Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 168 ~ Meluruskan kesalahpahaman


__ADS_3

Cakra, pria itu senyum miring ketika retinanya tidak sengaja bertemu dengan Zayn yang berada di atas podium. Senyuman itu mampu membuat Zayn terdiam beberapa saat karena cukup terkejut mendapati orang yang akan dia bicarakan hadir hari ini. Ceo Z group itu mengepalkan tangannya di balik podium, berusaha tidak terprovokasi apalagi lemah di depan Cakra yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.


"Banyak orang bertanya kenapa saya tidak menuntut perusahaan tersebut padahal sudah memplagiat suatu karya. Jawabannya cukup singkat, saya tidak ingin menjatuhkan mereka, mungkin ini hanya kesalahan dan kurangnya komunikasi satu sama lain," ucap Zayn seolah-olah menjadi pria dermawan yang memberikan kesempatan untuk Alexander group berkembang. Namun, pada kenyataannya Zayn sangat ingin Alexander jatuh agar perusahaan yang dia pimpin menjadi satu-satunya perusahaan konstruksi berkuasa di kota tersebut.


"Anda benar Tuan Zayn, semuanya hanya kesalahan dan kurangnya komunikasi," ucap Cakra secara tiba-tiba. Pria itu berdiri dari duduknya sambil membenarkan kancing yang tadinya terlepas saat dia duduk.


Tindakan Cakra membuatnya mendapatkan perhatian dari semua orang yang ada di ruangan tersebut, termasuk para awak media yang baru menyadari keberadaan CEO Alexander yang selama beberapa hari ini di kawal ketat oleh pengawal agar tidak ada yang meliputnya.


Cakra berjalan dengan santainya menghampiri Zayn yang tengah manahan amarah karena kedatangan Cakra, yang dia tahu akan mengacaukan suamuanya. Namun, meski begitu Zayn tetap memaksakan senyumnya untuk menjaga wibawa di depan kamera.

__ADS_1


"Kebetulan sekali Ceo Alexander group ada di sini, kita bisa meluruskan segalanya sekarang," ucap Zayn.


"Terimakasih untuk sambutannya, Tuan Zayn. Kebetulan kedatangan saya memang ingin meluruskan sesuatu. Tanpa banyak basa-basi lagi karena saya sangat sibuk, mari luruskan semuanya!" Cakra menunduk seakan memberikan bow, tetapi nyatanya pria itu hanya memberi kode pada Rocky yang telah duduk di di meja presentasi, bahkan sudah menyambungkan laptopnya pada layar yang ada di belakang mereka.


Detik itu juga, Rocky memunculkan sesuatu di sebuah layar, saat itu lah mata semua orang terbelalak melihatnya, termasuk desainer yang telah mengkhianati Cakra, juga pihak proyek universitas. Bagaimana tidak, di layar tersebut menampilkan perjanjian antara pihak A dan pihak B tentang hak desain yang telah resmi menjadi pihak B (Cakra).


Bukti keduanya sangat memberatkan Z group karena tanggal penanda tanganan lebih dulu dilakukan oleh pihak Cakra, sehingga sama saja pihak Zayn telah mencuri desain tersebut darinya melalui orang ke tiga.


"Sepertinya tanpa saya jelaskan gambar di atas, kesalahpahaman yang terjadi sudah bisa diluruskan. Saya, CEO Alexander sama sekali tidak melakukan tindakan plagiat apapun, bahkan saya adalah pihak yang dirugikan dalam masalah ini." Cakra tersenyum lebar pada awak media.

__ADS_1


"Saya bukan orang dermawan yang memaafkan seseorang yang berusaha menjatuhkan saya dengan mencemari nama baik yang selalu saya jaga. Saya siap menuntut balik, terimakasih." Cakra menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada semua orang, kemudian mendekati Zayn yang telah mengepalkan tangannya siap memukul seseorang.


"Tidak mudah menjatuhkan saya, Tuan. Jadi berhati-hatilah," bisik Cakra kemudian berlalu dari sana. Meninggalkan keributan-keributan yang dia ciptakan. Bahkan samar-samar Cakra mendengar pihak proyek menyatakan penundaan kerjasama dengan Z group. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan menyudutkan dari awak media.


"Pembalasan yang sempurna," ucap Cakra penuh bangga dan dijawab anggukan kepala oleh Rocky.


Awalnya mereka tidak ingin menjatuhkan Z group dan hanya ingin membersihkan nama perusahaan juga bukti-bukti pengkhianatan desainer yang sangat dia percayai. Namun, kemarin Cakra tidak sengaja melihat Wildan dan Zayn turun dari mobil yang sama. Jadilah pria itu tidak bersikap baik, terlebih kemarin dia dibuat emosi oleh pria kampung tidak punya pendirian tersebut.


"Selidiki apa hubungan Wildan dan Ceo itu, jangan sampai mereka terlibat sesuatu yang bisa merugikan kita!" perintah Cakra.

__ADS_1


__ADS_2