Tuan Muda Amnesia

Tuan Muda Amnesia
Part 85


__ADS_3

Kekhawatiran Liora tidak berlangsung lama karena mendengar suara iringan musik juga lampu yang mulai menyala satu persatu. Pancaran mata Liora menyiratkan rasa takjub pada apa yang dia lihat sekarang.


Ternyata setelah lampu mati, istana balon terlihat jauh lebih indah dan sangat cantik. Liam yang berdiri di tengah-tengah balon terlihat seperti pangeran.


"Mama cini!" panggil Liam melambaikan tangannya.


Liora berjalan menghampiri Liam tentu saja dengan Cakra mengenggam tangan Liora.


"Liam cenang Papa, caci. Bayak bayon cini," ucap Liam merentangkan tangannya agar segera di gendong oleh Cakra.


"Selamat ulang tahu yang ketiga pengeran Papa," bisik Cakra mengecup pipi Liam. Hal itu juga Liora lakukan dan tidak sengaja Eril mengabadikan momen indah tersebut.


"Liam udah cal?" tanya Liam menatap Cakra dan Liora bergantian.


"Iya Liam udah besar dan sebentar lagi punya dedek," bisik Liora di telinga Liam, membuat bocah kecil mengemaskan itu membulatkan matanya.


"Dedek?" tanya Liam dan Cakra bersamaan. Liam mungkin murni terkejut tapi tidak dengan Cakra yang hanya pura-pura.


Liora menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Namun, baru saja wanita cantik itu ingin bicara. Para pelayan juga pengawal datang menghampiri masing-masing membawa kado.


Perlu kalian tahu, kado itu di sediakan oleh Cakra tapi sengaja menyuruh Eril untuk membagikannya pada para pelayan agar Liam bahagia.

__ADS_1


"Inan?" tanya Liam pada Rocky yang ikut memberikan kado pada Liam. Hanya kado Rocky bukan dari Cakra.


"Berikan sama Papa kamu," ucap Rocky dan di jawab anggukan oleh Liam.


Bocah kecil yang sejak tadi turun dari gendongan Cakra itu berlari menghampiri Cakra dan Liora yang masih berdiri di depan istana balon. Akibat langkah kecil Liam, balon-balon beterbangan sana-sini.


"Uat Papa," ucap Liam menyerahkan pada Cakra. Pria itu menerimanya dengan raut wajah bingung, tentu saja menatap Rocky penuh tanda tanya, sementara yang ditatap hanya menganggukkan kepala sopan.


"Kok Papa?" tanya Cakra.


"Buka aja Mas, siapa tahu hadiah buat mas," pinta Liora menahan senyum. Memang Liora yang memberikan itu pada Rocky di jauh-jauh hari sebagai kejutan untuk suaminya.


Senyuman Cakra mengembang melihat di dalam kubus itu terdapat tespek juga hasil USG.


"Jadi ini kejutan yang di rencanakan Liora?" batin Cakra.


Laki-laki tampan itu segera memasang wajah terkejut.


"Sayang, ini beneran?" tanya Cakra dengan pancaran mata bahagia.


Liora menganggukkan kepalanya. "Iya Mas, ini hadiah buat kalian berdua," jawabnya.

__ADS_1


"Makasih Sayang, kejutannya bagus banget." Cakra langsung mengendong Liora dan memutar-mutar tubuhnya. Kali ini dia benar-benar menumpahkan rasa bahagianya. Rasa bahagia yang dia tahan-tahan sejak tahu istrinya hamil.


"Mas, malu di liatin orang ih," ucap Liora memeluk leher Cakra kerena takut jatuh.


"Makasih Sayang sudah memberi kejutan seberharga ini. Aku sayang banget sama kamu." Cakra menghujani Liora dengan ciuman bertubi-tubi sebelum menurunkan Liora dari gendongannya.


"Liam au duda Papa, putal-putal dendong Papa!" Lima melompat-lompat seraya merentangkan tangannya, menunggu Cakra melakukan hal yang sama seperti tadi saat mengendong Mamanya.


"Liam telbang tindi!" Teriak Liam tertawa terbahak-bahak, bahkan tawanya menular pada para pelayan yang berdiri di sana.


Eril dan Rocky ikut tertawa melihatnya. Dua saudara itu sangat bahagia melihat kebahagian Tuan mereka setelah lama merasakan sengsara karena ulah Brian dan Rissa.


"Hebat ya Tuan Cakra, aktingnya natural banget," celetuk Eril, membuatnya mendapat sikuan dari Rocky.


"Kamu ngomong sekali lagi, saya pecat jadi adik!" ancam Rocky membuat Eril kicep.


"Eril lakukan tugas kamu!" teriak Cakra membuat Eril dengan sigap mendekat untuk mengabadikan semua momen, sekaligus menghindar dari Rocky yang sama sekali tidak bisa di ajak bergosip.


Cakra sengaja tidak mengambil fotografer, karena percaya kemampuan Eril jauh lebih baik jika tentang foto.


Suara iringan musik semakin menjadi diruangan itu ketika lilin siap untuk ditiup. Di tengah-tengah mereka bernyanyi, seseorang datang yang membuat semua kaget.

__ADS_1


__ADS_2