Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 39


__ADS_3

"Masuk," sahut Cakra saat mendengar ketukan pintu dari luar.


Laki-laki itu melepas kacamata baca yang melekat di wajahnya, kemudian menatap Eril seolah bertanya ada apa.


"Laporan tentang Tuan Brian, Tuan." Eril menyerahkan Tablet yang ada di tangannya. "Orang suruhan saya menemukan bukti ini. Brian adalah tersangka utama atas kecelakaan yang menimpa bang Rocky. Apa yang harus saya lakukan?" tanya Eril dengan wajah serius.


Cakra mengangguk-angguk mendengarkan laporan Eril. Sudah tidak kaget lagi jika mendengar Brian yang melakukan semua ini. Toh latar belakang Brian adalah gangstre berbahaya.


Tidak pernah berurusan dengan polisi sebab Cakra selalu melindungi agar nama baik keluarga Aleksander tidak tercemar. Tapi itu dulu, sekarang tidak lagi setelah tahu bahwa dia yang menyebabkan kesalahpaham antara dirinya juga Liora. Kecelakaan yang menimpa Rocky.


"Tidak ada yang perlu kamu lakukan selain awasi dia dari kejauhan. Biarkan dia melakukan hal yang di inginkan sampai salah jalan sendiri."


"Baik Tuan." Eril mengangguk patuh, segera meninggalkan ruangan Cakra untuk mengurus yang lainnya.


Untuk sekarang Cakra tidak ingin ngegabah apa lagi langsung menghakimi Brian yang bisa saja kabur. Cakra ingin semuanya berjalan lancar sampai di mana Rocky sadar dari tidur panjangnya.


Baru saja akan kembali fokus, seseorang kembali membuka pintu. Kali ini bukan Eril, melainkan perempuan dengan pakaian lumayan terbuka.


"Tuan, 10 menit lagi rapat di mulai," ucap Sekretaris Cakra.


"Baiklah."


***

__ADS_1


Jam sebelas siang barulah rapat yang di hadiri Cakra berakhir. Laki-laki itu langsung meninggalkan perusahaan untuk berkunjung ke Villa tempat di mana Rocky di rawat.


Kedatangan laki-laki itu tentu saja di sambut baik oleh petugas Villa.


"Tuan?" tunduk Dokter yang menangani Rocky saat Cakra memasuki ruangan.


"Bagaimana perkembangannya?"


"Perkembangannya akhir-akhir ini cukup baik Tuan. Jika stabil kemungkinan untuk Tuan Rocky sadar sangat besar."


"Lakukan yang terbaik!"


"Tentu, Tuan. Beberapa hari yang lalu ada beberapa pria berbadan tegap menyerang Villa, tapi semua teratasi tanpa ada kekacauan."


"Iya Tuan. Tuan Eril juga sudah menambah keamanan."


Cakra menghela nafas panjang, dia curiga orang yang menerobos masuk ke Villa tidak lain orang suruhan Brian.


Sejak kejadian dia memukul Brian, laki-laki itu tidak pernah muncul di hadapannya lagi. Tapi kartu masih aktif seperti biasa. Alasan Cakra tidak memblokirnya agar Brian tidak curiga dengan rancana yang dia jalankan.


Lama Cakra memandangi Rocky sebelum pergi. Saat akan masuk ke mobil. Mobil yang sangat dia kenal berhenti tepat di belakang mobilnya.


Dia urungkan untuk masuk, menunggu Eril menghampiri.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa ekspresi kamu seperti itu?" tanya Cakra.


"Anu Tuan ... Tuan muda Liam di larikan kerumah sakit baru saja."


Deg, jantung Cakra berdetak tidak beraturan. Entah hal apa yang terjadi pada putranya di kampung. Cakra langsung masuk ke mobil tanpa mendengarkan Eril lagi.


"Ada meeting jam 3 sore, wakili saya!" Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Cakra sebelum pergi.


Sepanjang jalan, perasaan Cakra tidak tenang. Beberapa kali menghubungi Liora tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Karena ingin mengetahui keadaan putranya Cakra memutuskan menghubungi salah satu pengawal.


"Bagaimana kedaan anak saya?"


"Belum pasti Tuan, dokter baru saja menanganinya."


"Rumah sakit mana?"


"Jalan Raya."


Cakra menghembuskan nafas panjang. Jarak antar desa tempat tinggal Liora dan kota tempatnya tinggal lumayan jauh. Membutuhkan 6 jam agar sampai, itupun jika tidak macet.


...****************...

__ADS_1


Huh-huh. Entah apa yang terjadi sama Liam. Ini bukan salah otor ya. Otor tanggung jauh🥶


__ADS_2