
Cakra yang melihat Liora berdiam diri entah memikirkan apa. Segera mendekat, kemudian tanpa mengatakan apapun, langsung merebahkan tubuhnya, menggunakan paha Liora sebagai bantal.
"Mikirin apa sih, serius banget perasaan," ucap Cakra menatap wajah Liora dengan tatapan penuh cinta.
"Mikirin gimana bisa jadi istri yang baik dan membanggakan buat kamu," jawab Liora dengan nada bercanda. Tangan wanita itu mengelus rambut Cakra sesekali.
"Bagi aku, kamu itu istri idaman semua laki-laki. Jadi nggak perlu pusingin hal-hal seperti itu. Kirain lagi mikirin." Cakra menjeda sebentar hanya untuk melihat reaksi Liora. "Mikirin gimana caranya biar uang bulanan kamu habis sebelum uang bulanan selanjutnya di Tf."
Cakra meringis sebab Liora baru saja mencubit cuping hidungnya. "Sayang?" rengek Cakra.
"Makanya ngomong jangan ngasal. Mas lupa dulu gimana susahnya nyari uang 50 rb?"
"Tau, sangat tau. Makanya Mas mau sekarang jangan memikirkan nominal kalau mau sesuatu, pesan atau beli aja."
"Iya pak CEO sombong," sindir Liora. Raut wajahnya langsung berubah serius saat meninggat sesuatu.
"Aku tadi nggak sengaja ke taman bunga dan nemu ruangan rahasia. Di sana ada perempuan di sekap, kata Eril namanya Rissa."
Cakra yang tadinya santai langsung ikut serius, laki-laki itu bangun dari pangkuan Liora. Mengenggam tangan wanita itu sangat erat. Menatap manik indah Liora.
__ADS_1
"Ra, dengerin aku! Apa yang kamu pikirin ...."
"Mas tau apa isi pikiran aku?" tanya Liora di jawab anggukan oleh Cakra.
"Kamu pasti ngira aku orang jahat, aku ...."
Liora mengelengkan kepalanya, mengelus rahang tegas Cakra. "Sama sekali nggak Mas. Kamu itu laki-laki baik-baik, aku tau itu. Kamu manusia paling bertanggung jawab yang aku temui. Aku cuma mau nanya. Kenapa Mas repot-repot ngurusin dia? Kenapa nggak langsung di laporin ke kantor polisi?"
Cakra tertawa singkat, merasa bodoh karena lamgsung over thinking hanya karena takut kehilangan Liora untuk kesekian kalinya.
"Hanya ada bukti nggak langsung Ra, Brian bisa aja bebasin dia gitu aja suatu hari nanti terus kabur."
Hal itu membuat Cakra gemes sendiri, dia menguyel-uyel pipi Liora. "Nggak segampang itu Ra, dan aku nggak ada niatan buat nawarin kebebasan sama Rissa. Ini urusan aku sama saudara aku, jangan sampai ada orang lain yang jadi korban. Rissa hanya Pion adik aku. Masalahnya terlalu rumit kalau di ceritain Yang, mending kita bikin dedek buat Liam." Cakra langsung mengalihkan topik, seraya menaik turunkan alisnya.
Sentilan Cakra rasakan di kening karena ulah Liora, wanita itu tertawa pelan. "Ingat pesan pak Soleh," ucapnya.
"Ah iya hampir lupa." Cakra mengaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
Sakin ngebet ingin buka puasa, dia sampai melupakan pesan pak Soleh yang menyuruh keduanya menikah ulang, agar hubungan keduanya semakin Sah, dimata hukum juga agama, karena dulu, Cakra menikah dengan nama samaran.
__ADS_1
"Icip aja kalau gitu Ra," rengek Cakra menarik ujung baju Liora seperti anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya.
Sebuah kecupan mendarat di pipi Cakra secara bergantian. "Udah, yang lain nanti aja kalau udah nikah." Liora langsung beranjak, percayalah wajahnya memerah karena mencium Cakra lebih dulu.
"Bibir," pinta Cakra memanyungkan bibirnya seraya memejamkan mata.
"Tunggu benar." Suara Liora semakin menjauh, tapi tak urung Cakra membuka mata, karena menunggu kecupan dari sang istri.
Cup
...****************...
Apa tuh main cap-cip-cup ajaπ
Ritual setelah membaca, kuy tebar kembang yang banyak biar wangi. Jangan lupa juga tekan tombol vote, like, fav dan ramaikan kolom komentar. Jika kalian sayang sama otor jangan lupa nonton iklan setelah baca ya, iklannya bisa di lihat di bar pemberian hadiahπ₯°πππππππΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Follow untuk melihat visual
IG: Tantye005
__ADS_1
Tiktok: Istri sahnya Eunwoo