Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 144 - Nani baru untuk Arumi


__ADS_3

Bekerja dengan Cakra saat suasana hati pria itu tidak baik adalah neraka bagi semua orang termasuk Rocky. Pria itu sudah seperti robot tanpa kenal lelah hanya untuk memenuhi semua perintah Cakra agar suasana tuannya jauh lebih baik. Terlebih Cakra adalah tipe pria yang jika punya masalah selalu uring-uringan dan memikirknya terus-menerus. Bisa dibilang Cakra tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri jika sudah dilanda masalah secara bertubi-tuubbi.


Rocky menghela napas panjang setelah mengantar Cakra sampai di rumah tanpa mendapatkan omelan yang berlebihan. Pria itu segera meninggalkan rumah mewah milik Cakra dan masuk ke mobilnya. Dia melajukan mobil diatas kecepatan rata-rata lantaran sudah jam 9 malam dan dia takut Arumi sendirian di rumah tanpa pengasuh. Meski membenci balita berusia satu tahun itu, bukan berarti Rocky rela jika Arumi terluka walau seujung kuku saja.


Rocky memarkirkan mobilnya di basemen gedung apartemen hanya dalam satu bantingan setir kemudi. Seahli itulah dia jika mengemudikan mobil, itulah mengapa dia selalu menjadi sopir andalan Cakra di waktu-waktu tertentu. Pia itu melangkahkan kaki panjangnya menuju lift yang akan membawanya ke lantai lima. Sambil menunggu lift bergerak, dia memusatkan atensinya pada beda pipih yang ternyata menerima pesan dari nani Arumi yang meminta resing tadi siang.


Tuan, nona Arumi sedang tidur jadi saya meninggalkan apartemen, teman saya akan datang 1jam lagi.


Itulah pesan yang dikirimkan oleh nani Arumi tepat jam delapan malam. Berarti sekarang sudah satu jam lamanya putri angkatnya sendirian di dalam aparteman. Pria itu semakin mempercepat langkahnya setelah lift terbuka usai sampai di lantai lima. Langkah Rocky baru memelan saat hampir sampai di depan pintu apartemen.

__ADS_1


Di sana dia melihat seorang gadis tengah duduk di atas kopernya sambil menunduk memperhatikan ponsel. Rocky mengeram kesal, dia paling tidak suka jika ada orang asing berdiri seperti itu di depan tempat tinggalnya.


"Kau" Rocky menegur gadis tersebut, terlebih gadis itu menghalangi jalannya masuk ke apartemen. Dia memperlihatkan wajah datar dan menyeramkan, membuat gadis yang duduk di atas koper sedikit ngeri melihatnya.


Alih-alih menyahuti teguran Rocy, gadis itu malah kembali menunduk dan memeriksa pesan dari tantenya. Dia melirik foto yang ada di ponselnya bergantian dengan wajah Rocky. Keduanya sangat mirip, pertanda pria tampan di hadapannya adalah pemilik aparemen yang akan menjadi bosnya entah sampai kapan.


"Tuan Rocky?" tebak Alea. "Benar bukan anda tuan Rocky?" tanyanya memastikan.


"Kau siapa?" tanya Rocky,

__ADS_1


"Perkenalkan, saya Alea, Tuan. Saya keponakan nani yang dulunya bekerja di sini. Saya akan menggantikan tante saya untuk mengurus putri, Anda," jawab Alea cepat.


Gadis itu terlihat antusias lantaran sangat senang bisa mendapatkan pekerjaan dan tinggal di dalam, sehinggga dia tidak perlu buang-buang uang untuk kontrak di tempat lain. Mengasuh bayi Tidak masalah, dia menyukai anak-anak.


"Pergi!" perintah Rocky.


"Loh-loh kok saya disuruh pergi sih, Tuan? Saya harus kerja dong. Demi Tuan, saya rela menolak 3 wawancara hari ini, enak saja mengusir seenaknya," protes Alea dengan sedikit kebohongan. Sebenarnya gadis itu tidak ada wawancara hari ini, bahkan dia malah mengemis pekerjaan kesana kemari lantaran takut melarat di kota orang.


"Saya tidak peduli!" Rocky mendorong koper Alea menggunakan kaki agar menyingkir dari depan pintu. Pria itu mengetikkan beberapa angka sehingga berhasil dibuka. Dia hendak melangkah masuk, tetapi tangannya ditarik oleh Alea.

__ADS_1


Seketika tatapan Rocky semakin manajam, pria itu sangat benci pada manusia yang lancang dan tidak punya sopan santun seperti Alea. Mustahil bukan dia akan memasukkan gadis itu ke rumahnya dan tinggal bersama? Hanya dalam satu sentakan kasar, tangan Alea terlepas dari tangan Rocky.


"Beri saya kesempatan satu minggu untuk membuktikan bahwa saya bisa mengasuh bayi. Lagi pula saya itu calon ibu, Tuan."


__ADS_2