
"Bagaimana dengan anak cabang di Bandung?" tanya Cakra di seberang telepon, setelah Rocky menjawab panggilan tersebut.
Rocky berdehem kecil beberapa kali sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Cakra, agar tidak ketahuan bahwa dia sedang ada masalah pribadi di kota kembang.
"Semuanya baik-baik saja, Tuan. Tidak ada masalah di anak cabang perusahaan."
"Baguslah, berarti kau bisa pulang hari ini kan?" tanya Cakra memastikan di seberang telepon.
Refleks Rocky menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh, padahal dia tahu betul Cakra tidak akan bisa melihat hal yang dia lakukan sekarang. "Tidak, Tuan. Saya tiba-tiba mempunyai urusan di luar pekerjaan kantor."
"Oh begitu. Ya sudah, segera selesaikan urusan kamu dan kembali secepat mungkin," ujar Cakra kemudian memutuskan sambungan telepon sepihak.
Saat itu lah Rocky segera memasukkan ponselnya ke saku jas, kemudian melanjutkan langkahnya di koridor rumah sakit. Pria itu hendak duduk di salah satu kursi setelah sampai di depan ruangan UGD, tetapi urung ketika seorang perawat ke luar dari ruangan tersebut seperti mencari seseorang.
__ADS_1
"Suami pasien dengan luka sayatan di telapak tangan?" tanya sang perawat sambil mengedarkan pandangannya ke sana-kemari.
"Saya," jawab Rocky menghampiri perawat tersebut. "Bagaimana dengan kondisinya?" tanyanya.
"Pasien kehilangan banyak darah dan itu sangat berbahaya untuk kandungannya. Segera lengkapi data diri ini, dan selesaikan administrasi agar kami bisa melakukan penanganan lebih lanjut, Tuan."
"Lakukan yang terbaik," jawab Rocky. Pria itu dengan sigap mengambil sebuah map yang diberikan oleh sang perawat, kemudian berjalan menuju tempat admitrasi untuk menyelesaikan pembayaran yang tentu saja akan menguras beberapa isi ATM lantaran masuk jalur umum. Tetapi itu semua tidak masalah bagi Rocky selama Alea dan bayi yang berada di kandungannya baik-baik saja.
Pria itu menyelesaikan administrasi bahkan sampai pada tempat ruangan perawatan yang cukup nyaman dan hanya dihuni oleh satu orang saja dengan fasilitas lengkap. Setelahnya barulah Rocky kembali ke ruangan UGD dan lagi-lagi bertemu dengan perawat di sana.
"Kalau begitu ambil darah saya, kebetulan golongan darah saya juga A," jawab Rocky tanpa pikir panjang.
"Baik, Tuan. Mari ikut saya untuk mengecek kesehatan!"
__ADS_1
Rocky lagi-lagi menganggukkan kepalanya, terus mengikuti perawat untuk melakukan serangkai tes layak tidaknya dia mendonorkan darah pada Alea. Pria itu menahan napas ketika melihat sebuah suntikan yang siap menyentuh kulitnya. Dia langsung mengalihkan perhatian ke arah lain lantaran tidak ingin melihat jarum yang sangat menakutkan tersebut. Dia menahan ringisan saat benda tajam itu menembus kulitnya untuk mengambil sampel darah.
Selama itu pula Rocky terus saja diam menunggu informasi dari dokter dan perawat yang ada di ruangan tersebut. Ini adalah kali pertama Rocky mendapatkan sebuah suntikan yang baginya sangat menakutkan. Kalian juga harus tahu, bahwa hanya di rumah sakit Al-Ikhlas, Rocky diperintah sana-sini padahal sebelumnya dialah yang memerintah.
Tidak ada masalah dengan kesehatannya, Rocky segera di bawah ke ruangan UGD untuk transfusi darah secara langsung pada pasien yang membutuhkan. Pria itu berbaring di brankar tepat di samping Alea, sehingga dia bisa melihat dengan jelas wajah pucat yang tidak kunjung membuka mata. Sesekali Rocky juga memperhatikan darahnya yang terus mengalir dan berpindah pada tubuh Alea. Sekarang darahnya akan memasuki tubuh wanita yang bahkan sebelumnya tidak pernah dia bayangkan kehadirannya.
Rocky tidak pernah sebaik hati ini mengobarkan kesehatannya untuk wanita asing yang dia rebut kesuciannya dalam waktu satu malam. Sesekali Rocky menghela napas panjang untuk mengusir rasa jenuh, karena terus berbaring di sana tanpa diawasi oleh siapa pun.
"Kau baik-baik saja?" tanya Rocky dengan suara lirihnya. Tatapan pria itu sedang tertuju pada perut Alea yang sangat rata seakan tidak ada nyawa di dalam sana. Entah apa yang terjadi pada calon anaknya jika dia datang terlambat.
Marah karena dibenci? Ayolah, wanita mana saja akan membenci Rocky karena sikap dan perilakunya yang tidak mencerminkan seorang manusia yang mempunyai hati. Selain bertindak tanpa logika, Rocky selalu melakukan hal tanpa melibatkan hatinya.
Rocky sadar sikapnya tidak bisa diterima oleh siapa pun, termasuk Arumi yang memilih pergi karena lelah dengannya yang hanya mementingkan diri sendiri. Memperlakukan Arumi seperti bawahan pada umumnya dan selalu menyembunyikan rasa suka agar tidak ada yang tahu bahwa dia juga bisa jatuh cinta. Rocky malu mengakui hal tersebut, karena baginya, jatuh cinta adalah hal yang sangat memalukan.
__ADS_1
Selain itu, jatuh cinta sering kali membuat orang bodoh dalam bertindak. Seperti Cakra dan Eril misalnya. Mereka berdua selalu melakukan hal tidak masuk akal demi wanita yang mereka cintai.