juga sudah terbangun. Pria itu sedang melakukan ibadah di ruangan lain, sementara di kamar, Rahma tengah sibuk mengajak putranya bicara dan sesekali bersholawat. Atensi wanita berhijab itu teralihkan pasa benda pipih suaminya yang terus bergetar berulang kali.


Rahma mengintip sedikit untuk mengetahui siapa yang menelpon. "Kak Rocky?" Rahma membaca nama kontak tersebut. Dia bergerak hendak meraih benda pipih Eril, tetapi urung saat mendengar pintu kamar berdecit.


"Mas, ada yang menelpon. Sepertinya sangat penting," ucap Rahma pada suaminya.


"Benarkah?" Eril berjalan menuju meja untuk mengambil ponselnya tanpa mengganti sarung yang kini melilit di pinggang. "Kenapa tidak menjawabnya? Ini dari kak Rocky," ucap Eril. Pria itu segera menjawab panggilan dari kakaknya. Jika boleh jujur dia senang Rocky mau menghubunginya setelah lama bersikap seolah orang asing.


"Apa kamu bisa mengasuh Arumi untuk beberapa hari? Saya sangat sibuk dan tidak ada nani di rumah."


"Bukannya ada nani baru yang ...."

__ADS_1


"Dia sudah pergi!" potong Rocky.


"Tunggu sebentar, Kak." Eril langsung membisukan panggilannya kemudian menatap Rahma yang sejak tadi memperhatikan. Sebenarnya pria itu sedikit tidak enak mengutarakan keinginan kakanya, terlebih Rahma baru saja melahirkan dan mempunyai bayi yang harus diurus.


"Kenapa, Mas? Apa panggilannya sudah selesai? Kak Rocky baik-baik saja?" tanya Rahma.


"Eum, anu ...Rahma. Kak Rocky bertanya, apa kamu bisa merawat putrinya yang berusia 1 tahun lebih? Naninya sedang cuti karena ada keperluan mendadak."


Rahma tersenyum lebar dan itu semua diluar espektasi Eril sebelumnya. "Kenapa tidak? Aku suka anak kecil, Mas."


"Tapi kamu nanti akan kerepotan mengurus keduanya."


"Tidak, Arhan masih bayi dan belum bisa gerak ke sana kemari, jadi aku bisa membagi waktu. Bawa saja ke rumah ini, aku akan merawatnya." Rahma terlihat antusias menjawab pertanyaan Eril, dan itu membuat Eril merasa lega.

__ADS_1


Memang pilihan satu-satunya hanya Rahma, karena tidak mungkin Arumi di bawa ke kediaman Alexander, sementara di sana hubungan Cakra dan Liora masih kacau dan mempunyai Liam yang aktifnya bukan main.


__ADS_2