Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
PArt 138 - Baby Arhan


__ADS_3

Tidak terasa sudah tiga hari sejak Rahma dirawat di rumah sakit, hari ini wanita berhijab panjang itu sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, terlebih Rahma melahirkan secara normal dan tidak ada komplikasi sedikitpun sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Selama itu pula, Eril dengan setia menemai istrinya. Rela tidak tidur hanya untuk menemai Rahma tengah malam, lantaran putra mereka sangat rewel dan susah tidur jika di atas jam satu. Kini Eril dan Rahma telah memberikan sebuah nama untuk putra mereka. Nama yang sangat indah dan mengandung makna baik-baik.


Arhan Khoiri


Itulah nama yang dipilihkan oleh Eril untuk putranya. Sangat keren bukan?


Sejak tadi pria itu mengendong baby Arhan di koridor rumah sakit, sementara sebelah tangannya tengah mengenggam tangan kecil Rahma yang selalu menundukkan kepalanya, mungkin karena banyak orang berlalu lalang di lobi rumah sakit. Eril baru melepaskan genggaman tangannya setelah sampai di parkiran mobil. Pria itu membukakan pintu untuk istrinya, kemudian memberikan baby Arhan yang tidur dengan lelap, lantara matahari masih terlihat. Beda cerita jika malam hari, baby tampan itu akan mengajak begadang.


"Mas, Eril, Eum ...." Rahma seakan ragu bicara setelahh Eril berada di dalam mobil. Wanita itu sebenarnya tidak enak jika harus menyusahkan Eril terus- menerut padahal Arhan bukanlah darah dagingnya.


"Kenapa? Kamu butuh sesuatu? Katakan saja Rahma!" sahut Eril.

__ADS_1


"A-asi aku sepertinya tidak bisa membuat Arhan kenyang, mungkin karena terlalu sedikit. It-itu ... boleh aku pinjam uang, Mas, untuk membeli susu formula? Di rumah aku akan membayarnya," ucap Rahma sedikit takut.


Meski telah bersama selama beberapa hari, Rahma masih saja merasa rendah diri pada Eril, karena takut dia hanya akan menjadi beban pria itu. Bukan karena dirinya, melainkan makhluk mungil yang ada dalam gendongannya. Eril memang selalu mengatakan tidak apa-apa, tetapi tidak ada yang tahu isi hati seseorang. Mungkin saja lambat laun Eril akan merasa lelah jika hanya membiyayai anak yang bukan darah dagingnya.


"Aku kira apa. Nanti kita mampir untuk membeli sus formula. Menurut kamu bagusnya merk apa? Sekalian beli banyak atau ...."


"Satu saja dulu, Mas, itupun ukuran palig kecilnya, takut tidak cocok."


Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan. Untung saja jalanan sedikit lenggang sehingga tidak perlu berlama-lama di dalam mobil hingga akhirnya sampai di rumah. Eril pun telah membeli susu formula yang menurutnya baik untuk baby. Pria itu membeli susu formula yang sama sering kali Carka suruh beli jika susu Liam habis.


"Cucu abah akhirnya pulang!" seru pak Somat yang sejak tadi menunggu kedatangan baby Arhan dan putrinya. Pria paruh baya itu bergerak cepat untuk menghampiri mobil. Mengambil baby Arhan yang berada di gendongan Rahma.


Sementara Eril sendiri sibuk menurunkan barang bawaan yang ada di dalam mobil. Membawannya masuk sedikit demi sedikit ke kamar karena tidak ingin Rahma membereskannya padahal baru keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"Mas suka kopi atau susu?" tanya Rahma padahal belum duduk.


"Aku minumnya air putih," jawab Eril memperlihatkan sebotol air minum yang dia bawa. Sebenarnya dia suka meminum susu, tetapi karena tidak ingin merepotkan akhirnya sedikit berbohong.


"Kalau gitu aku akan masak ...."


"Rahma, apa kamu tidak lelah? Istirahatlah atau tidur mumpung putra kita tidur. Tahu sendiri baby Arhan bagaimana di malam hari," ucap Eril memperingatkan. "Aku belum lapar, ini juga mau tidur," lanjutnya kemudian masuk ke kamar.


Untuk persoalan tidur, Eril benar-benar serius karena sangat mengantuk. Pria itu berbaring di ranjang tanpa bantal, tetapi berhasil membuatnya terlelap tanpa banyak drama. Sementara Rahma, malah menghampiri abahnya yang baru saja memangil.


"Anak kamu tidurnya nyenyak banget, bawa masuk ke kamar. Di dalam sedikit dingin karena ada ac," ucap pria paruh baya itu.


Memang benar di dalam kamar ada Ac meski terbilang sempit, lantaran Eril yang mencarikan kontrakan. Di mana wanita yang dia cintai harus hidup nyaman meski tidak bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2