
Alih-alih pulang kerumah untuk istirahat dan mempersiapkan tenaga agar besok lebih bugar lagi. Rocky malah melajukan mobilnya tidak tentu arah hanya untuk mencari tahu kemana Alea berada. Meski sering kali bersikap dingin, dia tidak akan tenang sebelum meminta maaf pada gadis yang tidak bersalah itu. Rocky sangat membenci pria yang tidak bertanggung jawab dan bren*gsek, tetapi dia malah menjadi salah satu dari mereka hanya karena sebuah minuman haram yang selalu membuat kerusakan di dunia.
Laju mobil hitam itu semakin memelan di jalanan cukup sepi seiring pergerakan tangan Rocky yang sedang mendial kontak seseorang. Pria itu menghubungi nani Arumi sebelumnya untuk bertanya, di mana tepatnya Alea tinggal jika saja tidak diterima di rumahnya. Pria itu bernapas lega ketika panggilannya dijawab oleh wanita paruh baya yang berada di seberang telpon.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya wanita paruh baya di seberang telpon.
"Apa kau tau gadis bernama Alea itu ke mana? Dia pergi membawa uang saya sejumblah puluhan juta!" tanya Rocky. Alih-alih mengaku mencari Alea karena ingin meminta maaf, dia malah menuduh gadis itu mencuri uang.
"Me-mencuri? Maafkan saya, Tuan. Saya tidak tahu kalau keponakan saya akan mencuri uang, Anda. Untuk saat ini Alea tidak punya tempat tinggal yang pasti, dia sering pindah-pindah karena ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu." Suara di seberang telpon terdengar bergetar, seolah ketakutan pada Rocky.
"Orang tua?"
"Kakak saya dan istrinya telah meninggal, Tuan."
Rocky menghela napas panjang mendengar fakta tentang Alea. Ternyata gadis itu sama saja dengannya, hidup lontang-lantung tanpa orang tua. Namun, keberuntungan masih berpihak pada Rocky karena bertemu dengan papa Cakra yang bersedia menyekolahkannya tinggi-tinggi asal mau menemani Cakra kemanapun yang dulunya sering sakit.
__ADS_1
"Jika dia berkunjung ke rumah, Anda, tolong kabari saya!" ujar Rocky.
"Baik, Tuan."
Rocky segera meletakkan ponselnya setelah panggilan terputus. Melajukan mobil dengan kecepatan pelan entah ke mana lagi. Yang Rocky takutkan, wanita itu pergi jauh tanpa bisa dia temukan keberadaannya. Mencari lebih jauh? Oh ayolah, Rocky mempunyai tanggung jawan besar yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja.
Tidak tahu harus mencari kemana lagi, Rocky akhirnya menyerah dan pulang ke rumahnya. Pria itu akan menyuruh orang untuk mencari keberadaan Alea yang entah di mana dan sedang apa.
***
Hal pertama yang Eril dapati adalah, rumah yang sedikit berantakan oleh mainan Arumi di ruang tamu sempit tersebut. Sementara pemiliknya? Entahlah mereka ada di mana sekarang.
"Rahma?" panggil Eril.
"Aku di kamar mandi, Mas!" sahut Rahma.
__ADS_1
"Lanjutkan lah," ucap Eril. Pria itu masuk ke kamarnya, melepas jas kerja kemudian menggantung di gantungan khusus yang telah Rahma sediakan.
Eril menggulung kemejanya hingga siku, kemudian merangkak ke tempat tidur untuk mengajak Arhan bicara. Bayi tampan itu sangat wangi dan rambutnya masih basah, pertanda baru saja mandi sore.
"Sore jagoan, Papa. Hari ini menyenangkan?" tanya Eril menguyel-uyel pipi Arhan yang semakin cubi.
"Aku kira mas akan pulang malam," ucap Rahma yang baru saja masuk ke kamar sambil mengendong Arumi yang telah dilit sarung. Arumi baru saja mandi sore setelah drama pup di ruang tamu.
"Pekerjaan selesain dengan cepat." Eril turun dari ranjang, mengambil Arumi dari gendongan Rahma. Tidak lupa pria itu mengusap kening istrinya yang berkeringat. "Hari ini lelah?"
"Menyenangkan," jawab Rahma. "Tapi Maaf, rumah berantakan karena aku tidak sempat membersihkannya."
"Nanti kita bersihkan sama-sama. Sekarang mari kira istirahat bersama bayi-bayi mengemaskan ini." Eril menggigit pipi cubi Arumi, membuat balita itu tertawa kecil dan bergumam tidak jelas.
Adakah pria yang sesabar Eril? Membesarkan anak-anak yang bukan darah dagingnya?
__ADS_1