
Liora mengernyitkan keningnya ketika mobil yang di kemudikan Rocky malah memasuki area hotel yang terbilang sangat mewah. Wanita cantik itu melirik Cakra yang sedari tadi mengelus tangannya tanpa bosan.
"Kenapa ke hotel Mas?" tanya Liora tidak mengerti.
"Rumah lagi persiapan untuk perayaan ulang tahun Liam, kan hari ini Sayang," jawab Cakra seadanya.
"Kok persiapan? Bukannya Mas bilang tidak akan mengundang siapapun? Ini hanya acara kita bersama." Liora semakin heran mendengar penjelasan suaminya.
Hari sebelum-sebelumnya, Cakra mengatakan tidak akan mengundang siapapun di hari ulang tahun putranya. Hanya akan ada acara keluarga dan di hadiri oleh pelayan. Jadi bayangan Liora pesta itu akan sangat sederhana tanpa persiapan apapun.
"Justru karena acara kita bertiga, harus meriah. Mas ingin mengabadikan momen ini Sayang. Jadi kamu terima beres sana," jawab Cakra lagi.
Laki-laki tampan itu segera turun dari mobil, kemudian membukakan pintu mobil untuk sang istri. Liora baru keluar dari rumah sakit, tentu saja Cakra sangat berhati-hati untuk itu.
"Mas gendong ya?" tawar Cakra, namun di balas gelengan kepala oleh Liora.
"Kita pulang aja ya Mas? Kasian Liam di tinggal dari semalam," pinta Liora.
Cakra tertawa, tidak lupa mencubit cuping hidung istrinya. "Liam ada di atas sama Naninya, jadi tidak ada alasan lagi buat pulang."
"Mas memang tidak bisa di bantah." Liora menyungkan bibirnya, walau begitu tetap mengikuti langkah Cakra memasuki lift agar segera meninggalkan basemen.
Senyuman Liora mengembang ketika Cakra membuka pintu dan mendapati putranya duduk di kursi tengah memakan buah.
"Liam?" panggil Liora.
__ADS_1
"Mama, tanen Liam!" Teriak Liam langsung turun dari kursi kemudian menghampiri Liora dan memeluk kakinya.
"Mama malam adi mana? Liam cendili bobo dada papa," ucap Liam membuat Liora gemes sendiri melihatnya.
"Mama tidak apa-apa Sayang, cuma demam dikit makanya di bawah kerumah sakit. Liam jangan sedih lagi, kan sebentar lagi ulang tahun." Liora berjongkok kemudian memeluk putranya sangat erat, tidak lupa mendaratkan ciuman bertubi-tubi.
"Uang tayun?"
"Hm, ulang tahun. Mama ada hadiah buat Liam." Liora menganggukkan kepalanya.
Sebenarnya Liora ingin lama-lama dalam posisi jongkok, namun Cakra malah menariknya agar segera berdiri.
"Jangan jongkok-jongkok gitu, kamu duduk di kursi! Sebentar lagi makanan datang," ucap Cakra membimbing Liora agar duduk di sofa, setelah itu mengendong Liam.
"Liam nggak kangen sama Papa?" tanya Cakra mendarat ciuman di pipi putranya yang sangat menggemaskan itu.
"Setelah makan kita pergi ke suatu tempat ninggalin mama," bisik Cakra pada Liam.
Sementara yang diajak berbisik menutup mulutnya seperti orang kaget. "Papa peldi Mama? Mana Papa?" tanya Liam dengan suara sedikit nyaring hingga Liora yang duduk di sofa mendengarnya.
Wanita cantik itu menoleh kemudian menatap Cakra penuh tanda tanya. "Kalian mau kemana? Sampai ninggalin Mama sendiri di sini?" tanya Liora.
"It-itu aku sama Liam mau ambil sesuatu, kamu tidak apa-apa sendirian kan? Setelah makan MUA datang buat dandanin kamu."
"Aku ikut," pinta Liora menarik kaki baju Cakra.
__ADS_1
"Nggak boleh Liora, kamu di sini saja." Cakra mengurungkan niatnya pergi sekarang, laki-laki itu duduk di hadapn Liora setelah makanan datang dan di sajikan di atas meja.
Cakra mendudukkan Liam di sampingnya, kemudian mulai mengambil sesuatu dan dia isi dalam suatu piring.
"Ayo makan Sayang, biar kalian semangat aktivitasnya," ucap Cakra menyodorkan makanan ke mulut Liora.
"Liam duda mau Papa," ucap Lira membuka mulutnya. Cakra tertawa menggapi, setelah menyuapi Liora, Cakra kini menyuapi Liam.
Sementara dia? Dia akan tenang jika kedua orang tersayangnya sudah kenyang.
Huek
Liora menutup mulutnya ketika merasakan gejolak aneh, wanita itu segera berlari ke kamar mandi di ikuti oleh Cakra.
"Makanannya tidak enak?" tanya Cakra memijit tengkuk Liora pelan, bahkan laki-laki itu tidak jijik saat Liora mengeluarkan sesuatu yang baru saja di kunyah.
"Enak kok, tapi perut aku nggak bisa terima Mas. Pengen makan mangga aja," sahut Liora menatap Cakra penuh harap.
"Makan dulu ya Sayang, setelah itu makan mangga. Bilang sama mas, kamu mau makan apa?"
"Mangga," rengek Liora.
Cakra menjawil hidungnya. "Setelah makan. Bubur ayam mau? Mas pesan dulu."
"Mas nggak curiga sama sesuatu?"
__ADS_1
"Sesuatu? Memangnya kamu berbohong sama mas?"
Liora langsung mengelengkan kepalanya. "Peluk Mas."